Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Lepa-lepa

Lepa-lepa adalah kano tradisional dari bagian timur kepulauan Indonesia terutama di perairan Makassar. Ia adalah kapal nelayan jarak pendek, tetapi mereka juga dapat digunakan untuk pelayaran antar pulau. Lepa-lepa sangat Legendaris di masyarakat Makassar, baik itu sebuah alat transportasi Air, pesan leluhur. Terdapat pula nama Kampung Lepa Lepa di Galesong - Takalar, juga warisan Pelaut Makassar di Australia utara yang bernama Lipa-Lipa (Yolngu) yang tersimpan saat ini di Museum Maritim Darwin, Australia. Dan kini Lipa-Lipa (Lepa-lepa) merupakan satu di antara 250 bahasa warisan Makassar kepada masyarakat Yolngu di Aborigin Australia.

Perahu kayu dari Indonesia Timur
Diperbarui 20 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lepa-lepa
Untuk Jenis kapal yang digunakan orang Makassar - Sulawesi Selatan., lihat Paotere.
Balapan lepa-lepa di Pambusuang, 2016.

Lepa-lepa adalah kano tradisional dari bagian timur kepulauan Indonesia terutama di perairan Makassar. Ia adalah kapal nelayan jarak pendek, tetapi mereka juga dapat digunakan untuk pelayaran antar pulau. Lepa-lepa sangat Legendaris di masyarakat Makassar, baik itu sebuah alat transportasi Air, pesan leluhur. Terdapat pula nama Kampung Lepa Lepa di Galesong - Takalar, juga warisan Pelaut Makassar di Australia utara yang bernama Lipa-Lipa (Yolngu) yang tersimpan saat ini di Museum Maritim Darwin, Australia. Dan kini Lipa-Lipa (Lepa-lepa) merupakan satu di antara 250 bahasa warisan Makassar kepada masyarakat Yolngu di Aborigin Australia.[1]

Mereka sudah ada sejak setidaknya tahun 1500.[2] Perahu menjadi alat transportasi masyarakat di Indonesia terutama di dekat perairan dangkal dan Sungai sertai dipulau Pulau kecil yang ada di Nusantara [3]

Deskripsi

Lepa-lepa bermesin dengan cadik ganda.

Sampan lepa-lepa tradisional terbuat dari sepotong kayu berlubang (dasar perahu lesung). Kayunya bisa dari berbagai ukuran. Mereka dapat digunakan dengan atau tanpa layar, karena mereka dapat didorong dengan dayung pendek (disebut wosa dalam bahasa asli) dan galah penolak (doan).[4][5] Beberapa dari mereka mungkin dilengkapi dengan cadik ganda. Lepa-lepa dapat diperbesar dengan menambahkan papan tambahan ke bagian sisinya. Sebuah perahu yang telah ditambahkan dengan haluan kalulis disebut lepa-lepa kalulis. Layar yang digunakan berasal dari jenis nade, gap, dan tanja. Setelah 1980-an lepa-lepa mulai dimodernisasi dengan menambahkan mesin tempel.[4] Lepa-lepa modern dibuat dari fiberglass.[6] Panjang lepa-lepa sekitar 3,4–9,3 m, dengan lebar 40–80 cm, dan kedalaman 30–55 cm.[7]

Peran

Lepa-lepa utamanya digunakan untuk memancing. Mereka juga digunakan untuk mengangkut, seperti mengangkut produk perdagangan (Teripang, ikan, sayuran hijau), dan mengangkut orang-orang. Lepa-lepa cocok untuk bermanuver melalui selat dangkal yang sempit menggunakan kombinasi galah dan dayung. Namun saat ini, tidak dianggap layak untuk berlayar atau mendayung untuk jarak yang jauh menggunakan lepa-lepa, dan lepa-lepa bermotor lebih sering digunakan.[4]

Lihat juga

  • Hubungan nelayan Makassar dengan Australia
  • Patorani
  • Suku Makassar
  • Yolngu
  • Galesong
  • Aborigin

Referensi

  1. ↑ Ellen (2003). p. 156.
  2. ↑ Ellen (2003). p. 150.
  3. ↑ Ellen (2003). p. 156.
  4. 1 2 3 Ellen (2003). p. 156.
  5. ↑ Ellen (2003). p. 154.
  6. ↑ "Perahu Lepa Lepa". www.antarafoto.com. Diakses tanggal 2020-01-22.
  7. ↑ Ellen (2003). p. 156.

Bacaan lanjutan

  • Ellen, R. F. (2003). On the Edge of the Banda Zone: Past and Present in the Social Organization of a Moluccan Trading Network. University of Hawaii Press.
  • l
  • b
  • s
Kapal, perahu, dan jenis layar tradisional Indonesia
Jenis layar dan sistem layar
  • Layar jung
  • Layar lete
  • Layar nade
  • Layar tanja
  • Sistem layar pinisi
Kapal dan perahu
perang dan niaga
(dari urutan tahun)
Kuno
  • Cerucuh
  • Kapal Borobudur
  • Jong
  • K'un-lun po
  • Lancang
  • Perahu
  • Sampan
Abad ke-14
  • Benawa
  • Ghurab
  • Jongkong
  • Kelulus
  • Lancaran
  • Malangbang
  • Pelang
  • Tongkang (perahu layar)
Abad ke-15
  • Pencalang
Abad ke-16
  • Banting (perahu)
  • Ghali
  • Juanga
  • Kalulis
  • Lepa-lepa
  • Londe
  • Penjajap
Abad ke-17
  • Knabat bogolu
  • Kora-kora
  • Kotta mara
  • Orembai
Abad ke-18
  • Chialoup
  • Jukung tambangan
  • Lepa
  • Padewakang
  • Perahu toop
Abad ke-19
  • Bajak
  • Bangkong
  • Golekan
  • Janggolan
  • Jellore
  • Lambo
  • Leti leti
  • Lis-alis
  • Palari
  • Sampan panjang
  • Solu
Perahu nelayan
  • Bagan (perikanan)
  • Bago
  • Jolloro
  • Jukung
  • Kakap
  • Paduwang
  • Pajala
  • Patorani
  • Peledang
  • Perahu mayang
  • Sandeq

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Peran
  3. Lihat juga
  4. Referensi
  5. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Peledang

layar yang terbuat dari anyaman daun pandan dan dayung. Perahu itu dilengkapi dengan tombak bambu, yang kaitnya diikatkan ke perahu menggunakan "tali keramat"

Patorani

Perahu nelayan tradisional Makassar

Paulownia

genus tumbuh-tumbuhan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026