Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI) merupakan yayasan independen nirlaba, yang didirikan tahun 2002 dan diperbarui piagamnya tahun 2010. Yayasan ini didirikan oleh Prof. Soekirman, Suroso Natakusuma, dan Budianto Wijaya yang peduli terhadap fortifikasi pangan melalui kemitraan publik dan swasta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2016) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025) |
| Direktur | Prof. Soekirman (Em.), Bogor Agriculture University (IPB) |
|---|---|
| Informasi | |
| Berdiri | 2002 |
| Kantor | Jakarta,DKI Jakarta |
| Alamat | Komplek Bappenas A1, Jl. Siaga Raya Pejaten, Jakarta 12510, Indonesia |
| Telepon | +62 21 7987 130 |
| Fax | +62 21 7918 1016 |
| info@kfindonesia.org | |
| http://www.kfindonesia.org/index.php KFINDONESIA.ORG | |
Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI)[1] merupakan yayasan independen nirlaba, yang didirikan tahun 2002 dan diperbarui piagamnya tahun 2010. Yayasan ini didirikan oleh Prof. Soekirman,[2] Suroso Natakusuma, dan Budianto Wijaya yang peduli terhadap fortifikasi pangan[3] melalui kemitraan publik dan swasta.
Dalam mempromosikan kemitraan publik dan swasta, KFI didukung oleh Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), industri makanan, universitas, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sementara dalam mengembangkan aktivitas-aktivitas fortifikasi pangan, KFI memiliki jejaring dengan lembaga-lembaga international, dan lembaga masyarakat sipil lainnya, seperti GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition) dan GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit), MI (Micronutrient Initiative) dan HKI (Helen Keller International), .
KFI sudah mengembangkan strategi nasional untuk fortifikasi pangan, mengadvokasi kebijakan gizi[4] dan fortifikasi pangan, melakukan beberapa penelitian mendalam,[5] membantu pemerintah dalam mempromosikan[6] dan mengimplementasikan kebijakan fortifikasi pangan,[7] mengorganisasikan lokakarya,[8] serta terlibat dalam pemberian bantuan teknis. KFI mempunyai jejaring dengan beberapa badan-badan internasional penting yang concern dengan gizi[9] dan fortifikasi pangan.