Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Aksara berciri

Aksara berciri atau aksara fitural adalah aksara yang bentuk huruf-hurufnya tidak sembarang, melainkan mengikuti kaidah fonologi sehingga bentuk huruf-hurufnya khas sesuai dengan ciri fonem-fonem yang dilambangkan. Istilah "berciri" dicetuskan oleh Geoffrey Sampson untuk mendeskripsikan aksara Hangeul dan stenografi Pitman.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Maret 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aksara berciri atau aksara fitural adalah aksara yang bentuk huruf-hurufnya tidak sembarang, melainkan mengikuti kaidah fonologi sehingga bentuk huruf-hurufnya khas sesuai dengan ciri fonem-fonem yang dilambangkan. Istilah "berciri" dicetuskan oleh Geoffrey Sampson untuk mendeskripsikan aksara Hangeul[1] dan stenografi Pitman.[2]

Ciri fonologis

Banyak aksara yang memiliki bentuk huruf sembarang, tidak ada keterkaitan secara fonologi, namun beberapa aksara juga memiliki ciri elemen-elemen fonologis yang terbatas. Banyak bahasa yang ditulis dengan alfabet Latin justru menambahkan huruf-huruf bertanda diakritik, yang kadang kala dianggap sebagai huruf yang berbeda dengan huruf Latin yang lazim. Sebagai contoh:

  • Alfabet bahasa Polandia mencirikan bunyi konsonan rongga-gigi menjadi pascarongga-gigi dengan aksen akut.
Huruf Konsonan yang dilambangkan Huruf Konsonan yang dilambangkan
C c Konsonan gesek rongga-gigi nirsuara Ć ć Konsonan gesek rongga-gigi-lelangit nirsuara
N n Konsonan sengau rongga-gigi Ń ń Konsonan sengau rongga-gigi-lelangit
S s Konsonan geser rongga-gigi nirsuara Ś ś Konsonan geser rongga-gigi-lelangit nirsuara
  • Aksara kana yang digunakan di Jepang mencirikan bunyi konsonan nirsuara menjadi bersuara dengan tanda dakuten.
Huruf Konsonan yang dilambangkan Huruf Konsonan yang dilambangkan
か (ka) Konsonan letup lelangit-belakang nirsuara が (ga) Konsonan letup lelangit-belakang bersuara
た (ta) Konsonan letup rongga-gigi nirsuara だ (da) Konsonan letup rongga-gigi bersuara
さ (sa) Konsonan geser rongga-gigi nirsuara ざ (za) Konsonan geser rongga-gigi bersuara

Alfabet Fonetis Internasional (AFI) juga memiliki beberapa unsur fonologis. Sebagai contoh, huruf berkait menandakan bahwa konsonan tersebut merupakan konsonan letup-balik (ɓ ɗ ʄ ɠ ʛ), sementara huruf berekor menandakan konsonan tarik-belakang (ʈ ɖ ʂ ʐ ɳ ɻ ɽ ɭ). Tanda diakritik pada AFI juga merupakan ciri.

Alfabet Fraser yang digunakan untuk menuliskan bahasa Lisu memberi ciri fonologis yang unik. Huruf-huruf yang melambangkan konsonan tenuis (P /p/, T /t/, F /ts/, C /tʃ/, dan K /k/) diputar sejauh 180° untuk mencirikan penghembusan.

Tidak seperti aksara lainnya yang memberi tanda diakritik untuk memberi ciri fonologis, aksara berciri menekankan perbedaan bentuk huruf secara fonologi. Aksara berciri yang populer adalah Hangeul dari Korea.

Artikulasi Huruf Konsonan yang dilambangkan Huruf Konsonan yang dilambangkan Huruf Konsonan yang dilambangkan
Konsonan langit-langit belakang ㅋ (k) Konsonan letup lelangit-belakang nirsuara ㄱ (g) Konsonan letup lelangit-belakang bersuara
Konsonan lidah tengah(1) ㅌ (t) Konsonan letup rongga-gigi nirsuara ㄷ (d) Konsonan letup rongga-gigi bersuara ㄴ (n) Konsonan sengau rongga-gigi
Konsonan sibilan(2) ㅅ (s) Konsonan geser rongga-gigi nirsuara ㅈ (z) Konsonan gesek rongga-gigi-lelangit nirsuara ㅊ (ch) Konsonan gesek rongga-gigi-lelangit nirsuara berhembus
Catatan
(1) Konsonan lidah tengah dihasilkan melalui bagian depan lidah, meliputi bunyi rongga-gigi, gigi, dan pascarongga-gigi.
(2) Konsonan sibilan adalah bunyi desis, meliputi bunyi geseran dan gesekan.

Contoh

Contoh aksara berciri meliputi:

  • Aksara penduduk asli Kanada
  • Stenografi Gregg
  • Stenografi Duployan
  • Hangeul — Korea
  • Alfabet Shavia
  • Tengwar (aksara fiktif yang diciptakan oleh J. R. R. Tolkien)
  • Tuturan visibel (sejenis aksara fonetis)
  • Tulisan isyarat (tulisan yang digunakan untuk menulis bahasa isyarat; secara teknis bukan merupakan alfabet[3]
  • Tulisan tuturan (Mundbildschrift: aksara yang digunakan untuk menuliskan gerakan mulut saat berucap)

Catatan kaki

  1. ↑ Sampson, p. 120.
  2. ↑ Sampson, p. 40.
  3. ↑ Martin, p. 5.

Referensi

  • Sampson, Geoffrey (1990). Writing Systems. Stanford University Press. ISBN 9780804717564.
  • Martin, Joe. A Linguistic Comparison: Two Notation Systems for Signed Languages (Thesis). ;
Ikon rintisan

Artikel bertopik aksara ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Ciri fonologis
  2. Contoh
  3. Catatan kaki
  4. Referensi

Artikel Terkait

Aksara Jawa

aksara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa dan bahasa sekitarnya

Aksara Nusantara

artikel daftar Wikimedia

Aksara Lontara

aksara tradisional yang digunakan untuk bahasa Bugis, Makassar, dan Mandar di Sulawesi di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026