Beranda » Rupiah Melemah Terkait Sentimen Global dan Geopolitik Timur Tengah
Posted in

Rupiah Melemah Terkait Sentimen Global dan Geopolitik Timur Tengah

Jakarta Aktual – 01 Juli 2026 | Rupiah masih tertekan sentimen The Fed dan geopolitik Timur Tengah, yang berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada perdagangan Selasa, rupiah ditutup melemah ke Rp17.907 per dolar AS, turun 56 poin akibat tekanan sentimen global dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat serta Iran.

Pasar tengah mengamati hasil potensi pembicaraan AS-Iran di Doha di tengah serangan rudal akhir pekan dari kedua belah pihak yang menguji gencatan senjata. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengumumkan para ahli Iran dan Oman akan membahas pendefinisian ulang jalur transit Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan guna menghalangi kapal di luar jalur ketentuan.

Rupiah masih tertekan sentimen The Fed dan geopolitik Timur Tengah, karena sentimen negatif dari luar negeri, khususnya pembicaraan perdamaian perang antara Amerika Serikat dan Iran, mempengaruhi pergerakan rupiah. Rupiah masih tertekan sentimen The Fed dan geopolitik Timur Tengah, karena ketidakpastian mengenai apakah kedua pihak akan bertemu menyoroti kerapuhan kesepakatan 17 Juni untuk menghentikan pertempuran yang telah menganggu aliran minyak global melalui Selat Hormuz.

Selain itu, pasar juga dipengaruhi oleh keyakinan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga minimal sekali tahun ini, didorong sikap hawkish, yakni kecenderungan mengetatkan kebijakan moneter yang ditunjukkan pembuat kebijakan pada pertemuan Juni lalu. Fokus investor beralih ke rilis data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) hari Kamis. Ekonom memproyeksikan penambahan 114 ribu lapangan kerja di AS dengan tingkat pengangguran tetap di level 4,3%.

📖 Baca juga:
AS Tundukkan Paraguay 4-1 di Piala Dunia 2026: Damián Bobadilla Membuat Kesalahan Fatal

Rupiah masih tertekan sentimen The Fed dan geopolitik Timur Tengah, karena sentimen global terutama dari perkembangan kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran mempengaruhi rupiah terhadap dolar AS. Rupiah masih tertekan sentimen The Fed dan geopolitik Timur Tengah, karena tekanan rupiah didorong ketidakpastian pembicaraan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Kesimpulan, rupiah masih tertekan sentimen The Fed dan geopolitik Timur Tengah, yang berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah masih tertekan sentimen The Fed dan geopolitik Timur Tengah, karena sentimen negatif dari luar negeri, khususnya pembicaraan perdamaian perang antara Amerika Serikat dan Iran, mempengaruhi pergerakan rupiah.

📖 Baca juga:
Isi Pasal 5 Perjanjian Iran-AS yang Dituding sebagai Penyebab Ketegangan di Selat Hormuz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *