Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAneksasi Tibet oleh Republik Rakyat Tiongkok
Artikel Wikipedia

Aneksasi Tibet oleh Republik Rakyat Tiongkok

Penggabungan Tibet ke dalam Republik Rakyat Tiongkok adalah proses di mana Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memperoleh penguasaan atas Tibet. Wilayah ini berada di bawah penguasaan Tiongkok setelah upaya oleh Pemerintah Tibet untuk memperoleh pengakuan internasional, upaya untuk memodernisasi militernya, perundingan antara Pemerintah Tibet dan RRT, konflik militer di daerah Qamdo di Kham Barat pada Oktober 1950, dan akhirnya penerimaan Persetujuan Tujuh Belas Poin oleh Pemerintah Tibet di bawah tekanan Tiongkok pada Oktober 1951. Di Barat, proses ini umumnya diyakini bahwa Tiongkok mencaplok Tibet. Pemerintah Tibet dan struktur sosial Tibet tetap pada tempatnya di Daerah Otonomi Tibet di bawah otoritas Tiongkok sampai pemberontakan Tibet 1959, ketika Dalai Lama melarikan diri ke pengasingan dan setelah itu Pemnerintah Tibet dan struktur sosial Tibet dibubarkan.

invasi Tibet oleh Tiongkok
Diperbarui 18 Desember 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aneksasi Tibet oleh Republik Rakyat Tiongkok
Artikel ini berisi tentang proses di mana Republik Rakyat Tiongkok menyerbu dan menguasai Tibet. Untuk kampanye militer oleh RRT terhadap wilayah Chamdo di Tibet, lihat Pertempuran Chamdo.
Aneksasi Tibet oleh Republik Rakyat Tiongkok
Tanggal6 Oktober 1950 – 23 Mei 1951
(7 bulan dan 3 hari)
LokasiTibet
Hasil Tujuh Belas Butir Perjanjian Pembebasan Damai Tibet
Perubahan
wilayah
Tibet dianeksasi oleh Republik Rakyat Tiongkok.
Pihak terlibat
 Tibet  Republik Rakyat Tiongkok
Tokoh dan pemimpin
Ngawang Sungrab Thutob
Ngapoi Ngawang Jigme (POW)[1]
Lhalu Tsewang Dorje[2]
Mao Zedong
Liu Bocheng
Zhang Guohua
Fan Ming
Pasukan
 Angkatan Darat Tibet[3]  Angkatan Darat Tiongkok[4][5]
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Tibet
Istana Potala
  • Neolitikum Tibet
  • Zhangzhung
  • Dinasti Yarlung
  • Kekaisaran Tibet
  • Era Fragmentasi
  • Kekaisaran Mongol
  • Kekuasaan Yuan
  • Dinasti Phagmodrupa
  • Dinasti Rinpungpa
  • Dinasti Tsangpa
  • Bangkitnya Ganden Phodrang
  • Kekuasaan Qing
  • Pasca-Qing sampai 1950
  • Wilayah Otonomi Tiongkok
Lihat juga
  • Linimasa
  • Uang sejarah
  • Daftar penguasa
  • Eksplorasi Eropa
  • Portal Tibet
  • l
  • b
  • s

Penggabungan Tibet ke dalam Republik Rakyat Tiongkok (disebut "Invasi Tiongkok ke Tibet" oleh Pemerintahan Tibet dalam Pengasingan;[6] disebut 'Pembebasan Damai Tibet' di Tiongkok[7][8][9]) adalah proses di mana Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memperoleh penguasaan atas Tibet. Wilayah ini berada di bawah penguasaan Tiongkok setelah upaya oleh Pemerintah Tibet untuk memperoleh pengakuan internasional, upaya untuk memodernisasi militernya, perundingan antara Pemerintah Tibet dan RRT, konflik militer di daerah Qamdo di Kham Barat pada Oktober 1950, dan akhirnya penerimaan Persetujuan Tujuh Belas Poin oleh Pemerintah Tibet di bawah tekanan Tiongkok pada Oktober 1951.[10][11] Di Barat, proses ini umumnya diyakini bahwa Tiongkok mencaplok Tibet.[12] Pemerintah Tibet dan struktur sosial Tibet tetap pada tempatnya di Daerah Otonomi Tibet di bawah otoritas Tiongkok sampai pemberontakan Tibet 1959, ketika Dalai Lama melarikan diri ke pengasingan dan setelah itu Pemnerintah Tibet dan struktur sosial Tibet dibubarkan.[13]

Latar belakang

Pada tahun 1913, segera setelah invasi Britania ke Tibet pada tahun 1904—pembentukan formasi Agen Perdagangan Britania di Gyantse—dan Revolusi Xinhai pada tahun 1911, sebagian besar wilayah yang terdiri dari Daerah Otonomi Tibet (TAR) saat ini (Ü-Tsang dan Kham barat) menjadi independen de facto dari pangkuan Tiongkok saat kini[14] dengan bagian lainnya dari TAR saat ini menjadi di bawah kekuasaan Pemerintah Tibet pada tahun 1917.[15] Beberapa daerah perbatasan dengan populasi etnis Tibet yang tinggi (Amdo dan Kham Timur) tetap berada di bawah penguasaan Kuomintang atau panglima perang setempat.[16]

