Valide Sultan adalah gelar untuk ibu suri dari Sultan Utsmani. Gelar ini digunakan pertama kali pada abad keenam belas oleh Hafsa Sultan, ibunda Suleiman Al Qanuni. Valide Sultan merupakan kedudukan tertinggi bagi wanita di Kesultanan Utsmani dan kedudukannya tepat di bawah sultan sendiri. Valide Sultan berperan sebagai ibu negara, kepala harem kekaisaran, memiliki hak untuk turut serta dalam masalah negara, dan memiliki akses kepada sumber daya ekonomi yang besar yang kerap digunakan untuk proyek pembangunan besar dan amal. Gelar ini juga merupakan cerminan tingginya kedudukan seorang ibu dalam Islam, agama resmi Kesultanan Utsmani.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Valide Sultan Kesultanan Utsmaniyah | |
|---|---|
| Bekas jabatan politik | |
Patung Hafsa Sultan, Valide Sultan Pertama | |
| Pendahulu | Valide Hatun |
| Pejabat pertama | Hafsa Sultan |
| Pejabat terakhir | Rahime Perestu Sultan |
| Gaya | Devletlû İsmetlû (nama) Vâlide Sultân Aliyyetü'ş-Şân Hazretleri |
| Kediaman resmi | Istana Topkapı Istana Dolmabahçe Istana Yıldız |
| Jabatan dimulai | 1522 |
| Jabatan berakhir | 1904 |
Valide Sultan (Turki Otoman: والده سلطانcode: ota is deprecated ) adalah gelar untuk ibu suri dari Sultan Utsmani. Gelar ini digunakan pertama kali pada abad keenam belas oleh Hafsa Sultan, ibunda Suleiman Al Qanuni.[1] Valide Sultan merupakan kedudukan tertinggi bagi wanita di Kesultanan Utsmani dan kedudukannya tepat di bawah sultan sendiri. Valide Sultan berperan sebagai ibu negara, kepala harem kekaisaran, memiliki hak untuk turut serta dalam masalah negara, dan memiliki akses kepada sumber daya ekonomi yang besar yang kerap digunakan untuk proyek pembangunan besar dan amal. Gelar ini juga merupakan cerminan tingginya kedudukan seorang ibu dalam Islam, agama resmi Kesultanan Utsmani.
Pada umumnya, gelar ini dipegang oleh ibu yang masih hidup dari sultan yang sedang berkuasa. Ibu yang meninggal sebelum putranya naik takhta tidak menerima gelar ini. Dalam beberapa pengecualian, ada ibu tiri dan saudara perempuan dari sultan yang berkuasa, meskipun tidak secara resmi menyandang gelar tersebut, menjalankan peran sebagai valide sultancode: tr is deprecated , seperti Mihrimah Sultan, wanita kekaisaran yang paling kuat dan berpengaruh di Kesultanan Utsmaniyah, dan Rahime Perestu Sultan.
Kata valide (والده) secara harfiah bermakna "ibunda" dalam bahasa Utsmani. Pengucapan kata "valide" ini adalah [vaː.liˈde].
Sultan (سلطان) adalah kata Arab yang bermakna "kekuasaan" atau "wewenang". Mulai abad keenam belas masehi, gelar ini disandang oleh anggota utama dinasti Utsmani, baik laki-laki maupun perempuan, menggantikan gelar lain yang telah disandang anggota utama dari keluarga kekaisaran sejak lama (hatun untuk perempuan dan bey untuk laki-laki). Hal ini membuat gelar valide hatun (gelar untuk Ibu Suri Kesultanan Utsmani sebelum abad keenam belas) berganti menjadi valide sultan. Penggunaan ini menegaskan konsep Utsmani terkait kekuasaan sebagai kewenangan keluarga.
