Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Yudikatif Thailand

Yudikatif Thailand terdiri dari empat sistem yang berbeda: Pengadilan Umum, Pengadilan Administratif, pengadilan militer, dan Mahkamah Konstitusi Thailand. Sistem yudikatif saat ini diatur sesuai dengan Konstitusi Thailand 2007.

Wikipedia article
Diperbarui 17 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Thailand
Artikel ini adalah bagian dari seri
Politik dan Ketatanegaraan
Thailand
Konstitusi
  • Sejarah
  • Hukum
  • Hak asasi manusia
    • Hak LGBTQ
  • Lembaga Negara
Monarki
  • Raja (Daftar)

Vajiralongkorn (Rama X)

  • Ahli waris sementara

Dipangkorn Rasmijoti


  • Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata
  • Keluarga Kerajaan
    • Wangsa Mahidol
  • Suksesi
  • Wali Raja
  • Dewan Penasihat
  • Biro Rumah Tangga Kerajaan
  • Komando Keamanan Kerajaan
  • Biro Anggaran Kerajaan

  • Istana Besar
  • Istana Dusit
    • Kediaman Amphorn Sathan
  • Kediaman Kerajaan
Legislatif
  • Ketua Majelis Nasional

Sophon Saram (BJT)

  • Wakil Ketua

Mongkol Surasajja


  • Dewan Perwakilan Rakyat

  • Ketua DPR

Sophon Saram (BJT)

  • Wakil Ketua DPR

Mallika Jiraphanwanich (BJT)
Lertsak Pattanachaikul (PTP)

  • Pemimpin Oposisi

Lowong


  • Senat

  • Ketua Senat

Mongkol Surasajja

  • Wakil Ketua Senat

Kriangkrai Srirak
Bunsong Noisophon


  • DPR ke-27
  • Senat ke-13

  • Sappaya-Sapasathan
Eksekutif
  • Perdana Menteri (Daftar)

Anutin Charnvirakul (BJT)

  • Wakil Perdana Menteri

Phipat Ratchakitprakarn (BJT)
Songsak Thongsri (BJT)
Ekniti Nitithanprapas (BJT)
Sihasak Phuangketkeow (BJT)
Suphajee Suthumpun (BJT)
Pakorn Nilprapunt
Yodchanan Wongsawat (PTP)


Dewan Menteri ke-66

Kabinet
Kementerian
Lembaga Independen
Organisasi Pemerintahan

Gedung Pemerintah
Wisma Phitsanulok
Yudikatif
  • Mahkamah Agung

Ketua: Adisak Tantiwong

  • Pengadilan Administrasi

Ketua: Prasitsak Meelarp

  • Mahkamah Konstitusi

Ketua: Nakarin Mektrairat


  • Pengadilan Pidana
  • Pengadilan Militer
Pemilu & Referendum
Pemilu & Referendum terbaru
  • Pemilihan Umum
  • 2019
  • 2023
  • 2026
  • berikutnya

  • Pemilihan Senat
  • 2008
  • 2014
  • 2024
  • berikutnya

  • Referendum
  • 2007
  • 2016
  • 2026

  • Pemilihan Lokal
  • Bangkok
  • Pattaya
  • Provinsi
  • Distrik
  • Kotamadya
  • Desa

  • Komisi Pemilihan Umum
  • Partai Politik
Pembagian Administratif
Kementerian Dalam Negeri
  • Wilayah
  • Provinsi
  • Provinsi (Gubernur)
  • Distrik
  • Sub-distrik
  • Desa

  • Lokal
  • Organisasi administrasi provinsi
  • Kotamadya Kota
  • Kotamadya Kota Kecil
  • Kotamadya Sub-distrik
  • Organisasi Administrasi Sub-distrik

  • Khusus
  • Bangkok (Gubernur)
  • Pattaya
Hubungan Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri

Misi diplomatik dari / di Thailand


  • Paspor
  • Persyaratan visa
  • Kebijakan visa

Perbatasan : Kamboja Laos Malaysia Myanmar (Maritim : India Indonesia Vietnam)


Bantuan luar negeri


  • PBB
  • ASEAN
  • ASEM
  • AALCO
  • ACD
  • CICA
  • GNB
  • BIMSTEC
  • MRC
  • EAS
  • RCEP
  • APEC
  • MNNA
  • G77
  • IPEF
  • MGC
  • INBAR
  • IORA
  • Colombo Plan
Pergolakan Politik
Pasca-reunifikasi (sejak 1767)
  • Krisis Politik
  • Krisis Istana Depan (1874–1875)
  • Pemberontakan Damai (1952)
  • Revolusi petani Thailand 1970-an
  • Pemberontakan rakyat Thailand 1973
  • Pembantaian 6 Oktober 1976
  • Mei Hitam (1992)
  • Krisis politik Thailand 2005–2006
  • Protes 2007
  • Krisis politik Thailand 2008
  • Kerusuhan politik Thailand 2009
  • Protes politik Thailand 2010
  • Krisis politik Thailand 2013–2014
  • Protes 2019
  • Protes Thailand 2020–2021
  • Krisis politik Thailand 2025

  • Kudeta Militer
  • Pemberontakan Istana 1912
  • Revolusi Siam 1932
  • Kudeta Siam April 1933
  • Kudeta Siam Juni 1933
  • Pemberontakan Boworadet (1933)
  • Pemberontakan Sersan (1935)
  • Pemberontakan Songsuradet (1939)
  • Kudeta Thailand 1947
  • Kudeta Thailand 1948
  • Plot Staf Umum Angkatan Darat (1948)
  • Pemberontakan Istana (1949)
  • Pemberontakan Manhattan (1951)
  • Kudeta Senyap (1951)
  • Kudeta 1957
  • Kudeta 1958
  • Pemberontakan 1964
  • Kudeta 1971
  • Kudeta 1976
  • Upaya kudeta Thailand Maret 1977
  • Kudeta Thailand Oktober 1977
  • Pemberontakan militer Thailand 1981
  • Upaya kudeta Thailand 1985
  • Kudeta Thailand 1991
  • Kudeta Thailand 2006
  • Kudeta Thailand 2014

  • Terorisme
  • Penyanderaan Kedutaan Besar Israel di Bangkok (1972)
  • Serangan Kedutaan Myanmar di Bangkok 1999
  • Pemberontakan Selatan (2004–sekarang)
  • Pengeboman Bangkok 2012
  • Pengeboman Bangkok 2015
  • Pengeboman Bangkok 2019

  • Konflik
  • Reunifikasi Taksin (1767–1771)
  • Pemberontakan Kamboja (1811–1812)
  • Pemberontakan Ai Sa Kiad Ngong (1819)
  • Pemberontakan Laos (1826–1828)
  • Pemberontakan Kedah (1838–1839)
  • Perang Haw (1865–1890)
  • Pemberontakan Orang Suci (1901–1936)
  • Pemberontakan Ngiao (1902)
  • Pemberontakan Dusun Nyor (1948)
  • Pemberontakan Separatis (1948)
  • Pemberontakan Komunis (1965–1983)

  • Krisis hubungan luar negeri
  • Perang
  • Sengketa perbatasan Kamboja–Thailand (1959–sekarang)
  • Kasus Berlian Biru (1989–2019)
  • Kerusuhan Phnom Penh 2003
Topik Terkait
  • Angkatan Bersenjata
  • Bank Thailand
  • Kriminalitas
  • Demografi
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Suku bangsa
  • Geografi
  • Sejarah
  • Bahasa
  • Mandala
  • Simbol Nasional
  • Garis besar
  • Polisi
  • Lambang Provinsi
  • Agama
  • Agensi Negara
  • Baht Thailand
  • Situs Warisan Dunia
 Portal Thailand
  • Negara lainnya
  • Atlas
  • l
  • b
  • s

Yudikatif Thailand (Thai: ฝ่ายตุลาการไทยcode: th is deprecated ; RTGS: Fai Tulakan Thai) terdiri dari empat sistem yang berbeda: Pengadilan Umum, Pengadilan Administratif, pengadilan militer, dan Mahkamah Konstitusi Thailand. Sistem yudikatif saat ini diatur sesuai dengan Konstitusi Thailand 2007 (dan pembaruannya).

Komisi Hak Asasi Manusia Asia pernah menyebut sistem hukum Thailand sebagai sebuah "kekacauan" dan menyerukan perombakan drastis terhadap prosedur pidana Thailand. Lembaga tersebut menyoroti maraknya penggunaan pengakuan paksa, dan fakta bahwa bahkan seorang pejabat senior kementerian kehakiman mengakui bahwa 30 persen kasus masuk ke pengadilan tanpa bukti. Tidak ada catatan stenografi yang dibuat oleh pengadilan tingkat pertama, dan catatan persidangan hanya terdiri dari apa yang diputuskan oleh hakim. Lembaga tersebut juga mengkritik yudikatif karena gagal memastikan bahwa persidangan dilakukan dengan cepat.[1]

Hakim peneliti membantu hakim yang sedang bersidang. Para hakim harus mengikuti ujian, dan terdapat dua jenis ujian yang berbeda: satu ujian untuk hakim yang menempuh pendidikan di Thailand dan ujian yang berbeda bagi hakim yang lulus dari sekolah hukum luar negeri. Semua hakim secara resmi diangkat oleh Raja.

Pengadilan Umum

Artikel utama: Pengadilan Kriminal Thailand

Pengadilan Umum Thailand (ศาลยุติธรรม) adalah sistem peradilan terbesar dan mencakup mayoritas pengadilan di kerajaan tersebut. Pengadilan ini, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, terdiri dari tiga tingkatan: pengadilan tingkat pertama (ศาลชั้นต้น), pengadilan banding (ศาลอุทธรณ์), dan pengadilan tingkat terakhir, yaitu Mahkamah Agung Thailand (ศาลฎีกา).

Ketua Mahkamah Agung saat ini adalah Veerapol Tungsuwan.

Pengadilan Administratif

Artikel utama: Pengadilan Tata Usaha Negara Thailand

Sistem pengadilan administratif (ศาลปกครอง) terdiri dari dua tingkatan: Pengadilan administratif tingkat pertama (ศาลปกครองชั้นต้น) dan pengadilan administratif tingkat terakhir, yaitu Pengadilan Administratif Agung (ศาลปกครองสูงสุด). Sistem pengadilan ini pertama kali dibentuk pada tahun 1997, dengan yurisdiksi utama untuk menyelesaikan litigasi antara negara atau organ negara (kementerian pemerintah, departemen, dan lembaga independen) dengan warga sipil.

Perdata vs Pidana

Dewan Negara sedang mempertimbangkan untuk menyesuaikan definisi tindak pidana tertentu agar dapat dikenakan sanksi administratif daripada hukuman penjara kriminal. Tingginya jumlah kasus pidana telah membebani sistem peradilan dan menyebabkan kelebihan kapasitas di penjara-penjara di seluruh negeri. Thailand dilaporkan menempati peringkat keenam di dunia dalam hal jumlah tersangka kriminal dalam proses peradilan, yakni sekitar 300.000 orang. Negara dilaporkan menghabiskan sekitar 100.000 baht per kasus pidana — termasuk upah polisi, hakim, dan pejabat terkait — dan hanya 6.000 baht per gugatan perdata, menurut studi oleh Institut Penelitian Pembangunan Thailand. Meskipun kejahatan berat seperti pencurian dan pembunuhan tetap akan dikenakan tuntutan pidana, pelanggaran lain, seperti yang melibatkan pembayaran cek atau pelanggaran hak cipta, dapat dihukum dengan sanksi administratif untuk meringankan beban sistem pengadilan pidana.[2]

Mahkamah Konstitusi

Artikel utama: Mahkamah Konstitusi Thailand
Lihat pula: Putusan Mahkamah Konstitusi Thailand

Pertama kali dibentuk pada tahun 1997, Mahkamah Konstitusi Thailand (ศาลรัฐธรรมนูญ) dibuat semata-mata sebagai pengadilan tinggi untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan konstitusi. Pengadilan ini telah mengumpulkan kekuasaan dan pengaruh yang sangat besar pasca-kudeta militer tahun 2006 dan 2014 serta konstitusi yang dihasilkan darinya. Pengadilan ini terlibat dalam apa yang oleh para kritikus disebut sebagai "kudeta politik", seperti menggulingkan perdana menteri dari jabatannya. Puncaknya terjadi pada putusan tahun 2013 yang menyatakan bahwa parlemen tidak dapat mengubah konstitusi untuk memilih semua senator karena hal itu dianggap melanggar definisi pengadilan tentang "rezim demokratis". Pada Mei 2014, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa perdana menteri Thailand dan sembilan menteri kabinet lainnya harus mengundurkan diri karena penyalahgunaan wewenang. Muncul pertanyaan mengenai kekuasaan pengadilan yang semakin besar dalam masalah ini, serta mengapa Mahkamah Agung, yang seharusnya memiliki yurisdiksi dalam kasus-kasus tersebut, tidak melakukan ajudikasi. Terdapat seruan berulang kali untuk reformasi atau pembubaran pengadilan karena dianggap telah terpolitisasi.[butuh rujukan]

Lihat pula

  • Pemerintah Thailand
  • Konstitusi Thailand
  • Hukum Thailand
  • Bunuh diri Khanakorn Pianchana

Referensi

  1. ↑ M&C, Human rights group slams Thailand's judicial system, 26 March 2007 Diarsipkan 14 July 2007 di Wayback Machine.
  2. ↑ Salaytoo, Chakkawal (14 September 2017). "Plan to redefine 'serious' crime to reduce incarceration being considered". The Nation. Diakses tanggal 15 September 2017.

Pranala luar

  • Mahkamah Agung Thailand
  • Pengadilan Administratif Agung Thailand
  • Mahkamah Konstitusi Thailand

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pengadilan Umum
  2. Pengadilan Administratif
  3. Perdata vs Pidana
  4. Mahkamah Konstitusi
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Pemerintah Thailand

dasar pemerintahan tetap sama. Pemerintah Thailand terdiri dari tiga cabang: eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sistem pemerintahannya mencontoh Sistem

Partai politik di Thailand

</noinclude> Daftar ini berisi Partai-partai politik di Thailand. Thailand menganut sistem multi partai. Sebelum pemilihan umum 2001, pemilihan umum pertama

Pemilihan umum di Thailand

</noinclude> Thailand adalah sebuah negara kesatuan, yang berarti wilayah-wilayahnya dipisahkan menjadi ketergantungan pusat, dengan pemerintah pusat memutuskan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026