Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBábisme
Artikel Wikipedia

Bábisme

Bábísme atau Babiyyah adalah gerakan keagamaan yang berkembang di Persia pada tahun 1844-1852, kemudian lama kelamaan masuk di dalam pengasingan di Kekaisaran Ottoman. Pendirinya adalah Siyyid `Alí Muhammad Shírází dari Shiraz yang diambil dari sebuah istilah teologis Syiah. Tidak seperti gerakan mesianik Islam, gerakan Babiisme ingin berbeda dengan Islam dan berusaha untuk memulai sebuah sistem keagamaan yang baru. Dalam Islam Syiah ada kelompok besar yang dikenal sebagai Twelvers yang menganggap Imam Keduabelas sebagai yang terakhir dari semua Imam yang ada. Mereka berpendapat bahwa Imam kedua belas pergi ke penyembunyian pada tahun 874 M. Pada tahun 940 M, terjadi pengklaiman bahwa Imam yang bersembunyi telah pergi menjadi tak terbatas dan bahwa ia akan berhenti untuk berkomunikasi dengan orang-orang. Menurut kepercayaan Imamiyah, Imam Tersembunyi hidup di dunia, tetapi menyembunyikan diri dari musuh-musuhnya, dan bahwa ia hanya akan muncul sesaat sebelum hari kiamat. Pada saat itu, Imam Tersembunyi akan memulai perang suci melawan kejahatan dan akan mengalahkan orang-orang kafir serta akan memulai pemerintahan keadilan.

agama monoteistik Abrahamik
Diperbarui 25 Juli 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bagian dari seri
Islam
Rukun Iman
  • Keesaan Allah
  • Malaikat
  • Kitab-kitab Allah
  • Nabi dan Rasul Allah
  • Hari Kiamat
  • Qada dan Qadar
Rukun Islam
  • Syahadat
  • Salat
  • Zakat
  • Puasa
  • Haji
  • Sumber hukum Islam
  • al-Qur'an
  • Sunnah (Hadis, Sirah)
  • Tafsir
  • Akidah
  • Fikih
  • Syariat
Sejarah
  • Garis waktu
  • Muhammad
  • Ahlulbait
  • Sahabat Nabi
  • Khulafaur Rasyidin
  • Khalifah
  • Imamah
  • Ilmu pengetahuan Islam abad pertengahan
  • Penyebaran Islam
  • Penerus Muhammad
Budaya dan masyarakat
  • Akademik
  • Akhlak
  • Anak-anak
  • Dakwah
  • Demografi
  • Ekonomi
  • Feminisme
  • Filsafat
  • Hari raya
  • Hewan
  • Kalender
  • Khitan
  • LGBT
  • Madrasah
  • Masjid
  • Musik
  • Pendidikan
  • Perbankan syariah
  • Rukiah
  • Firkah, manhaj, dan mazhab
  • Seni
  • Politik
  • Puisi/syair
  • Perbudakan
  • Sains
  • Tasawuf
  • Wanita
Topik lainnya
  • Murtad
  • Kritik
    • Muhammad
    • al-Qur'an
    • Hadis
  • Agama lain
  • Islamisme
  • Kekerasan
    • Terorisme
    • Perang
  • Islamofobia
  • Jihad
    • Jihadisme
    • Peraturan perang
  • Daftar istilah
  •  Portal Islam
  • l
  • b
  • s

Bábísme (bahasa Arab: جبّاءيهcode: ar is deprecated , Jubbaiyah) atau Babiyyah adalah gerakan keagamaan yang berkembang di Persia pada tahun 1844-1852, kemudian lama kelamaan masuk di dalam pengasingan di Kekaisaran Ottoman.[1] Pendirinya adalah Siyyid `Alí Muhammad Shírází dari Shiraz yang diambil dari sebuah istilah teologis Syiah.[1] Tidak seperti gerakan mesianik Islam, gerakan Babiisme ingin berbeda dengan Islam dan berusaha untuk memulai sebuah sistem keagamaan yang baru.[1] Dalam Islam Syiah ada kelompok besar yang dikenal sebagai Twelvers yang menganggap Imam Keduabelas sebagai yang terakhir dari semua Imam yang ada.[2] Mereka berpendapat bahwa Imam kedua belas pergi ke penyembunyian pada tahun 874 M.[2] Pada tahun 940 M, terjadi pengklaiman bahwa Imam yang bersembunyi telah pergi menjadi tak terbatas dan bahwa ia akan berhenti untuk berkomunikasi dengan orang-orang.[2] Menurut kepercayaan Imamiyah, Imam Tersembunyi hidup di dunia, tetapi menyembunyikan diri dari musuh-musuhnya, dan bahwa ia hanya akan muncul sesaat sebelum hari kiamat.[2] Pada saat itu, Imam Tersembunyi akan memulai perang suci melawan kejahatan dan akan mengalahkan orang-orang kafir serta akan memulai pemerintahan keadilan.[2]

Babiyyah berasal dari kata "bab" yang berarti "pintu". Dalam teologi Syiah, kata itu digunakan dalam arti perantara, yaitu antara umat dan Imam Mahdi yang diyakini gaib.[3]

Sejarah

Gerakan ini didirikan oleh Maraz Ali Muhammad Ridha al-Syairazi (1235—1265 H/1819—1849 M). Pada 1260 H/ 1844 M, ia memproklamirkan dirinya sebagai "Bab". Sepeninggal Maraz, kepemimpinan Babiyyah dilanjutkan oleh Mirza Husain Ali yang bergelar "Baha". Karena itu, gerakannya disebut Bahaiyyah. Kitab sucinya bernama Aqdas, yang berarti "Maha Suci". Mirza Husain Ali meninggal pada tahun 1892 M.[4]

Tokoh

Qurrat Al-'ain, seorang wanita bejat yang lari dari suaminya dan mengejar kesenangan bersama laki-laki lain (mut'ah). Tahun 1269 H, wanita ini mengumumkan penghapusan syariat Islam dalam Muktamar Badisyta. Akibat perbuatannya, Qurrat dihukum mati oleh Syah.

Yahya Ali, saudara kandung Baha yang bergelar "Azal". Ia berselisih dengan saudaranya dalam masalah pengganti "Bab" yang menjadikan dirinya memisahkan diri. Yahya Ali menulis sebuah buku berjudul Al-Alwah. Akhirnya, ia dengan para pengikutnya dibunuh oleh saudaranya.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris)Mircea Aliade. 1987. The Encyclopedia of Religion. New York: Macmillan Publishing Company. Pg.60-61.
  2. 1 2 3 4 5 (Inggris)Wendy Doniger. 2006. Britannica Encyclopedia of World Religion. London: Encyclopedia Britannica. pg.22.
  3. ↑ Ensiklopedis Islam. Ichtiar Baru Van Hoeve. 2001. hlm. 45.ensiklopedia islam
  4. 1 2 admin (2010-04-05). "[0006: Babiyyah dan Baha'iyyah] Ensiklopedia Gerakan Keagamaan & Pemikiran jilid 1". al-ahkam.net 1434 (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-23.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
    • 2
  • Spanyol
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Tokoh
  3. Referensi

Artikel Terkait

Agama abrahamik

kategori agama yang dianggap berasal dari warisan Abraham

Monoteisme

artikel daftar Wikimedia

Kekristenan

agama Abrahamik monoteistik

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026