Wilayah TAR juga dikenal sebagai "Tibet Politis", sementara semua daerah dengan populasi etnis Tibet yang tinggi secara kolektif dikenal sebagai "Etnis Tibet". Tibet Politis mengacu kepada pemerintahan yang diperintah terus-menerus oleh pemerintah Tibet sejak masa-masa awal hingga tahun 1951, sementara etnis Tibet mengacu kepada wilayah utara dan timur di mana orang Tibet secara historis mendominasi tetapi hingga zaman modern, yurisdiksi Tibet tidak teratur dan terbatas hanya pada daerah-daerah tertentu.[17]

Pada saat itu, Tibet Politis memperoleh kemerdekaan de facto, sistem sosial ekonomi dan politiknya menyerupai Eropa Abad Pertengahan.[18] Upaya-upaya oleh Dalai Lama ke-13 antara tahun 1913 dan 1933 untuk memperbesar dan memodernisasi militer Tibet akhirnya gagal, sebagian besar karena penentangan dari para aristokrat dan biarawan yang berpengaruh.[19][20] Pemerintah Tibet hanya memiliki sedikit kontak dengan pemerintah lainnya di dunia selama periode kemerdekaan de facto,[20] dengan beberapa pengecualian, terutama India, Britania Raya, dan Amerika Serikat.[21][22] Hal ini menyebabkan Tibet terisolasi secara diplomatis dan terputus pada hal di mana ia tidak dapat membuat posisinya menjadi dikenal masyarakat internasional mengenai isu Tibet[23] dan Tibet dibatasi oleh traktat yang memberikan kewenangan kepada Imperium Britania atas pajak, hubungan luar negeri, dan benteng pertahanan.

Lihat juga

  • iconPortal Tiongkok
  • iconPortal Tibet
  • Sejarah Tibet
  • Tibet (1912–1951)
  • Sejarah Tibet (1950–sekarang)
  • Perdebatan kedaulatan Tibet
  • Monumen menuju Pembebasan Damai Tibet
  • Perang Tiongkok-Tibet (1930–1932)
  • Penggabungan Xinjiang ke dalam Republik Rakyat Tiongkok
  • Daftar pendudukan militer

Referensi

Kutipan

  1. ↑ Mackerras, Colin. Yorke, Amanda. The Cambridge Handbook of Contemporary China. [1991]. Cambridge University Press. ISBN 0-521-38755-8. p.100.
  2. ↑ Goldstein, Melvyn C. (1991). A history of modern Tibet, 1913–1951, the demise of the lamaist state. University of California Press. hlm. 639.
  3. ↑ Freedom in Exile: The Autobiography of the Dalai Lama, 14th Dalai Lama, London: Little, Brown and Co, 1990 ISBN 0-349-10462-X
  4. ↑ Laird 2006 p.301.
  5. ↑ Shakya 1999, p.43
  6. ↑ "China could not succeed in destroying Buddhism in Tibet: Sangay". Central Tibetan Administration. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-21. Diakses tanggal 2018-11-23.
  7. ↑ "Peaceful Liberation of Tibet". Xinhua News Agency.
  8. ↑ Dawa Norbu (2001). China's Tibet Policy. Psychology Press. hlm. 300–301. ISBN 978-0-7007-0474-3.
  9. ↑ Melvyn C. Goldstein; Gelek Rimpoche (1989). A History of Modern Tibet, 1913-1951: The Demise of the Lamaist State. University of California Press. hlm. 679, 740. ISBN 978-0-520-06140-8.
  10. ↑ Anne-Marie Blondeau; Katia Buffetrille (2008). Authenticating Tibet: Answers to China's 100 Questions. University of California Press. hlm. 61. ISBN 978-0-520-24464-1. It was evident that the Chinese were not prepared to accept any compromises and that the Tibetans were compelled, under the threat of immediate armed invasion, to sign the Chinese proposal.
  11. ↑ Tsepon Wangchuk Deden Shakabpa (October 2009). One Hundred Thousand Moons: An Advanced Political History of Tibet. BRILL. hlm. 953, 955. ISBN 90-04-17732-9.
  12. ↑ "Tibet Through Chinese Eyes", The Atlantic, 1999
  13. ↑ Goldstein 1997 p.54,55. Feigon 1996 p.160,161. Shakya 1999 p.208,240,241. (all sources: fled Tibet, repudiated agreement, dissolved local government).
  14. ↑ Shakya 1999 p.4
  15. ↑ Feigon 1996 p.119
  16. ↑ Shakya 1999 p.6,27. Feigon 1996 p.28
  17. ↑ The classic distinction drawn by Sir Charles Bell and Hugh Richardson. See Melvin C. Goldstein,'Change, Conflict and Continuity among a community of Nomadic Pastoralists: A Case Study from Western Tibet, 1950-1990,' in Robert Barnett and Shirin Akiner, (eds.,) Resistance and Reform in Tibet, Indiana University Press, Bloomington, 1994, pp. 76-90, pp.77-8.
  18. ↑ Shakya 1999 p.11
  19. ↑ Feigon 1996 p.119-122. Goldstein 1997 p.34,35.
  20. 1 2 Shakya 1999 p.5,11
  21. ↑ Shakya 1999 p.7,15,16
  22. ↑ Goldstein 1997 p.37
  23. ↑ Goldstein 1997 p.36

