Waru adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Diduga, nama daerah ini diambil dari seorang wanita bernama Ratu Waroe, istri dari Sultan Ibrahim Chaliluddin yang ikut membantu perjuangan semasa Perang Paser terjadi di Kesultanan Paser.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Waru | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Timur | ||||
| Kabupaten | Penajam Paser Utara | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | ... | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | ... jiwa jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 64.09.02 | ||||
| Kode BPS | 6409020 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Desa/kelurahan | 4 | ||||
| |||||
Waru adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Diduga, nama daerah ini diambil dari seorang wanita bernama Ratu Waroe (EYD:Ratu Waru), istri dari Sultan Ibrahim Chaliluddin yang ikut membantu perjuangan semasa Perang Paser terjadi di Kesultanan Paser (wafat tanggal 25 Agustus 1944).[1][2]
Kecamatan Waru adalah kecamatan tujuan transmigran asal Jawa.[butuh rujukan] Di kecamatan ini terdapat objek wisata penangkaran rusa.[3]