Tradisi Barat mengenal penguasa Utsmani sebagai "sultan", tetapi masyarakat Utsmani sendiri menggunakan "padişah" (kaisar) atau "hünkar" untuk menyebut penguasa mereka. Gelar resmi kaisar terdiri dari "sultan" dan "khan" (contoh: Sultan Suleiman Khan). Dalam penyebutan resmi, putra-putri sultan juga menyandang gelar "sultan", dengan para pangeran (Şehzade) menyandang gelar itu sebelum namanya dan para putri menyandang gelar itu setelah namanya. Contoh: Şehzade Sultan Mehmed dan Mihrimah Sultan, putra dan putri Sultan Suleiman Al Qanuni. Layaknya para putri, ibu suri dan permaisuri sultan juga menyandang gelar itu setelah nama mereka, seperti Ayşe Hafsa Sultan, ibunda Suleiman dan valide sultan pertama, dan Hürrem Sultan, istri Suleiman dan haseki sultan pertama. Pengembangan dalam penggunaan gelar ini mencerminkan kekuatan di kalangan wanita istana, utamanya dalam masa yang dikenal sebagai Kesultanan Wanita. Pada abad ketujuh belas masehi, pasangan utama kaisar tak dapat lagi menyandang gelar "sultan" setelah nama mereka, menjadikan ibu suri sebagai satu-satunya orang yang tak berdarah Utsmani yang menyandang gelar ini.[2]
Valide Sultan mungkin merupakan kedudukan terpenting di Kesultanan Utsmani setelah sultan sendiri. Sebagai ibunda sultan, berdasarkan salah satu prinsip Islam ("hak seorang ibu adalah hak Allah"),[3] valide sultan memiliki pengaruh penting dalam masalah kenegaraan.[1] Seara tradisi, valide sultan juga memiliki jalan kepada sumber ekonomi yang besar yang digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan besar. Pada abad ketujuh belas masehi di masa Kesultanan Wanita, serangkaian sultan yang belum dewasa mengangkat kedudukan valide sultan ke tingkat yang lebih tinggi.[4] Walaupun peran dan kedudukan valide sultan yang sangat besar, wanita yang mula-mula mengoptimalkan semua peran di atas justru tak pernah menyandang gelar valide sultan, yakni Hürrem Sultan yang dilanjutkan putrinya, Mihrimah Sultan. Nurbanu Sultan adalah valide sultan pertama yang mengoptimalkan penggunaan gelar tersebut.
Banyak dari wanita harem adalah budak dan kebanyakan tidak menikah secara resmi dengan sultan. Walaupun begitu, kedudukan anak-anak mereka sepenuhnya diakui dalam hukum syariat.[5]
Daftar ini tidak termasuk daftar lengkap dari ibunda Sultan Utsmani. Kebanyakan dari mereka yang menyandang gelar valide sultan adalah ibu kandung dari sultan yang sedang berkuasa. Ibu sultan yang wafat sebelum putranya naik takhta tidak dapat menyandang gelar ini, seperti Hürrem Sultan, Hatice Muazzez Sultan, Emine Mihrişah Kadınefendi, Rabia Şermi Kadınefendi, Tirimüjgan Kadınefendi, Gülcemal Kadınefendi, dan Gülüstü Kadınefendi. Dalam beberapa pengecualian, terdapat nenek, saudara perempuan dan ibu tiri dari sultan yang sedang memerintah yang menjabat sebagai valide sultan, seperti Mahpeyker Kösem Sultan, Mihrimah Sultan, Rahime Perestû Sultan.
| Nama | Nama Lahir dan Asal | Menjadi Valide | Berhenti menjadi Valide | Wafat | Sultan |
|---|---|---|---|---|---|
| Hafsa Sultan حفصه سلطان | seorang budak-selir asal Eropa atau Sirkasia[6] | 30 September 1520 kenaikan takhta putranya | 19 Maret 1534 | Suleiman Al Qanuni (putra) | |
| Afife Nurbanu Sultan عفيفة نوربانو سلطان | Cecilia Vernier-Baffo, Bangsawati Venesia[7] kelahiran Paros, Yunani Republik Venesia | 15 Desember 1574 kenaikan takhta putranya | 7 Desember 1583 | Murad III (putra) | |
| Safiye Sultan صفیه سلطان | Sofia Dukagjin, Dataran Tinggi Albania | 15 Januari 1595 kenaikan takhta putranya | 9 Januari 1604 diasingkan | sekitar 1619 | Mehmed III (putra)
Ahmed I (cucu) |
| Handan Sultan خندان سلطان | Helena Bosnia atau Yunani. Pelayan di kediaman Gubernur Rumelia. | 22 Desember 1603 kenaikan takhta putranya, menjadi valide sultan bersama ibu mertuanya 9 Januari 1604 menjadi valide sultan tunggal |
26 November 1605 | Ahmed I (putra) | |
| Halime Sultan[8] حلیمہ سلطان | Altunşah
Etnis Georgia kelahiran Abkhazia |
22 November 1617 kenaikan takhta putranya (periode pertama) |
26 Februari 1618 penggulingan putranya (periode pertama) |
