Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Vinicius de Moraes

Marcus Vinicius da Cruz e Mello Moraes, juga dikenal sebagai Vinícius de Moraes dan dijuluki O Poetinha, adalah seorang penyair, penulis lirik, esai, dan dramawan Brasil yang menulis banyak lirik lagu yang telah menjadi bagian penting dalam musik modern Brasil. Ia juga telah menulis beberapa naskah drama, menjadi diplomat, menulis lagu bossa nova-nya sendiri, serta merekam beberapa album penting dengan lagu-lagu yang ia buat sendiri liriknya. Ia lahir di Rio de Janeiro sebagai anak dari Lydia Cruz de Moraes dan Clodoaldo Pereira da Silva Moraes.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Vinicius de Moraes

Marcus Vinicius da Cruz e Mello Moraes[1] (19 Oktober 1913 - 9 Juli 1980), juga dikenal sebagai Vinícius de Moraes[2] dan dijuluki O Poetinha ("penyair kecil"), adalah seorang penyair, penulis lirik, esai, dan dramawan Brasil yang menulis banyak lirik lagu yang telah menjadi bagian penting dalam musik modern Brasil. Ia juga telah menulis beberapa naskah drama, menjadi diplomat, menulis lagu bossa nova-nya sendiri, serta merekam beberapa album penting dengan lagu-lagu yang ia buat sendiri liriknya. Ia lahir di Rio de Janeiro sebagai anak dari Lydia Cruz de Moraes dan Clodoaldo Pereira da Silva Moraes.

Vinícius bersama Pierre Seghers.

Bossa Nova

Pada tahun 1958, penyanyi Elizete Cardoso meluncurkan album Canção do Amor Demais, yang memulai tren aliran musik baru bossa nova. Lagu-lagu dalam album tersebut seluruhnya adalah hasil kerjasama dari Vinicius de Moraes dan Antonio Carlos Jobim atau buatan salah satu dari mereka (Canção do Amor Demais, Luciana, Estrada Branca, Chega de Saudade, Outra Vez...). João Gilberto yang pada saat itu masih belum dikenal juga terlibat dalam rekaman album tersebut. Dengan dirilisnya album ini, bisa dikatakan karier Vinicus dalam musik sudah dimulai.

Lagu-lagu Jobim dan Vinicius direkam oleh banyak penyanyi Brasil saat itu. Pembawaan lagu-lagu Jobim dan Vinicius pada tiga album pertama João Gilberto pada akhirnya akan menjadi fondasi dalam struktur dan ciri musik bossa nova dan memengaruhi banyak penulis lagu dan penyanyi Brasil, terutama di Rio de Janeiro. Di antaranya adalah lagu Garota de Ipanema, Insensatez, dan Chega de Saudade. Agustus 1962 adalah waktu pertama Vinicius tampil di publik sebagai penyanyi - bersama Jobim dan Gilberto - di kelab malam Rio Au Bon Gourmet. Pada momen-momen itulah ia menampilkan lagu-lagunya yang kemudian akan menjadi populer, seperti Garota de Ipanema dan Samba da Benção, serta memperkenalkan penyanyi baru yang pada saat itu sedang naik daun, seperti Nara Leão. Vinicius bukanlah penyanyi dengan bakat yang terasah dan hanya memiliki suara datar, tetapi ia menggunakan penyanyi latar atau bernyanyi dengan harmonisasi untuk membaguskan suaranya.

Kariernya sebagai penyanyi akan terhenti sementara pada tahun 1963, di mana ia didelegasikan oleh Kementerian Luar Negeri Brasil sebagai perwakilan untuk UNESCO setelah pernikahan keempatnya dengan Nelita Abreu Rocha.[1]

Referensi

  1. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-09. Diakses tanggal 2016-05-08.
  2. ↑ Menurut sistem ortografis Bahasa Portugis terkini, namanya akan ditulis menjadi Vinícius de Morais.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Portugal
  • Belanda
  • Norwegia
  • Latvia
  • Kroasia
  • Argentina
  • Korea
  • Swedia
  • Polandia
  • Israel
  • Finlandia
  • Belgia
Akademik
  • CiNii
Seniman
  • MusicBrainz
  • Discography of American Historical Recordings
  • FID
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Bossa Nova
  2. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026