Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Arombai

Arombai atau orembai adalah sebuah jenis perahu papan dari kepulauan Maluku, Indonesia timur. Ia terutama digunakan untuk menangkap ikan dan transportasi. Perahu ini digunakan sejauh Batavia, di mana pada abad ke-17 menjadi populer untuk pergi mendayung "orembaaien" pada malam hari di sungai atau kanal kota.

Wikipedia article
Diperbarui 19 Agustus 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Arombai
Sebuah orembai dengan sistem layar pinisi di Teluk Elpaputih, Pulau Seram. Oktober 1940.

Arombai atau orembai adalah sebuah jenis perahu papan dari kepulauan Maluku, Indonesia timur. Ia terutama digunakan untuk menangkap ikan dan transportasi. Perahu ini digunakan sejauh Batavia, di mana pada abad ke-17 menjadi populer untuk pergi mendayung "orembaaien" pada malam hari di sungai atau kanal kota.[1]

Etimologi

Di tikungan Piroe, Seram, 1892.

Nama orembai atau arumbai mungkin berasal dari kata bahasa Melayu yang mengalami perubahan yaitu rembaya, berarti kapal negara, dengan awalan Portugis 'o'.[2] Dalam varian di bahasa lain mereka juga disebut orembaai, arambaai, arobail, arubai, arubaillo, arumbai, arumbae, oranbai, oranbaik, orang-bays, dan corambay.[3][4][5] Martin mengatakan bahwa nama orembai adalah kontraksi untuk "orang baik" dan berasal dari era pelayaran Hongi, yaitu kapal-kapal ini adalah kebalikan dari kora kora, yang merupakan kapal perang.[6]

Deskripsi

Ciri-cirinya ialah berujung sama, dengan haluan dan buritan keduanya naik tiba-tiba ke titik tajam sekitar 1,26 m (4,1 kaki) dari tanah sehingga memberikan bentuk bulan sabit. Ia terlebar di bagian tengah, meruncing secara bertahap ke kedua ujungnya. Biasanya memiliki tiga papan yang melekat pada lunas sempit yang pada gilirannya bergabung dengan lunas di setiap ujung.[7][8] Lunas haluannya lebih lebar dan rendah dari lunas buritannya. Orembai tradisional menggunakan layar tanja atau layar lete, tetapi orembai yang lebih modern mengadopsi sistem layar gaya Eropa, seperti sistem layar pinisi dan sistem layar sekunar.[4] Orembai dibangun menggunakan papan-papan, digabungkan dengan konstruksi lashed-lug.[9]

Orembai sangat mirip dengan mon Solomon Utara. Ia juga menyerupai kora kora, tetapi berbeda dalam hal bahwa, seperti kebanyakan kapal Austronesia yang besar, orembai tidak memiliki cadik (kemungkinan karena stabilitas bawaannya).[7][8][10]

Galeri

  • Orembai "modern", Seram Barat, Maluku. Sebelum 1923.
    Orembai "modern", Seram Barat, Maluku. Sebelum 1923.
  • Orembai tradisional dengan layar yang diturunkan (entah layar tanja atau layar lete/layar capit kepiting), Ternate. Antara 1910–1930
    Orembai tradisional dengan layar yang diturunkan (entah layar tanja atau layar lete/layar capit kepiting), Ternate. Antara 1910–1930
  • Sebuah orembai kecil dengan layar cakar kepiting di Rumahkay, Pulau Seram
    Sebuah orembai kecil dengan layar cakar kepiting di Rumahkay, Pulau Seram
  • Orembai milik Belanda, Seram, Maluku, sekitar 1925
    Orembai milik Belanda, Seram, Maluku, sekitar 1925

Lihat pula

  • Lambo (perahu)
  • Padewakang
  • Pencalang
  • Karakoa
  • Knabat bogolu

Referensi

  1. ↑ Kooijmans, M., and J. Schooneveld-Oosterling (2000). VOC-Glossarium: Verklaringen van Termen, Verzameld Uit de Rijks Geschiedkundige Publicatiën, Die Betrekking Hebben op de Verenigde Oost-Indische Compagnie. The Hague: Instituut voor Nederlandse Geschiedenis. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ↑ Lohanda, Mona (2018). VOC Glossary Indonesia. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia and The Corts Foundation. hlm. 12.
  3. ↑ Friederici, G. "Beitrage zur Volker und Sprachenkunde von Deutsch-Neuguinea." Mitteil. aus den Deutsch. Schutzgeb., Erganzungsheft Nr. 5, 1912.
  4. 1 2 Haddon, Alfred Cort (1920). The Outriggers of Indonesian Canoes. London: Royal Anthropological Institute of Great Britain and Ireland.
  5. ↑ Mahdi, Waruno (2007). Malay Words and Malay Things: Lexical Souvenirs from an Exotic Archipelago in German Publications Before 1700. Otto Harrassowitz Verlag. ISBN 9783447054928.
  6. ↑ Martin, K. (1903). Reisen in den Molukken. Leiden: Geologische Theil.
  7. 1 2 Hornell, James (September 1936). "200. Boat Construction in Scandinavia and Oceania; Another Parallel in Botel Tobago". Man. 36: 145–147. doi:10.2307/2791098.
  8. 1 2 Ellen, R. F. (2003). On the Edge of the Banda Zone: Past and Present in the Social Organization of a Moluccan Trading Network. University of Hawaii Press. hlm. 157. ISBN 9780824826765.
  9. ↑ Horridge, G. Adrian (1982). The Lashed-lug Boat of the Eastern Archipelagoes, the Alcina MS and the Lomblem Whaling Boats (Maritime monographs and reports). Trustees of the National Maritime Museum. ISBN 978-0905555614.
  10. ↑ Skinner, H.D. (1957). "Migrations of culture in South-East Asia and Indonesia". The Journal of the Polynesian Society. 66 (2): 206–207.
  • l
  • b
  • s
Kapal, perahu, dan jenis layar tradisional Indonesia
Jenis layar dan sistem layar
  • Layar jung
  • Layar lete
  • Layar nade
  • Layar tanja
  • Sistem layar pinisi
Kapal dan perahu
perang dan niaga
(dari urutan tahun)
Kuno
  • Cerucuh
  • Kapal Borobudur
  • Jong
  • K'un-lun po
  • Lancang
  • Perahu
  • Sampan
Abad ke-14
  • Benawa
  • Ghurab
  • Jongkong
  • Kelulus
  • Lancaran
  • Malangbang
  • Pelang
  • Tongkang (perahu layar)
Abad ke-15
  • Pencalang
Abad ke-16
  • Banting (perahu)
  • Ghali
  • Juanga
  • Kalulis
  • Lepa-lepa
  • Londe
  • Penjajap
Abad ke-17
  • Knabat bogolu
  • Kora-kora
  • Kotta mara
  • Orembai
Abad ke-18
  • Chialoup
  • Jukung tambangan
  • Lepa
  • Padewakang
  • Perahu toop
Abad ke-19
  • Bajak
  • Bangkong
  • Golekan
  • Janggolan
  • Jellore
  • Lambo
  • Leti leti
  • Lis-alis
  • Palari
  • Sampan panjang
  • Solu
Perahu nelayan
  • Bagan (perikanan)
  • Bago
  • Jolloro
  • Jukung
  • Kakap
  • Paduwang
  • Pajala
  • Patorani
  • Peledang
  • Perahu mayang
  • Sandeq

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Deskripsi
  3. Galeri
  4. Lihat pula
  5. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026