Jakarta Aktual – 18 Juli 2026 | IHSG sepekan melesat 4,24 persen, kapitalisasi pasar capai Rp 10.749 T, menandai kenaikan signifikan dalam aktivitas bursa efek Indonesia. Pada pekan ini, IHSG menguat 4,24% menjadi 6.175,53, dengan kapitalisasi pasar melompat 3,95% menjadi Rp 10.749 triliun dari pekan lalu Rp 10.340 triliun.
Menurut analis, kenaikan IHSG sepekan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan harapan bahwa the Federal Reserve (the Fed) akan menahan suku bunga acuan ke depan. IHSG sepekan melesat 4,24 persen, kapitalisasi pasar capai Rp 10.749 T, juga dipengaruhi oleh meningkatnya minat investor asing terhadap pasar negara berkembang termasuk Indonesia.
Selain itu, IHSG sepekan melesat 4,24 persen, kapitalisasi pasar capai Rp 10.749 T, juga didukung oleh kenaikan harga minyak mentah dunia setelah Timur Tengah kembali memanas, yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Dalam pekan ini, investor asing melakukan aksi beli saham mencapai Rp 442,05 miliar, meningkatkan aktivitas transaksi di bursa efek.
IHSG sepekan melesat 4,24 persen, kapitalisasi pasar capai Rp 10.749 T, menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi investor. Dengan kenaikan ini, IHSG kembali sentuh level 6.100, menandai kenaikan signifikan dalam aktivitas bursa efek Indonesia. IHSG sepekan melesat 4,24 persen, kapitalisasi pasar capai Rp 10.749 T, merupakan kabar baik bagi investor dan perekonomian Indonesia.
Kesimpulan, IHSG sepekan melesat 4,24 persen, kapitalisasi pasar capai Rp 10.749 T, menandai kenaikan signifikan dalam aktivitas bursa efek Indonesia. Dengan didukung oleh beberapa faktor, termasuk penguatan nilai tukar rupiah dan harapan bahwa the Fed akan menahan suku bunga acuan ke depan, IHSG sepekan melesat 4,24 persen, kapitalisasi pasar capai Rp 10.749 T, menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi investor.