Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Waduk Malahayu

Waduk Malahayu adalah sebuah waduk yang dibangun di dekat perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Awalnya, waduk ini menggenangi sebagian wilayah Desa Malahayu, Desa Cipajang, dan Desa Penanggapan, tetapi karena pendangkalan, kini secara umum waduk ini hanya menggenangi sebagian wilayah Desa Malahayu, yang juga menjadi lokasi bendungan utamanya. Waduk Malahayu berjarak ± 6 km dari pusat Kecamatan Kecamatan Banjarharjo atau 17 km dari Kecamatan Tanjung.

salah satu danau di dunia
Diperbarui 3 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Waduk Malahayu
Waduk Malahayu
Salah satu bangunan peninggalan Belanda di Waduk Malahayu. Masyarakat sekitar sering menyebutnya sebagai Turn
Salah satu bangunan peninggalan Belanda di Waduk Malahayu. Masyarakat sekitar sering menyebutnya sebagai Turn
LokasiMalahayu, Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah
Koordinat7°02′04″S 108°48′45″E / 7.034390°S 108.812580°E / -7.034390; 108.812580[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Waduk_Malahayu&params=7.03439_S_108.81258_E_ <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">7°02′04″S</span> <span class=\"longitude\">108°48′45″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">7.034390°S 108.812580°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">-7.034390; 108.812580</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBQ\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt4\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBg\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBw\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Waduk_Malahayu&amp;params=7.03439_S_108.81258_E_\" class=\"external text\" id=\"mwCA\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCg\"><span class=\"latitude\" id=\"mwCw\">7°02′04″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDA\">108°48′45″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDg\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwEA\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEQ\">7.034390°S 108.812580°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEw\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFA\">-7.034390; 108.812580</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFQ\"/></span>"}' id="mwFg"/>
KegunaanIrigasi
StatusBeroperasi
Mulai dibangunDesember 1933
Mulai dioperasikanMei 1940
PemilikKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
KontraktorPemerintah Hindia Belanda
PerancangPemerintah Hindia Belanda
Bendungan dan saluran pelimpah
Tipe bendunganUrugan
Tinggi31 m
Panjang177 m
Lebar puncak4 m
Volume bendungan218.400 m3
Ketinggian di puncak59,25 mdpl
MembendungSungai Kebuyutan
Jumlah pelimpah1
Tipe pelimpahAliran bebas
Waduk
Kapasitas normal39.880.000 m3
Kapasitas aktif38.020.000 m3[1]
Kapasitas nonaktif1.860.000 m3
Luas tangkapan63 km2
Luas genangan7 km2[2]

Waduk Malahayu adalah sebuah waduk yang dibangun di dekat perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Awalnya, waduk ini menggenangi sebagian wilayah Desa Malahayu, Desa Cipajang, dan Desa Penanggapan, tetapi karena pendangkalan, kini secara umum waduk ini hanya menggenangi sebagian wilayah Desa Malahayu, yang juga menjadi lokasi bendungan utamanya. Waduk Malahayu berjarak ± 6 km dari pusat Kecamatan Kecamatan Banjarharjo atau 17 km dari Kecamatan Tanjung.[3]

Pembangunan

Bendungan dari waduk ini dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda mulai bulan Desember 1933 hingga bulan Mei 1937, diawali dengan pembangunan bendungan pembantu untuk memungkinkan pembangunan bendungan utama di hilirnya.

Pada saat bendungan pembantu sedang dibangun, tinggi air sungai sempat melebihi tinggi dari bendungan pembantu, sehingga bendungan pembantu hampir runtuh akibat gerusan air sungai. Kejadian tersebut pun menghanyutkan sejumlah alat berat. Bendungan pembantu kemudian ditinggikan dengan pasir yang dikemas dalam karung, sehingga pembangunan bendungan utama dapat dilanjutkan hingga selesai.[4]

Waduk ini dibangun untuk menampung air dari Sungai Kebuyutan yang memiliki daerah aliran sungai seluas 63 km², beserta anak-anak sungainya, seperti Sungai Cimandala, Sungai Pabogohan, dan Sungai Ciomas.

