Wan Mohammad Nor Wan Daud adalah seorang akademikus, aktivis dan penulis asal Malaysia. Ia merupakan salah satu pendiri dari Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam (ISTAC) dan pernah menjabat sebagai Wakil Direktur. Wan juga pernah menduduki jabatan penting di beberapa organisasi keislaman di Malaysia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Wan Mohammad Nor Wan Daud adalah seorang akademikus, aktivis dan penulis asal Malaysia. Ia merupakan salah satu pendiri dari Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam (ISTAC) dan pernah menjabat sebagai Wakil Direktur. Wan juga pernah menduduki jabatan penting di beberapa organisasi keislaman di Malaysia.
Wan merupakan salah seorang pendiri Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam (ISTAC) bersama dengan Syed Muhammad Naquib al-Attas. Keduanya merintis institut tersebut pada tahun 1988. Pada tahun 1998, Wan diserahi jabatan sebagai Wakil Direktur ISTAC.[1]
Wan pernah aktif berorganisasi dengan jabatan sebagai Presiden Nasional pada Kelompok Studi Islam Malaysia di Amerika Serikat dan Kanada. Masa jabatannya yaitu tahun 1981–1982. Kemudian, pada periode 1982–1983, ia menjabat sebagai Presiden Pelajar Muslim di Asosiasi Muslim Amerika Serikat dan Kanada.[1] Wan juga menjadi anggota di beberapa organisasi lainnya, yaitu:[2]
Wan menulis banyak buku dan makalah yang telah diterjemahkan ke banyak bahasa, di antaranya dalam bahasa Persia, bahasa Rusia, bahasa Bosnia, bahasa Turki, bahasa Jepang dan bahasa Indonesia.[3] Beberapa buku yang ditulisnya yaitu:[3]
Wan juga menulis dua buku puisi. Pertama, kumpulan puisi berjudul Mutiara Taman Adabi. Puisi-puisi ini memperoleh pujian dari sastrawan senior Malaysia, Afandi Hasan. Puisi-puisinya disandingkan dengan sajak-sajak yang dibuat oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Buku puisi keduanya berjudul Dalam Terang.[3]