Jakarta Aktual – 30 Juni 2026 | Massa pendukung hadang rantis, polisi evakuasi bupati nonaktif Sudewa setelah 1,5 jam tak bisa keluar dari gedung Tipikor Semarang, menjadi salah satu momen yang paling menegangkan dalam persidangan kasus korupsi yang melibatkan Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang tersebut diwarnai dengan aksi ricuh dari para pendukung Sudewo setelah majelis hakim menolak nota keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh Sudewo.
Massa pendukung hadang rantis, polisi evakuasi bupati nonaktif Sudewa setelah 1,5 jam tak bisa keluar dari gedung Tipikor Semarang, karena mereka merasa kecewa dengan putusan tersebut. Mereka berusaha mendekati Sudewo yang keluar dari ruang sidang, namun aparat kepolisian langsung membentuk barikade untuk mengendalikan massa dan mengamankan jalannya pengawalan terhadap Sudewo yang menuju mobil rantis.
Polisi butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk mengevakuasi kendaraan taktis (rantis) Polrestabes Semarang yang membawa Sudewo keluar dari Pengadilan Tipikor Semarang. Massa pendukung hadang rantis, polisi evakuasi bupati nonaktif Sudewa setelah 1,5 jam tak bisa keluar dari gedung Tipikor Semarang, karena mereka menuntut petugas KPK yang diduga melakukan kekerasan itu meminta maaf.
Massa pendukung hadang rantis, polisi evakuasi bupati nonaktif Sudewa setelah 1,5 jam tak bisa keluar dari gedung Tipikor Semarang, menjadi bukti bahwa kasus korupsi yang melibatkan Sudewo masih memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab. Dalam persidangan, majelis hakim memutuskan menolak seluruh eksepsi yang diajukan pihak terdakwa, sehingga dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai telah memenuhi syarat formil maupun materiil, dan perkara dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara.
Kericuhan yang terjadi antara pendukung Sudewo dengan seorang petugas pengawal tahanan dari KPK memicu reaksi dari para pendukung hingga terjadi kericuhan di lokasi. Massa pendukung hadang rantis, polisi evakuasi bupati nonaktif Sudewa setelah 1,5 jam tak bisa keluar dari gedung Tipikor Semarang, menunjukkan bahwa situasi masih sangat panas dan memerlukan penanganan yang hati-hati dari aparat keamanan.
Massa pendukung hadang rantis, polisi evakuasi bupati nonaktif Sudewa setelah 1,5 jam tak bisa keluar dari gedung Tipikor Semarang, menjadi contoh bahwa kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik masih memiliki dampak yang luas dan kompleks. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang transparan dan adil untuk memastikan bahwa keadilan dapat ditegakkan.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa Massa pendukung hadang rantis, polisi evakuasi bupati nonaktif Sudewa setelah 1,5 jam tak bisa keluar dari gedung Tipikor Semarang, menunjukkan bahwa kasus korupsi yang melibatkan Sudewo masih memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab dan memerlukan penanganan yang hati-hati dari aparat keamanan.