Alklometason adalah kortikosteroid sintetis untuk penggunaan dermatologis topikal yang memiliki sifat antiinflamasi, antipruritus, dan vasokonstriksi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Aclovate, Cloderm |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a604021 |
| Rute pemberian | Topikal |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | 3% sistemik (topikal) |
| Metabolisme | Hati |
| Onset aksi | Eczema: 5.3 - 13.9 days; Psoriasis: 6.7 - 14.8 days [1] |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank |
|
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C22H29ClO5 |
| Massa molar | 408,92 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| | |
Alklometason adalah kortikosteroid sintetis untuk penggunaan dermatologis topikal yang memiliki sifat antiinflamasi, antipruritus, dan vasokonstriksi.[2]
Bakal obatnya yakni alklometason dipropionat awalnya dipasarkan dengan nama merek Aclovate oleh GlaxoSmithKline sebagai krim dan salep topikal. Namun sekarang versi generik obat tersebut tersedia.
Krim dan salep alklometason diindikasikan untuk meredakan penyakit kulit yang responsif terhadap kortikosteroid termasuk:
Alklometason dapat digunakan pada bagian kulit yang sensitif (wajah, lipatan kulit), pada pasien anak-anak berusia 1 tahun atau lebih, dan pada pasien geriatri.
Reaksi yang merugikan (kadang-kadang, kurang dari 1-2% kasus) meliputi:
Alklometason menginduksi produksi lipokortin, yang secara formal dikenal sebagai aneksin, yang menghambat fosfolipase A2 – enzim yang bertanggung jawab untuk sintesis asam arakidonat. Tanpa oksidasi asam arakidonat; eikosanoid seperti prostaglandin, tromboksan, dan leukotriena tidak dapat diproduksi.
Alklometason juga menghambat pelepasan mediator pro-inflamasi dari leukosit (misalnya, sitokin, histamin, leukotriena, serotonin).
Alklometason tersedia dalam bentuk: