Pengepungan Yerusalem terjadi pada kampanye Pompey Agung di Timur, tak lama setelah kesuksesannya dalam Perang Mithridatik Ketiga. Pompey dibujuk untuk campur tangan dalam sengketa atas pewarisan takhta Kerajaan Hasmonea, yang berujung pada perang antara Hyrcanus II dan Aristobulus II. Penaklukannya terhadap yerusalem dikatakan mengakhiri kemerdekaan negara Yahudi, dan kemudian memasukkan Yudea sebagai kerajaan klien ke Republik Romawi dan kemudian sebagai provinsi ke Kekaisaran Romawi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pengepungan Yerusalem | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Saudara Hasmonea | |||||||||
Pompey memasuki Bait Yerusalem. Lukisan karya Jean Fouquet, sesuai dengan sebuah peristiwa yang dicatat oleh Flavius Josephus dalam The Antiquities of the Jews. | |||||||||
| |||||||||
| Pihak terlibat | |||||||||
| Republik Romawi | Kerajaan Hasmonea | ||||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||||
|
Pompey Agung Faustus Sulla | Aristobulus II | ||||||||
| Kekuatan | |||||||||
| 12 000 pasukan Romawi | |||||||||
Pengepungan Yerusalem (63 SM) terjadi pada kampanye Pompey Agung di Timur, tak lama setelah kesuksesannya dalam Perang Mithridatik Ketiga. Pompey dibujuk untuk campur tangan dalam sengketa atas pewarisan takhta Kerajaan Hasmonea, yang berujung pada perang antara Hyrcanus II dan Aristobulus II. Penaklukannya terhadap yerusalem dikatakan mengakhiri kemerdekaan negara Yahudi, dan kemudian memasukkan Yudea sebagai kerajaan klien ke Republik Romawi dan kemudian sebagai provinsi ke Kekaisaran Romawi.