Waduk ini kemudian diresmikan pada tanggal 19 Mei 1938. Pada saat itu, kapasitas waduk ini mencapai 69.000.000 m3 dan dapat mengairi lahan pertanian seluas sekitar 18.456 hektar. Namun, berdasarkan pengukuran pada tahun 1974, kapasitas waduk ini tinggal 47.000.000 m3 akibat terjadinya sedimentasi.[2]

Pemanfaatan

Fungsi pemanfaatan waduk ini disamping sebagai sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Kecamatan Banjarharjo, Kecamatan Kersana, Kecamatan Ketanggungan, Kecamatan Losari, Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Bulakamba juga sebagai pengendali banjir serta dimanfaatkan untuk rekreasi/ objek wisata. Di objek wisata ini dapat ditemukan panorama alam pegunungan dan perbukitan yang indah, dikelilingi hutan jati yang luas dan telah dijadikan bumi perkemahan dan wana wisata.

Berbagai fasilitas tersedia di kompleks wisata ini antara lain kolam renang anak, mainan anak, becak air, perahu pesiar, perahu dayung, panggung terbuka serta disediakan tempat parkir yang cukup luas. Pada setiap Idul Fitri diadakan Pekan Wisata dengan pentas orkes melayu/dangdut sebagai hiburan. Sementara Sedekah Waduk, dilaksanakan oleh masyarakat setempat setiap hari raya. Terkadang diadakan lomba balap perahu, lomba mancing, dan sebagainya. Penduduk setempat juga menggunakan perahu compreng untuk rekreasi air mengelilingi waduk. Ikan Mujaer goreng adalah hidangan istimewa di lokasi wisata ini. Beberapa warung makan yang mendirikan bangunan di timur waduk menyediakan ikan mujair goreng dengan harga murah.

Mitos

Mitos yang hidup di masyarakat sekitar waduk ini adalah bahwa pasangan pengantin baru wajib membasuh muka dengan air waduk. Konon, pasangan yang melaksanakan hal itu akan langgeng mengarungi mahligai rumah tangga. Karena itu, hampir setiap ada pengantin baru, mereka selalu menyempatkan diri berkunjung ke lokasi tersebut. Yang unik, mereka kadang-kadang datang masih mengenakan pakaian pengantin, dengan diiringi puluhan bahkan ratusan pengiring. Tradisi ini dilaksanakan selain dipercaya mengandung berkah kelanggengan bagi pasangan itu, juga sebagai upaya tolak bala.

Lihat pula

  • Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung
  • Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS)
  • BPDAS Pemali Jratun
  • Daerah Aliran Sungai (DAS)
  • Daftar daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia
  • Irigasi Premium
  • Wilayah sungai (WS) dan pembagiannya di Indonesia

Referensi

  1. ↑ Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum (1995). Bendungan Besar Di Indonesia (PDF). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum. hlm. 50.
  2. 1 2 Sinaro, Radhi (2007). Menyimak Bendungan di Indonesia (1910-2006) (dalam bahasa Indonesia). Tangerang Selatan: Bentara Adhi Cipta. ISBN 978-979-3945-23-1. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ "Waduk Malahayu, Brebes Jawa Tengah"[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Angoedi, Abdullah (1984). Sejarah Irigasi di Indonesia. Bandung: Komite Nasional Indonesia untuk ICID.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembangunan
  2. Pemanfaatan
  3. Mitos
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Danau Toba

danau vulkanik di Sumatera Utara, Indonesia

Danau Nasser

danau di Mesir

Danau Sano Nggoang

sebagai salah satu danau kawah terdalam di dunia dengan kedalaman mencapai sekitar 500 meter dan luas sekitar 512 hektare. Danau Sano Nggoang berada di ketinggian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026