Beranda » MSCI IHSG: Rupiah Anjlok Lagi ke Level Rp17.931 Per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Posted in

MSCI IHSG: Rupiah Anjlok Lagi ke Level Rp17.931 Per Dolar AS, Ini Penyebabnya

MSCI IHSG: Rupiah Anjlok Lagi ke Level Rp17.931 Per Dolar AS, Ini Penyebabnya
MSCI IHSG: Rupiah Anjlok Lagi ke Level Rp17.931 Per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Jakarta Aktual – 24 Juni 2026 | Rupiah melemah 72 poin ke Rp17.931 per dolar AS pada perdagangan pagi, dipengaruhi sentimen domestik dan global. Investor mencermati laporan MSCI terkait free float dan transparansi pasar, serta kondisi sektor manufaktur, daya beli masyarakat, dan defisit anggaran pemerintah.

Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian global turut menekan sentimen terhadap rupiah. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor, baik dari dalam negeri maupun global.

Menurut Ibrahim, salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan dirilis dalam waktu dekat. Meski Indonesia diperkirakan masih akan dipertahankan dalam kelompok pasar berkembang (emerging market), investor disebut mencermati sejumlah catatan terkait pasar modal Indonesia.

Keputusan MSCI yang mempertahankan pasar modal Indonesia di EM justru membuat IHSG melemah 3,56 persen pada Rabu (24/6/2026). Investor asing tetap bersikap waspada sambil menantikan kepastian kebijakan fiskal serta efektivitas reformasi yang dijalankan otoritas pasar modal Indonesia.

📖 Baca juga:
Rupiah Tembus Rp 18.000, Terlemah Sepanjang Sejarah: Apa Yang Terjadi?

Perekonomian Indonesia tengah menghadapi situasi paradoksal pada awal 2026, yang mana resiliensi pertumbuhan domestik berbenturan langsung dengan tingginya kerentanan eksternal. Dinamika ini terekam dalam laporan bertajuk Indonesia Strategic Economic Report 2026: Navigating the Era of Unprecedented Uncertainty yang dirilis oleh Dataindonesia.id.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level dibawah 6.000 pada perdagangan Rabu (24/6) setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menetapkan pasar modal Indonesia di kategori Emerging Market dengan sejumlah catatan. IHSG ditutup melemah 217 poin atau 3,56 persen ke level 5,883 pada perdagangan hari ini.

Pelemahan IHSG mencerminkan meningkatnya sikap kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan keuangan global. Ketika sentimen risiko meningkat, pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham dan mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti obligasi pemerintah atau dolar AS.

Kesimpulan, MSCI IHSG masih menjadi fokus investor dalam menentukan arah pasar saham Indonesia. Dengan pelemahan rupiah dan IHSG, investor perlu bersikap waspada dan mencermati sentimen domestik dan global dalam menentukan keputusan investasi.

📖 Baca juga:
IHSG Melemah, Saham BMRI dan Big Banks Lainnya Terkoreksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *