Naskah sumber utama
- Bahasa Ibrani:
- Bahasa Yunani:
Ayat 1
- Celakalah engkau, hai perusak yang tidak dirusak sendiri, dan engkau, hai penggarong yang tidak digarong sendiri! Apabila engkau selesai merusak, engkau sendiri akan dirusak; apabila engkau habis menggarong, engkau sendiri akan digarong.[6]
Penerapan langsung ialah kepada tentara Asyur; penerapan akhirnya ialah antikristus dan Iblis sendiri (lihat Wahyu 19:20; 20:10).[7]
Ayat 14
- Orang-orang yang berdosa terkejut di Sion orang-orang murtad diliputi kegentaran. Mereka berkata: "Siapakah di antara kita yang dapat tinggal dalam api yang menghabiskan ini? Siapakah di antara kita yang dapat tinggal di perapian yang abadi ini?"[8]
Yesaya menggambarkan orang-orang di antara umat Allah yang akan lolos dari api hukuman-Nya. Perhatikan bahwa hanya orang yang menjalankan kehidupan saleh yang mengalir dari hati, dianggap benar di hadapan Allah. Orang saleh itu di ayat Yesaya 33:15 dilukiskan sebagai seorang yang:
- memenuhi tuntutan-tuntutan kebenaran hukum Allah,
- berbicara dengan tulus hati tanpa penipuan,
- menolak untuk mencari uang dengan cara tidak adil,
- menolak untuk terlibat dalam tindakan-tindakan kejahatan, dan
- menolak untuk menyenangi kejahatan atau bergembir dengan tindakan jahat orang lain.[7]
Ayat 22
- Sebab TUHAN ialah Hakim kita,
- TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita;
- TUHAN ialah Raja kita,
- Dia akan menyelamatkan kita.[9]
Ayat 22 bahasa Ibrani
Teks Masoret/Gulungan Laut Mati (dari kanan ke kiri):
- כי יהוה שפטנו
- יהוה מחקקנו
- יהוה מלכנו
- הוא יושיענו
Transliterasi:
- kî Yah-weh shō-p̄ə-ṭê-nū,
- Yah-weh mə-ḥō-qə-qê-nū;
- Yah-weh mal-kê-nū,
- hū yō-wō-shî-‘ê-nū.
Ayat 22 catatan
- "Tuhan adalah hakim": Yahweh akan menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan, kebenaran dan kemakmuran. Kehadirannya memberikan berkat, sukses dan sukacita.[10]
- "Tuhan": diulangi tiga kali, merujuk kepada Trinitas (Bilangan 6:24–26).[11]
- "hakim … pemberi hukum … raja" — teokrasi ideal yang sempurna, yang akan diwujudkan hanya di bawah pemerintahan Mesias; fungsi yudisial, legislatif dan administratif sebagai raja akan dijalankan oleh-Nya sendiri (Yesaya 11:4; 32:1; Yakobus 4:12).[11]
- "Ia akan menyelamatkan kita": dari segala dosa, dan dari semua musuh, dengan keselamatan kekal. Kata "menyelamatkan" diterjemahkan dari akar kata Ibrani: yasha, yang juga menjadi akar kata nama "Yesus". Di sini gereja berbicara dengan sukacita mengenai Yesus Kristus dalam setiap hurufnya, dan keselamatan gereja tergantung dari Yesus. Targum menyatakan: "Tuhan adalah hakim kita, yang membawa kita keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya; Tuhan adalah guru kita, yang memberikan kita hukum-hukum dari Sinai; Tuhan adalah raja kita, Ia menebuts kita, dan membalaskan untuk kita penghakiman atas tentara Gog" yang menunjukkan bahwa orang Yahudi kuno memahami nubuat ini adalah mengenai waktu yang akan datang.[12]
Referensi
- ↑ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
- ↑ Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
- ↑ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2, Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431
- ↑ Timothy A. J. Jull; Douglas J. Donahue; Magen Broshi; Emanuel Tov (1995). "Radiocarbon Dating of Scrolls and Linen Fragments from the Judean Desert". Radiocarbon. 37 (1): 14. Diakses tanggal 26 November 2014.
- 1 2 3 4 Dead sea scrolls - Isaiah
- ↑ Yesaya 33:1
- 1 2 The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
- ↑ Yesaya 33:14
- ↑ Yesaya 33:22
- ↑ Barnes, Albert. Notes on the Old Testament. London, Blackie & Son, 1884. Reprint, Grand Rapids: Baker Books, 1998.
- 1 2 Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary
- ↑ Gill's Exposition of the Entire Bible