Kösem Sultan – juga dikenal sebagai Mahpeyker Sultan – adalah salah satu wanita paling berkuasa dalam sejarah Utsmaniyah. Beliau adalah istri sah dan Haseki Sultan dari Sultan Utsmaniyah Ahmed I, ia meraih kekuasaan dan memengaruhi politik Kekaisaran Utsmaniyah melalui suaminya, kemudian melalui putra-putranya Murad IV dan Ibrahim, dan terakhir melalui cucunya Mehmed IV. Ia menjadi Valide Sultan serta Naib I Saltanat ketika putra-putranya Murad IV dan Ibrahim serta cucunya Mehmed IV menjabat sebagai sultan Utsmaniyah. Ia merupakan figur berpengaruh dan paling terkemuka pada masa Kesultanan Wanita. Setelah kematiannya, ia dikenal dengan nama "Valide-i Maktule", dan "Valide-i Șehide".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kösem Sultan كوسم سلطان | |
|---|---|
Kösem Sultana | |
| Naib-i-Sultanat Kekaisaran Utsmaniyah (periode pertama) | |
| Perwalian | 10 September 1623 – 18 Mei 1632 |
| Pendahulu | Tidak ada |
| Sultan | Murad IV |
| (periode kedua) | |
| Perwalian | 8 Agustus 1648 – 2 September 1651 |
| Penerus | Turhan Hatice Sultan |
| Sultan | Mehmed IV |
| Valide Sultan Kekaisaran Utsmaniyah | |
| Periode | 10 September 1623 – 2 September 1651 |
| Pendahulu | Halime Sultan |
| Penerus | Turhan Hatice Sultan |
| Haseki Sultan Kekaisaran Utsmaniyah | |
| Periode | 26 November 1605 – 22 November 1617 |
| Pendahulu | Safiye Sultan |
| Penerus | Ayşe Sultan |
| Kelahiran | Anastasia ca 1589–1590 Tinos, Eyalet Morea, Kekaisaran Utsmaniyah[1] (sekarang teritorial dari Yunani) |
| Kematian | 2 September 1651 Konstantinopel, Kekaisaran Utsmaniyah |
| Pemakaman | |
| Pasangan | Ahmed I |
| Keturunan | Şehzade Mehmed Şehzade Selim Murad IV Şehzade Kasim Şehzade Suleiman Ibrahim Ayşe Sultan Fatma Sultan Gevherhan Sultan[2] Hanzade Sultan[3] Burnaz Atike Sultan |
| Agama | Islam, sebelumnya Kristen Ortodoks |
Kösem Sultan (pengucapan bahasa Turki: [cøˈsem sulˈtan]) (nama lengkap Devletlu İsmetlu Haseki Mahpeyker Kösem Buyuk Valide Sultan Aliyyetü'ş-Şân Hazretleri; ca 1590 – 2 September 1651) – juga dikenal sebagai Mahpeyker Sultan[4] (pengucapan bahasa Turki: [mahpejˈkeɾ sulˈtan]) – adalah salah satu wanita paling berkuasa dalam sejarah Utsmaniyah.[4][5][6][7] Beliau adalah istri sah dan Haseki Sultan (Permaisuri Kekaisaran) dari Sultan Utsmaniyah Ahmed I (r. 1603–1617), ia meraih kekuasaan dan memengaruhi politik Kekaisaran Utsmaniyah melalui suaminya, kemudian melalui putra-putranya Murad IV (r. 1623–1640) dan Ibrahim (r. 1640–1648), dan terakhir melalui cucunya Mehmed IV (r. 1648–1687). Ia menjadi Valide Sultan[4] serta Naib I Saltanat (Pemangku Sultan) ketika putra-putranya Murad IV dan Ibrahim serta cucunya Mehmed IV menjabat sebagai sultan Utsmaniyah. Ia merupakan figur berpengaruh dan paling terkemuka pada masa Kesultanan Wanita. Setelah kematiannya, ia dikenal dengan nama "Valide-i Maktule" (ibu yang terbunuh), dan "Valide-i Șehide" (ibu yang menjadi martir).[8]
Putra-putra Kösem Sultan yang menjadi Sultan Kekaisaran Utsmaniyah. Kiri: Murad IV (ca. 1612–1640) Kanan: Ibrahim (ca. 1615–1648) | ||
