Beranda » Siswa Sukabumi Diduga Keracunan MBG, Susu Kadaluwarsa Luput dari Penyortiran, SPPG Tanggung Jawab
Posted in

Siswa Sukabumi Diduga Keracunan MBG, Susu Kadaluwarsa Luput dari Penyortiran, SPPG Tanggung Jawab

Jakarta Aktual – 31 Juli 2026 | Siswa Sukabumi Diduga Keracunan MBG, Susu Kadaluwarsa, Luput dari Penyortiran, SPPG Tanggung Jawab menjadi sorotan setelah insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SDN Bojongkoneng, Sukabumi, Jawa Barat. Insiden ini terjadi setelah siswa mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke sekolah mereka.

Menurut laporan, sebanyak 39 siswa mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan usai menyantap menu MBG yang disajikan pada Selasa, 28 Juli 2026. Belakangan diketahui bahwa susu yang diterima dapur sebagian kadaluwarsa dan diduga menjadi penyebab dugaan keracunan siswa tersebut.

Kepala SPPG Sukabumi Cibadak 2, Rizal Ramadhan, membenarkan bahwa sebanyak 39 siswa diduga mengalami keracunan itu setelah meminum susu dari menu MBG. "Memang ada indikasi, memang sebagian kecil dari susu tersebut ada yang lewat dari masa expired (kedaluwarsa) yaitu pada tanggal 28 Juni 2026," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, mencatat sebanyak 39 siswa terdampak akibat peristiwa yang terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026. "Data update terakhir dari Puskesmas mencatat ada 39 siswa yang terdampak. Mayoritas beristirahat di rumah dengan kondisi stabil," ujar Masykur Alawi.

📖 Baca juga:
KPK Yakin Kejagung Profesional Usut Dugaan Korupsi yang Jerat Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Insiden bermula saat makanan MBG dibagikan pada pukul 08.30 WIB dan dikonsumsi pukul 09.00 WIB. Hanya berselang 40 menit, puluhan murid mulai merasakan mual hingga pusing. SPPG yang menyediakan Makan Bergizi Gratis di Sukabumi bertanggung jawab atas insiden ini.

Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukabumi Cibadak 02 Dapur Nazran di Kabupaten Sukabumi resmi ditutup sementara. Langkah tegas ini diambil menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SDN Bojongkoneng usai mengonsumsi susu yang diduga telah kedaluwarsa sejak Juni 2026.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi Firman Juliansyah mengatakan bahwa operasional dapur di bawah naungan Yayasan Ulul Albab Fasihah Al Munawaroh itu dihentikan mulai hari ini, Jumat, 31 Juli 2026. Pihaknya kini tengah menunggu hasil uji laboratorium serta instruksi resmi dari BGN Pusat.

Upaya mitigasi dan penanganan medis langsung dilakukan sejak hari pertama kejadian. Dari total 40 siswa yang sempat bergejala, kondisi mereka saat ini dilaporkan telah membaik secara signifikan. "Kemarin tersisa enam anak yang masih bergejala. Hasil monitoring terbaru dari Kepala SPPG menunjukkan seluruh siswa sudah pulih, termasuk siswa yang sempat mendapat perawatan di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang," terangnya.

Siswa Sukabumi Diduga Keracunan MBG, Susu Kadaluwarsa, Luput dari Penyortiran, SPPG Tanggung Jawab masih dalam proses penyelidikan. SPPG yang menyediakan Makan Bergizi Gratis di Sukabumi harus bertanggung jawab atas insiden ini.

📖 Baca juga:
Koalisi Tuntut Latihan Militer Kopdes Merah Putih Dihentikan, Apa yang Terjadi?

Kesimpulan, insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SDN Bojongkoneng, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan suatu peristiwa yang sangat serius dan memerlukan penanganan yang tepat. SPPG yang menyediakan Makan Bergizi Gratis di Sukabumi harus bertanggung jawab atas insiden ini dan melakukan tindakan yang tepat untuk mencegah hal serupa terjadi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *