Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Aneksasi Yerusalem Timur oleh Israel

Aneksasi Yerusalem Timur oleh Israel, dikenal oleh orang Israel sebagai penyatuan kembali Yerusalem, merujuk kepada pendudukan yang dilakukan oleh Israel di Yerusalem Timur selama Perang Enam Hari di tahun 1967, beserta aneksasinya. Yerusalem sebenarnya ingin dijadikan sebuah kota yang terpisah dan internasional melalui rencana pemisahan PBB tahun 1947, tetapi kemudian dipisahkan melalui perang tahun 1948 yang diikuti dengan deklarasi kemerdekaan Israel. Persetujuan Gencatan Senjata 1949 menghasilkan bagian barat kota untuk Israel, sedangkan bagian timurnya, terdapat Kota Lama yang terkenal, di bawah kontrol Yordania. Pada tahun 1950, Yordania menganeksasi Yerusalem Timur sebagai bagian dari aneksasi Tepi Barat yang lebih besar lagi.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Januari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aneksasi Yerusalem Timur oleh Israel
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Januari 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Israeli annexation of East Jerusalem}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
Bagian dari seri hal ihwal
Yerusalem
Bukit Bait Allah
  • Sejarah
    • Lini Masa
  • Kota Daud
  • Zaman Bait Allah II
  • Elia Kapitolina
  • Abad Pertengahan
  • Zaman Daulat Islam
  • Kerajaan Yerusalem
  • Mutasarifiyat
  • Mandat Inggris
  • Penyerobotan Israel atas Yerusalem Barat
  • Aneksasi Yordania atas Yerusalem Timur
  • Aneksasi Israel atas Yerusalem Timur
Pengepungan
  • 701 SM
  • 597 SM
  • 587 SM
  • 63 SM
  • 37 SM
  • 70
  • 614
  • 637
  • 1099
  • 1187
  • 1244
  • 1834
  • 1917
  • 1948
Tempat
  • Timur
  • Barat
  • Kota Tua
  • Bukit Bait Allah
    • Kubatus Sakrah
    • Masjidil Aqsa
  • Tembok Ratapan
  • Sinagoge
  • Mesjid
  • Gereja Makam Kudus
  • Universitas Ibrani
  • Keneset
  • Taman Satwa Alkitab
  • Tokoh Masyarakat
    • Sejarah Demografis
  • Wali Kota
  • Rabi Ketua
  • Mufti Besar
  • Batrik Ortodoks Yunani
  • Raja-Raja Tentara Salib
Status Politis
  • Signifikansi Religius
    • Agama Yahudi
    • Agama Kristen
    • Agama Islam
  • Undang-Undang Yerusalem
  • Hari Yerusalem
  • Hari Quds
  • Yahudisasi
  • Islamisasi
  • Undang-Undang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem
  • Pengakuan Amerika Serikat
Lain-Lain
  • Nama
  • Bendera
  • Lambang
  • Pusat Pemerintahan Kotapraja
  • Yerusalem Raya
  • Lini Kota
  • Angkutan
  • Lagu
  • Peta
  • l
  • b
  • s
  • l
  • b
  • s
Wilayah pendudukan Israel
Berlangsung
  • Pendudukan Tepi Barat
    • Enklave di Tepi Barat
    • Pemindahan penduduk di Yerusalem Timur
  • Pendudukan dan blokade Jalur Gaza
  • Pendudukan Dataran Tinggi Golan
Historis
  • Pendudukan Lebanon Selatan
  • Pendudukan Semenanjung Sinai
Usulan
  • Aneksasi Lembah Yordan
  • Aneksasi Tepi Barat

Aneksasi Yerusalem Timur oleh Israel, dikenal oleh orang Israel sebagai penyatuan kembali Yerusalem,[1][2][3] merujuk kepada pendudukan yang dilakukan oleh Israel di Yerusalem Timur selama Perang Enam Hari di tahun 1967, beserta aneksasinya.[4] Yerusalem sebenarnya ingin dijadikan sebuah kota yang terpisah dan internasional melalui rencana pemisahan PBB tahun 1947, tetapi kemudian dipisahkan melalui perang tahun 1948 yang diikuti dengan deklarasi kemerdekaan Israel. Persetujuan Gencatan Senjata 1949 menghasilkan bagian barat kota untuk Israel, sedangkan bagian timurnya, terdapat Kota Lama yang terkenal, di bawah kontrol Yordania.[5][a] Pada tahun 1950, Yordania menganeksasi Yerusalem Timur sebagai bagian dari aneksasi Tepi Barat yang lebih besar lagi.

