Beranda » Isi Pasal 5 Perjanjian Iran-AS yang Dituding sebagai Penyebab Ketegangan di Selat Hormuz
Posted in

Isi Pasal 5 Perjanjian Iran-AS yang Dituding sebagai Penyebab Ketegangan di Selat Hormuz

Isi Pasal 5 Perjanjian Iran-AS yang Dituding sebagai Penyebab Ketegangan di Selat Hormuz
Isi Pasal 5 Perjanjian Iran-AS yang Dituding sebagai Penyebab Ketegangan di Selat Hormuz

Jakarta Aktual – 30 Juni 2026 | Isi pasal 5 perjanjian Iran-AS yang dituding sebagai penyebab ketegangan di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah Amerika Serikat dan Iran saling menuduh melanggar nota kesepahaman yang mengatur pelayaran aman di Selat Hormuz. Konflik ini dimulai setelah sebuah kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely, dihantam oleh drone Iran pada 25 Juni 2026, saat melintasi Selat Hormuz di lepas pantai Oman.

Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Selat Hormuz akan tetap berada di bawah pemerintahan Iran dan menolak campur tangan negara luar. Araghchi juga menegaskan bahwa setiap intervensi oleh pihak mana pun selain Iran dalam mengelola selat akan menunda pembukaan kembali dan meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

Isi pasal 5 perjanjian Iran-AS yang dituding sebagai penyebab ketegangan di Selat Hormuz juga menjadi perhatian karena perbedaan penafsiran mengenai pengawasan jalur pelayaran memicu kembali bentrokan kedua negara. Amerika Serikat dan Iran saling menuduh melanggar ketentuan dalam perjanjian tersebut untuk membenarkan baku tembak yang kembali terjadi pada akhir pekan lalu terkait perebutan kendali atas Selat Hormuz.

Isi pasal 5 perjanjian Iran-AS yang dituding sebagai penyebab ketegangan di Selat Hormuz juga menyebutkan bahwa kedua negara harus bekerja sama untuk mengakhiri perang di kawasan Teluk. Namun, rencana pembicaraan teknis lanjutan di Doha masih belum dipastikan oleh Iran.

📖 Baca juga:
Jepang dan Indonesia Bahas Peluang Transfer Kapal Perusak Kelas Asagiri

Isi pasal 5 perjanjian Iran-AS yang dituding sebagai penyebab ketegangan di Selat Hormuz juga menjadi sorotan karena Iran menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan menolak campur tangan negara luar. Araghchi juga menegaskan bahwa jika ada pihak lain yang ‘ngeyel’ terhadap aturan di Selat Hormuz akan diberikan ancaman dan aksi tegas dari Iran.

Kesimpulan dari isi pasal 5 perjanjian Iran-AS yang dituding sebagai penyebab ketegangan di Selat Hormuz adalah bahwa kedua negara harus bekerja sama untuk mengakhiri perang di kawasan Teluk dan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Isi pasal 5 perjanjian Iran-AS yang dituding sebagai penyebab ketegangan di Selat Hormuz juga menegaskan bahwa perbedaan penafsiran mengenai pengawasan jalur pelayaran memicu kembali bentrokan kedua negara.

📖 Baca juga:
Cuaca hari ini: Jakbar, Jaksel, Jaktim berpotensi hujan ringan, Warga Diminta Waspada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *