Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Balai Arkeologi Yogyakarta

Balai Arkeologi Yogyakarta atau biasa disingkat menjadi Balar Yogya, dulu adalah unit pelaksana teknis dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang bertugas melakukan penelitian di bidang arkeologi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Balai Arkeologi Yogyakarta atau biasa disingkat menjadi Balar Yogya, dulu adalah unit pelaksana teknis dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang bertugas melakukan penelitian di bidang arkeologi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Tugas dari organisasi ini meliputi pencarian, analisis, interpretasi, perawatan, pengawetan, publikasi, dan dokumentasi hasil penelitian terhadap benda-benda arkeologi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur..[1]

Pada tahun 2022, seiring dengan digabungnya Pusat Penelitian Arkeologi Nasional ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional, organisasi ini pun dibubarkan dan pegawainya dialihkan ke Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra.[2]

Benda arkeologi

Di wilayah kerja dari organisasi ini terdapat dua Warisan Dunia UNESCO, yaitu Candi Borobudur dan Kawasan Purbakala Sangiran. Fosil-fosil manusia dan vertebrata lain dari kala Pleistosen juga banyak ditemukan di wilayah kerja dari organisasi ini ini. Peninggalan tradisi megalitik misalnya terdapat di Karanganyar dan Gunungkidul.

Yang paling dikenal dari wilayah kerja dari organisasi ini kemungkinan adalah candi dan naskah dari era sejarah Indonesia masa Klasik Hindu-Buddha, peninggalan dari abad ke-7 sampai abad ke-15. Dari masa Klasik perkembangan Islam di Jawa juga banyak ditemukan peninggalan bangunan dan naskah, sejak masa Kesultanan Demak sampai Kesultanan Mataram dan pecahannya. Era kolonialisme VOC, Inggris, dan Belanda juga meninggalkan banyak bangunan, naskah, dan tradisi lainnya. Selain benda, organisasi ini juga menangani aspek non-benda, seperti arsitektur, sistem kepercayaan, tradisi, teknologi, tulisan, dan ikonografi. Aspek kajian yang relatif baru adalah arkeologi bawah air, mengingat Laut Jawa pernah menjadi medan pertempuran dan perniagaan, sehingga banyak pula ditemukan benda-benda arkeologi yang terpendam di dasar laut.

Rujukan

  1. ↑ http://jdih.kemdikbud.go.id/asbodoku/media/peruu/Permendikbud_Tahun2015_Nomor027.pdf%5B%5D
  2. ↑ Alfarizi, Khory (5 Januari 2022). "Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Ikut Melebur ke BRIN, Ini Kata Arkeolog". Tempo. Diakses tanggal 18 Juli 2024.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Benda arkeologi
  2. Rujukan

Artikel Terkait

Balai Arkeologi

Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra. Dulu terdapat sepuluh Balai Arkeologi yang tersebar di seantero Indonesia, yakni: Arkeologi Balai Pelestarian

Sejarah Kabupaten Lumajang

Nangkaan ini terdapat sebuah situs besar yang pernah digali tim Balai Arkeologi Yogyakarta pada tahun 2007 di mana situs ini dimungkinkan adalah pemukiman

Dewi Rengganis

Priswanto, H. (2009). Tradisi lisan dan identifikasi situs budaya di kawasan Gunung Argopuro. Berkala Arkeologi, 29(2), 67. Balai Arkeologi Yogyakarta.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026