Israel menduduki Yerusalem Timur pada Perang Enam Hari tahun 1967; sejak saat itu, seluruh kota berada di bawah kontrol Israel. Di Israel, penyatuan kembali Yerusalem dirayakan dan diperingati sebagai Hari Yerusalem, hari libur tahunan. Pada bulan Juli 1980, Knesset mengesahkan Hukum Yerusalem sebagai bagian dari Hukum Dasar negara, yang menyatakan Yerusalem sebagai kota yang bersatu dan berstatus ibu kota Israel, memformalisasi aneksasinya yang efektif.[7] Dewan Keamanan PBB menyatakan hukum ini sebagai hukum "yang batal dan tidak berlaku" dalam Resolusi 478 Dewan Keamanan PBB.

Lihat pula

  • Status Yerusalem
  • Resolusi 271 Dewan Keamanan PBB
  • Resolusi 465 Dewan Keamanan PBB
  • Resolusi ES-10/L.22 Majelis Umum PBB

Catatan

  1. ↑ "Both states treated the respective sectors of Jerusalem under their effective control as forming an integral part of their state territory between 1948 and 1967, and each recognized the other's de facto control in their respective sectors by the signature of the 1949 Jordan-Israel General Armistice Agreement."[6]

Rujukan

  1. ↑ Efrat, Elisha; Noble, Allen G. (1988-11-01). "Problems of reunified Jerusalem". Cities (dalam bahasa Inggris). 5 (4): 326–332. doi:10.1016/0264-2751(88)90022-4. ISSN 0264-2751.
  2. ↑ Romann, M. (1978-11-01). "Jerusalem since 1967: A profile of a reunited city". GeoJournal (dalam bahasa Inggris). 2 (6): 499–506. doi:10.1007/BF00208589. ISSN 1572-9893. S2CID 153456123.
  3. ↑ Kershner, Isabel (2017-06-25). "50 Years After War, East Jerusalem Palestinians Confront a Life Divided". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2022-05-28.
  4. ↑ The Legal Status of East Jerusalem (PDF) (Report). Norwegian Refugee Council. 2013. hlm. 9. Immediately after the 1967 War the Government of Israel unilaterally annexed about 70,500 dunams (approximately 17,400 acres) of the Jordanian Jerusalem and West Bank land to the municipal boundaries of West Jerusalem. In addition to the areas of Jerusalem that had previously been controlled by Jordan (approximately 6,500 dunams), the annexed lands included an additional 64,000 dunams, most of which belonged to 28 Palestinian villages in the West Bank; the remaining annexed lands were within the municipal boundaries of Bethlehem and Beit Jala. With this annexation, the total area of Jerusalem tripled, making Jerusalem Israel's largest city, in both territory and population. This annexed territory is known today as "East Jerusalem".
  5. ↑ Hasson, Shlomo (2000). "A Master Plan for Jerusalem: Stage One – the Survey". Dalam Maʻoz, Moshe; Nusseibeh, Sari (ed.). Jerusalem: Points Beyond Friction, and Beyond. Kluwer Law International. hlm. 15–24. ISBN 978-90-411-8843-4. OCLC 43481699. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 May 2021. Diakses tanggal 31 August 2017.
  6. ↑ Korman, Sharon (1996). The Right of Conquest: The Acquisition of Territory by Force in International Law and Practice. Oxford University Press. hlm. 251. ISBN 978-0-19-158380-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 May 2021. Diakses tanggal 23 December 2018.
  7. ↑ "Basic Law: Jerusalem, Capital of Israel". Israel Ministry of Foreign Affairs. 30 July 1980. Diakses tanggal 2 April 2007.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Catatan
  3. Rujukan

Artikel Terkait

Yerusalem

wilayah sengketa di Asia Barat

Perang Arab–Israel 1948

tahap kedua dan terakhir perang Palestina 1947–1949

Israel

negara di Asia Barat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026