- | Mustafa I (putra) |
| 19 Mei 1622 kenaikan takhta putranya (periode kedua) |
10 September 1623 penggulingan putranya (periode kedua) | ||||
| Mahpeyker Kösem Sultan ماه پیکر كوسم سلطان | Anastasia Yunani. Lahir di Tinos, Republik Venesia | 10 September 1623 kenaikan takhta putranya | 2 September 1651 | Murad IV (putra) Ibrahim (putra) Mehmed IV (cucu) | |
| Turhan Hatice Sultan ترخان خدیجه سلطان | Nadia
asal Slavia Timur, kemungkinan Rusia |
6 Agustus 1648 kenaikan takhta putranya, menjadi valide sultan bersama ibu mertuanya 2 September 1651 menjadi valide sultan tunggal |
4 Agustus 1683 | Mehmed IV (putra) | |
| Saliha Dilaşub Sultan صالحه دل آشوب سلطان | Katarina Serbia atau Kroasia[9] | 8 November 1687 kenaikan takhta putranya | 4 Desember 1689 | Süleyman II (putra) | |
| Emetullah Rabia Gülnuş Sultan رابعه گلنوش سلطان | Evmania Voria Kelahiran Retimno, Yunani Republik Venesia | 6 Februari 1695 kenaikan takhta putranya | 6 November 1715 | Mustafa II (putra) Ahmed III (putra) | |
| Saliha Sebkati Sultan صالحة سبكتي سلطان | Alexandra atau Elizaveta[10] Asal dari Serbia | 20 September 1730 kenaikan takhta putranya | 21 September 1739 | Mahmud I (putra) | |
| Şehsuvar Sultan شهسوار سلطان | Maria
Asal dari Rusia |
13 Desember 1754 kenaikan takhta putranya | April 1756 | Osman III (putra) | |
| Mihrişah Sultan مهر شاه سلطان | Agnes Georgia.[12][13] Putri pendeta Ortodoks Georgia[14][15] | 7 April 1789 kenaikan takhta putranya | 16 Oktober 1805 | Selim III (putra) | |
| Ayşe Seniyeperver Sultan سینه پرور سلطان | Sonia Bulgaria | 29 Mei 1807 kenaikan takhta putranya | 28 Juli 1808 penggulingan putra tirinya | 11 Desember 1828 | Mustafa IV (putra)[16] |
| Nakşidil Sultan نقش دل سلطان | Georgia | 28 Juli 1808 kenaikan takhta putra tirinya | 22 Agustus 1817 | Mahmud II (putra tiri) | |
| Bezmiâlem Sultan بزم عالم سلطان | Suzanne Yahudi Rusia[17] atau keturunan Yahudi Georgia[18] | 2 Juli 1839 kenaikan takhta putranya | 2 Mei 1853 | Abdülmecid I (putra) | |
| Pertevniyal Sultan پرتو نهال سلطان | Dobra Kelahiran Rumania bekas Wallachia |
25 Juni 1861 kenaikan takhta putranya | 30 Mei 1876 penggulingan putranya | 5 Februari 1883 | Abdülaziz I (putra) |
| Şevkefza Sultan شوق افزا سلطان | Vilma Georgia. Lahir di Kekaisaran Rusia | 30 Mei 1876 kenaikan takhta putranya | 31 Agustus 1876 penggulingan putranya | 17 September 1889 | Murad V (putra) |
| Rahime Perestu Sultan رحيمه پرستو سلطان | Rahime Gogen Kaukasus | 31 Agustus 1876 kenaikan takhta putra tirinya | 11 Desember 1905 | Abdul Hamid II (putra tiri)[19][20] | |
Umumnya, ibunda sultan yang masih hidup saat putranya menjadi sultan menjadi valide sultan. Tapi dalam beberapa kasus, ada beberapa wanita yang tidak menikmati kedudukan sebagai valide sultan saat putra mereka menjadi sultan.
| Nama | Nama Lahir dan Asal | Periode[21] | Putra | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Mahfiruz Hatice | Eudoxia. Serbia[11] | 26 Februari 1618 (kenaikan takhta putranya) – 26 Oktober 1620 (wafatnya) | Osman II | Catatan kekaisaran mencatat tidak adanya valide sultan pada masa kekuasaan Osman II. Tampaknya Mahfiruz diasingkan dari istana sebelum Osman naik takhta dan tidak dapat mengembalikan kedudukannya kembali. Pengasingan ini menjelaskan ketiadaan Mahfiruz di istana dan makamnya yang berada di kuil Eyüb, bukannya dimakamkan bersama suaminya. Duta Venesia Contarini mengabarkan bahwa pada 1612, sultan menghukum wanita yang melukai Kösem, mungkin wanita itu adalah Mahfiruz.[2] Namun sebagian pendapat menyatakan bahwa Mahfiruz memang sudah meninggal sebelum putranya naik takhta, yaitu sekitar tahun 1610. |

Some historians state that she was the daughter of Mengili Giray Han, the ruler of the Crimean Tatars. Others mention that Ayse, another wife of Selim I, was the Crimean princess and give as Hafsa's father a man named Abdulmumin or Abdulhay, and unknon person - suggesting that she was of slave origin.
Ortodoks bir Gürcü papazın kızı olan Mihrişah
Selim'in annesi olan Mihrişah, Gürcistan'dan kaçırılan bir papazın kızıydı