Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Zainab binti Khuzaimah

Zainab binti Khuzaimah adalah istri Rasulullah Saw. yang dikenal dengan kebaikan, kedermawanan, dan sifat santunnya terhadap orang miskin. Dia adalah istri Rasulullah saw kedua yang wafat setelah Khadijah r.a. Untuk memuliakan dan mengagungkannya, Rasulullah mengurus mayat Zainab dengan tangan dia sendiri.

Wikipedia article
Diperbarui 15 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Zainab binti Khuzaimah
Infobox orangZainab binti Khuzaimah

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran595 Suntingan nilai di Wikidata
Makkah Suntingan nilai di Wikidata
Kematian625 Suntingan nilai di Wikidata (29/30 tahun)
Madinah Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanJannatul Baqi Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahMuhammad (625 (Kalender Masehi Gregorius)–625)
Ubaidah bin Harits (nilai tidak diketahui–624), pasangan meninggal dunia Suntingan nilai di Wikidata
IbuHindun binti 'Auf Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraSalma binti Umais, Maimunah binti al-Harits, Lubabah binti al-Harits dan Asma' binti Umais Suntingan nilai di Wikidata

Zainab binti Khuzaimah (sekitar 28 S.H/596 M-2 H/ 626 Masehi) [1] adalah istri Rasulullah Saw. yang dikenal dengan kebaikan, kedermawanan, dan sifat santunnya terhadap orang miskin.[2] Dia adalah istri Rasulullah saw kedua yang wafat setelah Khadijah r.a. Untuk memuliakan dan mengagungkannya, Rasulullah mengurus mayat Zainab dengan tangan dia sendiri.

Kehidupan

Nama lengkap Zainab adalah Zainab binti Khuzaimah bin Haris bin Abdillah bin Amru bin Abdi Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’shaah al-Hilaliyah dari Bani Hilal.[3] Ibunya bernama Hindun binti Auf bin Harits bin Hamathah. Berdasarkan asal-usul keturunannya, dia termasuk keluarga yang dihormati dan disegani. Tanggal lahirnya tidak diketahui dengan pasti, tetapi ada riwayat yang rnenyebutkan bahwa dia lahir sebelum tahun ketiga belas kenabian.[2] Sebelum memeluk Islam dia sudah dikenal dengan gelar Ummul Masakin (ibu orang-orang miskin) sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Thabaqat ibnu Saad bahwa Zainab binti Khuzaymah adalah Ummul Masakin. Gelar tersebut disandangnya sejak masa jahiliah.

Ath-Thabary, dalam kitab As-Samthus-Samin fi Manaqibi Ummahatil Mu’minin pun menerangkan bahwa Rasulullah saw. menikahinya pada bulan Ramadhan, 2 tahun setelah menikahi Hafshah[4] dan sebelum dia menikah dengan Maimunah binti al-Harits (r.a), dan ketika itu dia sudah dikenal dengan sebutan Ummul-Masakin sejak zaman jahiliah. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa Zainab binti Khuzaimah terkenal dengan sifat murah hatinya, kedermawanannya, dan sifat santunnya terhadap orang-orang miskin yang dia utamakan daripada kepada dirinya sendiri. Sifat tersebut sudah tertanam dalam dirinya sejak memeluk Islam walaupun pada saat itu dia belum mengetahui bahwa orang-orang yang baik, penyantun, dan penderma akan memperoleh pahala di sisi Allah.

Keislaman dan pernikahannya

Zainab binti Khuzaimah r.a. termasuk kelompok orang yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan wanita. Yang mendorongnya masuk Islam adalah akal dan pikirannya yang baik, menolak syirik dan penyembahan berhala, dan selalu menjauhkan diri dari perbuatan jahiliah. Para perawi berbeda pendapat tentang nama-nama suami pertama dan kedua sebelum dia menikah dengan Rasulullah. Sebagian perawi mengatakan bahwa suami pertama Zainab adalah Thufail bin Harits bin Abdil-Muththalib, yang kemudian menceraikannya. Dia menikah lagi dengan Ubaidah bin Harits, tetapi dia terbunuh pada Perang Badar atau Perang Uhud. Sebagian perawi mengatakan bahwa suami keduanya adalah Abdullah bin Jahsy. Sebenarnya masih banyak perawi yang mengemukakan pendapat yang berbeda-beda. Akan tetapi, dari berbagai pendapat itu, pendapat yang paling kuat adalah riwayat yang mengatakan bahwa suami pertamanya adalah Thufail bin Harits bin Abdil-Muththalib. Karena Zainab tidak dapat melahirkan (mandul), Thufail menceraikannya ketika mereka hijrah ke Madinah.

Makam Zainab di Baqi Madinah.