Kösem berasal dari Yunani,[9][10][11][12] sebagai putri dari seorang pendeta di pulau Tinos.[13][14] Nama maiden-nya adalah Anastasia.[15] Ia dijadikan budak di Bosnia Utsmaniyah oleh beylerbey Bosnia,[14][16] dan dikirim ke Konstantinopel, ibu kota Utsmaniyah, pada usia lima belas tahun, ke harem Sultan Ahmed I setelah membatalkan pendidikannya di Konstantinopel. Setelah ia pindah ke Islam, namanya diubah menjadi Mahpeyker (Bulan Terbentuk), dan kemudian oleh Sultan Ahmed I menjadi Kösem.[12] Ia dipindahkan ke istana lama saat kematian Sultan Ahmed pada 1617, tetapi dikembalikan sebagai Valide Sultan, ketika putranya Murad IV naik tahta pada 1623.
Through her beauty and intelligence, Kösem Walide was especially attractive to Ahmed I, and drew ahead of more senior wives in the palace. She bore the sultan four sons – Murad, Süleyman, Ibrahim and Kasim – and three daughters – 'Ayşe, Fatma and Djawharkhan. These daughters she subsequently used to consolidate her political influence by strategic marriages to different viziers.
When such a son became sultan, his slave mother would become the most powerful woman in the Ottoman Empire. The Macedonian slave Kösem earned this distinctionPemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
His mother, Valide Kosem, said to be the most powerful woman in the history of the dynasty, ruled in his name.
Maypeyker Sultan, better known as Kösem Sultan, is remembered by the Turks as the most powerful woman of her timePemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Kosem Valide Mahpeyker, known also simply as Kosem Sultan (c. 1589–1651), consort of Sultan Ahmed I and mother of Murad IV and Ibrahim I. Greek by birth, she exercised a decisive influence in the Ottoman statePemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Kosem [qv] Mahpeyker, a woman of Greek origin (Anastasia, 1585–1651)
Kosem was said to have been the daughter of a Greek priest of one of the Aegean islands, probably captured during one of the Ottoman-Venetian maritime campaigns. Her name was Anastasia but was changed after her conversion, no doubt on her admission to the palace, to Mâh-Peyker (Moon-Shaped), and later by Sultan Ahmet to Kosem
Then around 1608 Ahmet found a new favourite, a Greek girl named Anastasia, who had been captured on the island of Tinos and sent as a slave to the Harem, where she took the name of Kosem
Many of the women of the harem were non-Muslim, for example Kösem Sultan was born in 1590 as Anastasia. The Governor of Bosnia had sent her to the Sultan. She was the wife of Ahmet I (1603–17), and the mother of Murat IV (1623–40), and of Ibrahim I (1640–8)
Kösem, who was of Greek origin. Orphaned very young, she found herself at the age of fifteen in the harem of Sultan Ahmed I.
| Ottoman | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Safiye Sultan |
Haseki Sultan 26 November 1605 – 22 November 1617 |
Diteruskan oleh: Ayşe Sultan |
| Didahului oleh: Halime Sultan |
Valide Sultan 10 September 1623 – 3 September 1651 |
Diteruskan oleh: Turhan Hatice Sultan |
| Didahului oleh: Tidak ada |
Naib-i-Sultanat 10 September 1623 – 18 Mei 1632 dan 8 Agustus 1648 – 3 September 1651 |
Diteruskan oleh: Turhan Hatice Sultan |