Taoisme adalah agama Asia Timur yang didirikan pada masa Tiongkok kuno, dengan banyak aliran atau denominasi, yang tidak satu pun menempati posisi ortodoksi dan hidup berdampingan secara damai. Cabang-cabang Taoisme biasanya membangun identitas mereka berdasarkan kumpulan kitab suci, yang merupakan pedoman praktik ritual. Kitab-kitab tersebut dianggap sebagai "latihan pernapasan", yakni "konfigurasi energi", perwujudan dari "pola surgawi", atau "wahyu tentang keteraturan".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


| Bagian dari seri tulisan mengenai |
| Taoisme |
|---|
| Portal Taoisme |
Taoisme adalah agama Asia Timur yang didirikan pada masa Tiongkok kuno , dengan banyak aliran atau denominasi, yang tidak satu pun menempati posisi ortodoksi dan hidup berdampingan secara damai.[1] Cabang-cabang Taoisme biasanya membangun identitas mereka berdasarkan kumpulan kitab suci, yang merupakan pedoman praktik ritual.[2] Kitab-kitab tersebut dianggap sebagai "latihan pernapasan", yakni "konfigurasi energi" (氣 qi), perwujudan dari "pola surgawi" (天問 tianwen),[3] atau "wahyu tentang keteraturan" (理 li).[4]
Aliran-aliran Taois paling awal muncul pada akhir Dinasti Han Timur (25–220 CE).[1] Mereka berkembang terutama di wilayah Shu, yang kini dikenal sebagai Sichuan.[1] Sejak abad ke-12 dan ke-13, beberapa cabang kecil bergabung menjadi aliran yang lebih besar, tetapi kemudian muncul pula aliran sampingan di sekitar tradisi utama.[1] Di masa modern, aliran-aliran yang ada cenderung diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok besar, yang umumnya terbagi menjadi dua denominasi utama: Quanzhendao dan Zhengyidao.