Untuk memuliakan Zainab, Ubaidah bin Harits (saudara laki-laki Thufail) menikahi Zainab. Sebagaimana kita ketahui, Ubaidah bin Harits adalah salah seorang prajurit penunggang kuda yang paling perkasa setelah Hamzah bin Abdul Muthalib dan Ali bin Abi Thalib. Mereka bertiga ikut melawan orang-orang Quraisy dalam Perang Badar, dan akhirnya Ubaidah mati syahid dalam perang tersebut. Setelah Ubaidah wafat, tidak ada riwayat yang menjelaskan tentang kehidupannya hingga Rasulullah saw. menikahinya. Rasulullah menikahi Zainab karena dia ingin melindungi dan meringankan beban kehidupan yang dialaminya. Hati dia menjadi luluh melihat Zainab hidup menjanda, sementara sejak kecil dia sudah dikenal lemah lembut terhadap orang- orang miskin. Sebagai Rasul yang membawa rahmat bagi alam semesta, dia rela mendahulukan kepentingan kaum muslimin, termasuk kepentingan Zainab. Dia senantiasa memohon kepada Allah agar hidup miskin dan mati dalam keadaan miskin dan dikumpulkan di Padang Mahsyar bersama orang-orang miskin.

Meskipun Nabi saw. mengingkari beberapa nama atau julukan yang dikenal pada zaman jahiliah, tetapi beliau tidak mengingkari julukan “ummul masakin” yang disandang oleh Zainab binti Khuzaimah. Selain dikenal sebagai wanita yang belas kasih, Zainab juga dikenal sebagai istri Rasulullah saw. yang senang meringankan beban saudara-saudaranya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Atha bin Yasir yang mengisahkan, bahwa Zainab mempunyai seorang budak hitam dari Habasyah. Ia sangat menyayangi budak itu, hingga budak dari Habasyah itu tidak diperlakukan layaknya seorang budak, Zainab malah memperlakukan layaknya seorang kerabat dekat.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw. pernah menyatakan pujian kepada Ummul Mukminin Zainab binti Khuzaimah r.a. dengan sabdanya, Ia benar-benar menjadi ibunda bagi orang-orang miskin, karena selalu memberikan makan dan bersedekah kepada mereka.

Menjadi Ummul-Mukminin

Tidak diketahui dengan pasti masuknya Zainab binti Khuzaimah kedalam rumah tangga Nabi saw, apakah sebelum Perang Uhud atau sesudahnya. Yang jelas, Rasulullah saw. menikahinya karena kasih sayang terhadap umatnya walaupun wajah Zainab tidak begitu cantik dan tidak seorang pun dari kalangan sahabat yang bersedia menikahinya. Tentang lamanya Zainab berada dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah pun banyak terdapat perbedaan. Salah satu pendapat mengatakan bahwa Zainab memasuki rumah tangga Rasulullah selama tiga bulan, dan pendapat lain delapan bulan. Akan tetapi, yang pasti, prosesnya sangat singkat karena Zainab meninggal semasa Rasulullah hidup. Di dalam kitab sirah pun tidak dijelaskan penyebab kematiannya. Zainab meninggal pada usia relatif muda, kurang dari 30 tahun, dan Rasulullah yang menyalatinya pada Rabiul Awal 4 H.[4]

Referensi

  1. ↑ [Sirah Ibnu Hisyam, Zikru Azwajihi Saw. Zainab binti Khuzaimah]
  2. 1 2 Syaikh Mahmud Al-Mishri. Biografi 35 Shahabiyah Nabi Muhammad. Jakarta Timur: Ummul Qura. Maret 2023. ISBN 9786027637306
  3. ↑ [Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, Ibnu Hajar a l-Asqalani]
  4. 1 2 Ad-Dimasyqi, Ahmad Khalil Jam'ah Syaikh Muhammad bin Yusuf (2020-12-18). Istri-Istri Para Nabi (dalam bahasa Melayu). Darul Falah. hlm. 450–455. ISBN 978-979-3036-17-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • (Arab) http://sirah.al-islam.com/ Diarsipkan 2018-09-19 di Wayback Machine.][Ar-Raudh al-Anaf,Dzikru Azwajihi Saw. Zainab binti Khuzaimah lis-Suhaily].
  • l
  • b
  • s
Istri-Istri Muhammad
  • Khadijah binti Khuwailid (595–620)
  • Saudah binti Zum'ah (620–632)
  • Aisyah binti Abu Bakar (620–632)
  • Hafshah binti Umar (625–632)
  • Zainab binti Khuzaimah (626–627)
  • Hindun binti Abi Umayyah (627–632)
  • Zainab binti Jahsy (627–632)
  • Juwairiyah binti al-Harits (628–632)
  • Ramlah binti Abu Sufyan (629–632)
  • Shafiyah binti Huyay (628–632)
  • Maimunah binti al-Harits (629–632)
  • Maria binti Syama’un
  • Raihanah binti Zaid (627–631)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • İslâm Ansiklopedisi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Keislaman dan pernikahannya
  3. Menjadi Ummul-Mukminin
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Zainab binti Jahsy

sepupu sekaligus istri dari Muhammad

Istri-istri Muhammad

13 perempuan yang menikah dengan Muhammad

Maimunah binti al-Harits

istri terakhir dari Nabi Muhammad dan termasuk Ummahatul mu'minin

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026