Jakarta Aktual – 03 Juli 2026 | Ini alasan mengapa lagu bupati Purwakarta buat Atalia Praratya marah besar karena mengandung lirik yang merendahkan perempuan. Lagu berjudul ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat’ ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, memicu kontroversi dan kecaman dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPR RI Atalia Praratya. Atalia menyatakan bahwa lirik lagu tersebut tidak menunjukkan penghargaan terhadap perempuan dan justru memperkuat budaya patriarki.
Ini alasan mengapa lagu bupati Purwakarta buat Atalia Praratya marah besar karena liriknya yang dinilai merendahkan perempuan. Menurut Atalia, lirik lagu tersebut secara jelas melecehkan perempuan karena menjadikan pengalaman biologis perempuan sebagai bahan candaan. Atalia juga mempertanyakan pemilihan kata yang menurutnya tidak pantas untuk lagu tersebut.
Ini alasan mengapa lagu bupati Purwakarta buat Atalia Praratya marah besar karena mengandung muatan yang merendahkan perempuan. Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, menyatakan bahwa lirik lagu tersebut secara jelas melecehkan perempuan karena menjadikan pengalaman biologis perempuan sebagai bahan candaan. Selly menilai bahwa seorang kepala daerah semestinya mampu membedakan antara humor dengan narasi yang mengandung bias gender.
Ini alasan mengapa lagu bupati Purwakarta buat Atalia Praratya marah besar karena liriknya yang dinilai merendahkan perempuan. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, telah meminta maaf atas kontroversi lagu tersebut. Ia menyatakan bahwa lagu tersebut bukan ditujukan untuk merendahkan perempuan dan merupakan refleksi pribadi yang telah ditulis sejak 2020.
Ini alasan mengapa lagu bupati Purwakarta buat Atalia Praratya marah besar karena mengandung lirik yang merendahkan perempuan. Atalia Praratya dan Selly Andriany Gantina adalah dua tokoh yang telah menyatakan kecaman terhadap lagu tersebut. Mereka berdua menilai bahwa lirik lagu tersebut tidak menunjukkan penghargaan terhadap perempuan dan justru memperkuat budaya patriarki.
Kesimpulan dari kontroversi lagu bupati Purwakarta adalah bahwa lirik lagu tersebut dinilai merendahkan perempuan dan memperkuat budaya patriarki. Ini alasan mengapa lagu bupati Purwakarta buat Atalia Praratya marah besar karena mengandung muatan yang merendahkan perempuan. Lagu tersebut telah memicu kontroversi dan kecaman dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPR RI Atalia Praratya dan Selly Andriany Gantina.