Anak Marhaen Hanafi, juga dikenal dengan A.M. Hanafi adalah mantan Menteri Urusan Tenaga Rakyat (1957–1958), Menteri Negara (1958-1959) dan mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuba (1963–1965). Akibat kedekatannya dengan Soekarno, ia meminta dan mendapat suaka politik ke Prancis di mana dia tinggal hingga akhir hayatnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

A. M. Hanafi | |
|---|---|
| Menteri Urusan Pengerahan Tenaga Rakyat untuk Pembangunan Indonesia ke-1 | |
| Masa jabatan 9 April 1957 – 25 Juni 1958 | |
| Presiden | Sukarno |
| Perdana Menteri | Djuanda Kartawidjaja |
| Menteri Negara | |
| Masa jabatan 25 Juni 1958 – 6 Juli 1959 | |
| Presiden | Sukarno |
| Perdana Menteri | Djuanda Kartawidjaja |
| Duta Besar Indonesia untuk Kuba ke-2 | |
| Masa jabatan 1963–1965 | |
| Presiden | Sukarno |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1917-10-17)17 Oktober 1917 Bengkulu, Hindia Belanda |
| Meninggal | 2 Maret 2004(2004-03-02) (umur 86) Paris, Perancis |
| Kewarganegaraan | Indonesia |
| Profesi | Politisi, diplomat |
Anak Marhaen Hanafi, juga dikenal dengan A.M. Hanafi (lahir di Bengkulu, Hindia Belanda, 17 Oktober 1917 – meninggal di Paris, Prancis, 2 Maret 2004 pada umur 86 tahun)[1][2][a]adalah mantan Menteri Urusan Tenaga Rakyat (1957–1958), Menteri Negara (1958-1959) dan mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuba (1963–1965). Akibat kedekatannya dengan Soekarno,[3] ia meminta dan mendapat suaka politik ke Prancis di mana dia tinggal hingga akhir hayatnya.
| Jabatan diplomatik | ||
|---|---|---|
| Jabatan baru | Duta Besar Indonesia untuk Kuba 1963−1965 |
Diteruskan oleh: Haridadi Sudjono |
| Jabatan politik | ||
| Jabatan baru | Menteri Urusan Pengerahan Tenaga Rakyat untuk Pembangunan Indonesia 1957−1958 |
Diteruskan oleh: Soedibjo Soedjono |