Beranda » Sempat ikuti MPLS, bocah perempuan di Karawang ditolak masuk SD dengan dalih kuota penuh, Orang Tua Protes Gembok Pagar Sekolah
Posted in

Sempat ikuti MPLS, bocah perempuan di Karawang ditolak masuk SD dengan dalih kuota penuh, Orang Tua Protes Gembok Pagar Sekolah

Jakarta Aktual – 20 Juli 2026 | Sempat ikuti MPLS, bocah perempuan di Karawang ditolak masuk SD dengan dalih kuota penuh, menjadi sorotanHangat di Kabupaten Bekasi. Aksi protes mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 6 Tambun Utara, Rabu (15/7/2026). Sejumlah orang tua calon peserta didik yang anaknya tidak lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) menggembok pagar sekolah sebagai bentuk kekecewaan terhadap hasil seleksi.

Aksi tersebut sempat mengganggu akses masuk siswa baru yang telah diterima dan akan mengikuti kegiatan MPLS. Para orang tua datang membawa poster sambil menyampaikan tuntutan agar proses seleksi SPMB dievaluasi. Mereka mempertanyakan hasil seleksi karena menganggap sejumlah calon siswa yang berdomisili di sekitar SMPN 6 Tambun Utara justru tidak diterima.

Sempat ikuti MPLS, bocah perempuan di Karawang ditolak masuk SD dengan dalih kuota penuh, menimbulkan kekecewaan orang tua. Akibat penggembokan pagar utama sekolah, aktivitas masuk peserta didik sempat terhambat sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan. Para orang tua menilai sistem penerimaan belum memberikan kesempatan yang adil bagi warga yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah.

Salah seorang orang tua calon peserta didik, Gunah, mengaku anaknya telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, namun tetap gagal diterima. "Saya ingin anak saya masuk diterima ke sekolah ini, udah gitu aja. Sebelumnya sudah ikut seleksi jalur pertama sampai ketiga tetap tergeser. Alasannya karena zonasi," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

📖 Baca juga:
Terseret Kasus Pembunuhan Anak Punk di Cikarang, Unggahan Terakhir Mondy Tatto di IG Diserbu Netizen

Sempat ikuti MPLS, bocah perempuan di Karawang ditolak masuk SD dengan dalih kuota penuh, menjadi masalah yang harus dipecahkan. Para orang tua ini menilai hasil seleksi belum berpihak kepada warga yang berdomisili di sekitar sekolah. Mereka juga meminta penjelasan mengenai mekanisme serta dasar penentuan kelulusan pada setiap jalur penerimaan.

Kasus Sempat ikuti MPLS, bocah perempuan di Karawang ditolak masuk SD dengan dalih kuota penuh, perlu menjadi perhatian. Diperlukan evaluasi yang lebih lanjut untuk memastikan bahwa proses seleksi berjalan adil dan transparan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan siswa baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *