Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake adalah birokrat Indonesia yang menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Ia juga pernah ditunjuk sebagai Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur tahun 2023 hingga 2024. Sebelumnya ia menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia tahun 2022 hingga 2024 dan Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia pada tahun 2021.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ayodhia Kalake | |
|---|---|
| Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur | |
| Masa jabatan 5 September 2023 – 6 September 2024 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Sekretaris Kemenko Marves RI | |
| Masa jabatan 5 Januari 2022 – 21 Oktober 2024 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake 18 November 1966 Jakarta, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Suami/istri | Sofiana Milawati |
| Almamater | Universitas Padjadjaran Universitas Complutense Madrid |
| Pekerjaan | PNS, Birokrat |
Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake (lahir 18 November 1966)[1] adalah birokrat Indonesia yang menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Ia juga pernah ditunjuk sebagai Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur tahun 2023 hingga 2024. Sebelumnya ia menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia tahun 2022 hingga 2024 dan Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia pada tahun 2021.
Ayodhia Gehak Lakunama Kalake dilahirkan di Jakarta pada 18 November 1966.[2] Ia merupakan putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Haji Khadji Kalake, pensiunan yang pernah menjabat sebagai Kepala Pos dan Giro Bali dan Nusa Tenggara yang berasal dari Lamahala Jaya, Adonara Timur, Flores Timur, dan Hajjah Lili yang berasal dari Bandung.[3][4][5] Ayodhia menganut agama Islam.[6] Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran (1991) dan Master of European Union Law dari Universitas Complutense Madrid, Spanyol (1999).[2][7]
Ayodhia memulai karier sebagai pegawai negeri sipil pada Juli 1993.[1] Ia pernah menjadi konsultan umum Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok. Ia pernah bertugas di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Spanyol dan KBRI Jerman.[7] Ia pernah menjabat Asisten Deputi Delimitasi dan Zona Maritim dan Kawasan Perbatasan Kemenkomarves RI.[5] Pada 2020, ia diangkat sebagai Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenkomarves RI.[7] Pada 25 Mei 2021, ia ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Erick Thohir sebagai Komisaris PT Pembangunan Perumahan (PP).[8] Pada 5 Januari 2022, ia dilantik Menkomarves RI Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Sekretaris Kemenkomarves RI.[9] Pada Desember 2023, ia mengundurkan diri dari jabatan komisaris PT PP dan digantikan oleh Jaya Kesuma.[10]
Ayodhia memperoleh tiga penghargaan dari Presiden Republik Indonesia yaitu :
| Jabatan pemerintahan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Viktor Laiskodat |
Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur 2023–2024 |
Diteruskan oleh: Andriko Noto Susanto (Pj.) |