Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Achmad Sodiki

Ahmad Sodiki adalah Hakim Konstitusi periode 2008-2013 dan Ia merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang dengan bidang keahlian Hukum Agraria dan filsafat hukum.

guru besar di Universitas Brawijaya
Diperbarui 15 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Achmad Sodiki
Achmad Sodiki
Hakim Konstitusi Indonesia
Masa jabatan
16 Agustus 2008 – 22 Juli 2013
Sebelum
Pendahulu
Ahmad Syarifuddin
Pengganti
Patrialis Akbar
Sebelum
Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi ke-4
Masa jabatan
14 Januari 2010 – 22 Juli 2013
Sebelum
Pendahulu
Abdul Mukthie Fadjar
Pengganti
Arief Hidayat
Informasi pribadi
Lahir11 November 1944 (umur 81)
Blitar, Indonesia
Pekerjaan
  • Akademisi
  • birokrat
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Ahmad Sodiki (lahir 11 November 1944) adalah Hakim Konstitusi periode 2008-2013 dan Ia merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang dengan bidang keahlian Hukum Agraria dan filsafat hukum.[1]

Ia lahir di Blitar, 11 November 1944. Masa kanak-kanak pria yang akrab disapa Sodiki ini, dijalani bersama kakek dan neneknya, disebabkan orangtuanya bercerai. Sang kakek, K.H. Imam Buchari mendidik dan membesarkannya, bahkan membiayai sekolahnya. Diluar pendidikan umum, Sodiki mendapat pendidikan keagamaan dari pamannya, K.H. Abdul Rachman, antara lain mengajarkan shalat dan membaca Al-Qur’an.[2]

Ia menempuh pendidikan S1 Sarjana Hukum Universitas Brawijaya pada tahun 1970. Penataran hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga 1978.[1] Pada tahun 1989, ia mengikuti Sandwich Program di Leiden, Belanda. Ia menyelesaikan S3 Doktor ilmu Hukum di Universitas Airlangga tahun 1994 dan pernah mengikuti kursus Lemhanas tahun 2001.[1]

Proses pemilihan Achmad Sodiki menjadi wakil ketua Mahkamah Konstitusi berlangsung alot pada 12 Januari 2010 hingga empat putaran. Pemilihan diikuti oleh sembilan hakim konstitusi di ruang sidang pleno Mahkamah Konstitusi. Berdasar Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 1 Tahun 2003, setiap anggota hakim konstitusi berhak untuk memilih dan dipilih. Calon terpilih adalah calon yang memperoleh suara 50 persen plus satu atau minimal lima suara. Pada putaran pertama, muncul empat nama calon yaitu Ahmad Sodiki dan Arsyad Sanusi (masing-masing mengantongi tiga suara), Harjono dan Akil Mochtar masing-masing satu suara, dan abstain satu suara. Putaran kedua dan ketiga menghasilkan perolehan yang sama, tiga suara untuk Arsyad dan empat suara untuk Sodiki, serta abstain dua.[3]

Karier

Tahun 1970, Sodiki lulus kuliah dan kemudian menjadi dosen di kampusnya, satu angkatan dengan Abdul Mukthie Fadjar yang lebih dulu diangkat sebagai hakim konstitusi. Sepanjang kariernya sebagai dosen, ia menjabat sebagai:

  • Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (1979-1983)
  • Ketua Program studi magister Hukum Fakultas Hukum universitas Brawijaya (1997)
  • Guru besar Hukum di Universitas Brawijaya (2000)
  • Rektor Universitas Islam Malang (1998-2002) dan dilanjutkan (2002-2006)
  • Anggota Komisi Konstitusi (2004)[4]
  • Dosen/Promotor Disertasi Doktor pada Universitas Brawijaya (Malang), Universitas Airlangga (Surabaya), Universitas Diponegoro (Semarang), Universitas Udayana (Bali), Universitas Mataram (Lombok)
  • Anggota Dewan Penyantun Sekolah Tinggi Pertahanan Nasional Yogyakarta
  • Ketua Badan Kerja sama Pusat Kajian Agraria tahun 2008.[1]
  • Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi tahun 2010 sampai dengan 2013.[5]

Karya tulis

  • Makalah "Tentang Hubungan Masyarakat Adat dengan UUD 1945", disampaikan sebagai prasyarat pendaftaran hakim konstitusi.

Tanda Kehormatan

  •  Indonesia :
    • Bintang Mahaputera Utama (7 Agustus 2015)[6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 1983-, Bahari, Adib, (2011). 129 pendekar hukum Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Yustisia. ISBN 9789793411040. OCLC 768480553. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ↑ "Profil Hakim Prof. Dr. Achmad Sodiki., S.H. | Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia". mkri.id. Diakses tanggal 2020-05-02.
  3. ↑ "Prasetya Online : Guru Besar FH UB Terpilih Jadi Wakil Ketua MK". prasetya.ub.ac.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-12. Diakses tanggal 2019-02-10.
  4. ↑ Post, The Jakarta. "Profiles of new Constitutional Court justices". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-05-02.
  5. ↑ Liputan6.com (2013-01-10). "Achmad Sodiki: Tugas Saya Melengkapi Mahfud MD". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-05-02. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  6. ↑ Daftar WNI Yang Memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Tahun 2004 - Sekarang (PDF). Diakses tanggal 25 Agustus 2021.
  • l
  • b
  • s
Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia
  1. A. Roestandi (2003–08)
  2. Soedarsono (2003–08)
  3. A.S. Natabaya (2003–08)
  4. A.M. Fadjar (2003–09)
  5. J. Asshiddiqie (2003–09)
  6. M. Siahaan (2003–09)
  7. M.L. Marzuki (2003–08, 2008–09)
  8. Harjono (2003–08, 2008–14)
  9. I.D.G. Palguna (2003–08, 2015–20)
  10. M.A. Sanusi (2008–11)
  11. M. Mahfud MD (2008–13)
  12. A. Sodiki (2008–13)
  13. A. Mochtar (2008–13)
  14. M. Alim (2008–15)
  15. Maria F. Indrati (2008–18)
  16. H. Zoelva (2010–15)
  17. A.F. Sumadi (2010–15)
  18. A. Usman (2011–kini)
  19. P. Akbar (2013–17)
  20. A. Hidayat (2013–2026)
  21. Aswanto (2014–2022)
  22. W. Adams (2014–2024)
  23. Suhartoyo (2015–kini)
  24. M.M.P Sitompul (2015–2023)
  25. S. Isra (2017–kini)
  26. E. Nurbaningsih (2018–kini)
  27. D.Y.P. Foekh (2020–kini)
  28. M.G. Hamzah (2022–kini)
  29. R. Mansyur (2023–kini)
  30. A. Sani (2024–kini)
  31. A. Kadir (2026–kini)
  32. L.P. Adi (2026–kini)
Dicetak tebal menandakan Ketua
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
Lain-lain
  • IdRef

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karier
  2. Karya tulis
  3. Tanda Kehormatan
  4. Referensi

Artikel Terkait

Universitas Brawijaya

universitas di Indonesia

Serikat Pekerja Kampus

menetapkan Ketua, Dhia Al Uyun dari Universitas Brawijaya dan Sekretaris Jenderal, Hariati Sinaga dari Universitas Indonesia. Pembentukan Serikat Pekerja

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya atau disingkat FEB UB didirikan pada 27 Juni 1957 dan diberi nama Perguruan Tinggi Ekonomi (PTEM). Sebuah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026