Sumber

  • Feigon, Lee. Demystifying Tibet: Unlocking the Secrets of the Land of Snows (1996) Ivan R. Dee Inc. ISBN 1-56663-089-4
  • Ford, Robert. Wind Between The Worlds The extraordinary first-person account of a Westerner's life in Tibet as an official of the Dalai Lama (1957) David Mckay Co., Inc.
  • Goldstein, Melvyn C. A History of Modern Tibet, 1913-1951: The Demise of the Lamaist State (1989) University of California Press. ISBN 978-0-520-06140-8
  • Goldstein, Melvyn C. The Snow Lion and the Dragon: China, Tibet, and the Dalai Lama (1997) University of California Press. ISBN 0-520-21254-1
  • Grunfeld, A. Tom. The Making of Modern Tibet (1996) East Gate Book. ISBN 978-1-56324-713-2
  • Knaus, Robert Kenneth. Orphans of the Cold War: America and the Tibetan Struggle for Survival (1999) PublicAffairs . ISBN 978-1-891620-18-8
  • Laird, Thomas. The Story of Tibet: Conversations with the Dalai Lama (2006) Grove Press. ISBN 0-8021-1827-5
  • Shakya, Tsering. The Dragon In The Land Of Snows (1999) Columbia University Press. ISBN 0-231-11814-7
  • Robert W. Ford Captured in Tibet, Oxford University Press, 1990, ISBN 978-0-19-581570-2
  • l
  • b
  • s
Perang Saudara Tiongkok
Pihak yang terlibat dan kampanye militer utama
Partai Nasionalis /  Republik Tiongkok ( Tentara Revolusioner Nasional → Angkatan Bersenjata Republik Tiongkok)

Partai Komunis /  Tiongkok ( Tentara Merah → Tentara Rute ke-8, N4A, dsb → Tentara Pembebasan Rakyat)

Pra-1945Pasca-1945Isu-isu saat ini
1924 Front Persatuan Pertama
1926 Kudeta Kanton
1927 Insiden Nanking
Komune Shanghai
Pembantaian Shanghai
Perpecahan Nanjing-Wuhan
Insiden 715
Pemberontakan Nanchang
Pemberontakan Panen Musim Gugur
Pemberontakan Guangzhou
1929 Konflik Tiongkok-Soviet
1930–1934 Kampanye Pengepungan
1931–1934 Republik Soviet Tiongkok
1933–1934 Pemerintahan Rakyat Fujian
1934–1936 Mars Panjang
1936 Insiden Xi'an
1937–1946 Front Persatuan Kedua
1944 Misi Dixie
1945 Negosiasi Chongqing
Perjanjian Sepuluh Kembar
Penyerahan kembali Taiwan
1946 Insiden Jiaochangkou
1945-1947 Misi Marshall
1945–1949 Operasi Beleaguer
1946–1949 Revolusi
1948 Insiden SS Kiangya
Kampanye Liaoshen
1948–1949 Kampanye Huaihai
Kampanye Pingjin
1949 Insiden Kapal Uap Taiping
Kampanye Penyeberangan Sungai Yangtze
Insiden Amethyst
Pemerintah Republik Tiongkok mundur ke Taiwan
Penggabungan Xinjiang
1949–1953 Pengeboman Shanghai
1950 Kampanye Pulau Hainan
Kampanye Kepulauan Wanshan
Pertempuran Chamdo (Penggabungan Tibet)
1950–1958 Pemberontakan Islam Kuomintang
1955 Krisis Selat Taiwan Pertama
1958 Krisis Selat Taiwan Kedua
1960–1961 Perbatasan Tiongkok–Burma
1961–1972 Proyek Kejayaan Nasional
1996 Krisis Selat Taiwan Ketiga
2005–kini Kunjungan Pan-Biru
  • Status politik Taiwan
  • Reunifikasi Tiongkok
  • Gerakan kemerdekaan Taiwan
  • Hubungan Lintas Selat

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Lihat juga
  3. Referensi
  4. Kutipan
  5. Sumber

Artikel Terkait

Invasi Tibet 1950-1951

artikel daftar Wikimedia

Sriwijaya

Kerajaan 671-1025 di Asia Tenggara

Pemberontakan Tibet 1959

Tibet, yang berada dalam kekuasaan Partai Komunis Tiongkok sejak Tentara Pembebasan Rakyat menginvasi Tibet tahun 1950. Perang gerilya terjadi di Kham dan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026