Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Untung Syamsuri

Oentoeng bin Sjamsoeri adalah satu dari sekian pemimpin Gerakan 30 September (G30S). Letkol Untung adalah mantan anak buah Soeharto ketika ia menjadi Komandan Resimen 15 di Surakarta.

pemimpin Gerakan 30 September
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untung Syamsuri
Untung Syamsuri
Untung saat diadili di Jakarta pada tahun 1966
Informasi pribadi
Lahir(1926-07-03)3 Juli 1926
Kebumen, Hindia Belanda
MeninggalSeptember 1967 (umur 41)
Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
Karier militer
Pihak
  •  Kekaisaran Jepang (1943–1945)
  •  Indonesia (1945–1965)
Dinas/cabang
  • PETA (1943–1945)
  • TNI Angkatan Darat (1945–1965)
Masa dinas1943–1965
Pangkat Letnan Kolonel
KomandoResimen Tjakrabirawa
Pertempuran/perangRevolusi Nasional Indonesia
Gerakan 30 September
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Oentoeng bin Sjamsoeri (EYD: Untung bin Syamsuri; 3 Juli 1926[1] – September 1967[2]) adalah satu dari sekian pemimpin Gerakan 30 September (G30S). Letkol Untung adalah mantan anak buah Soeharto ketika ia menjadi Komandan Resimen 15 di Surakarta.

Masa kecil

Untung bin Syamsuri pindah dari Kebumen ke Jayengan, Surakarta, pada tahun 1927. Nama kecilnya adalah Kusman. Ayahnya bernama Abdullah dan bekerja di sebuah toko peralatan batik di Pasar Kliwon, Surakarta. Sejak kecil Kusman telah diangkat anak oleh pamannya yang bernama Syamsuri. Kusman masuk sekolah dasar di Ketelan dan di sanalah dia mengenal permainan bola dan menjadi hobinya kemudian hari. Karena senang bermain bola Kusman pernah menjadi anggota Kaparen Voetball Club (KVC) di desanya. Setelah lulus sekolah dasar, Kusman melanjutkan ke sekolah dagang tetapi tidak sampai selesai karena Jepang mulai masuk ke Indonesia dan Kusman bergabung ke dalam Heiho.

Karier militer

Semasa perang kemerdekaan untung bergabung dengan Batalyon Sudigdo yang berada di Wonogiri. Selanjutnya Gubernur Militer Kolonel Gatot Soebroto memerintahkan agar Batalyon Sudigdo dipindahkan ke Cepogo, di lereng Gunung Merbabu. Kemudian Kusman pergi ke Madiun dan bergabung dengan teman-temannya.

Letnan Kolonel Untung bin Syamsuri, tokoh kunci Gerakan 30 September 1965 adalah salah satu lulusan terbaik Akademi Militer. Pada masa pendidikan ia bersaing dengan Leonardus Benjamin Moerdani, perwira muda yang sangat menonjol dalam lingkup Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Mereka berdua sama-sama bertugas dalam operasi perebutan Irian Barat dan Untung merupakan salah satu anak buah Soeharto yang dipercaya menjadi Panglima Mandala. Untung dan Benny tidak lebih satu bulan berada di Irian Barat karena Soeharto telah memerintah gencatan senjata pada tahun 1962.

Sebelum ditarik ke Resimen Tjakrabirawa, Untung pernah menjadi Komandan Batalyon 454/Banteng Raiders yang berbasis di Srondol, Semarang. Batalyon ini memiliki kualitas dan tingkat legenda yang setara dengan Yonif Linud 330/Kujang dan Yonif Linud 328/Kujang II. Kelak dalam peristiwa G30S ini, Banteng Raiders akan berhadapan dengan pasukan elite RPKAD di bawah komando Sarwo Edhie Wibowo.[3]

Hubungan dengan Soeharto

Presiden Soekarno menerima Batalyon 454 pada perayaan untuk veteran pembebasan Irian Barat di Istana Negara, 19 Januari 1963. Tampak Mayor Untung (kiri, Komandan Batalyon 454) dan Jenderal Soeharto.

Bagi Soeharto, Untung bukanlah orang lain. Hubungan keduanya cukup erat apalagi Soeharto pernah menjadi atasan Untung di Kodam IV/Diponegoro. Indikasi kedekatan tersebut terlihat pada resepsi pernikahan Untung yang dihadiri oleh Soeharto beserta Tien Soeharto. Pernikahan tersebut berlangsung di Kebumen beberapa bulan sebelum G30S meletus. Kedatangan komandan pada resepsi pernikahan anak buahnya adalah hal yang jamak.[4]

Akhir hayat

Setelah G30S meletus dan gagal dalam operasinya, Untung melarikan diri dan menghilang beberapa bulan lamanya sebelum kemudian ia tertangkap secara tidak sengaja oleh dua orang anggota Armed di Tegal, Jawa Tengah. Pada saat itu, ia tengah mencoba kabur ke Brebes dengan menumpang bus Mudjur.[5] Saat tertangkap, ia tidak mengaku bernama Untung. Anggota Armed yang menangkapnya pun tidak menyangka bahwa tangkapannya adalah mantan Komando Operasional G30S. Setelah mengalami pemeriksaan di markas CPM Tegal, barulah diketahui bahwa yang bersangkutan bernama Untung.

Untung diadili oleh Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmillub). Ia menyangkal bahwa ia adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan bersikeras bahwa ia bertindak atas inisiatifnya sendiri.[6] Ia dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada bulan September 1967.[7]

Referensi

  1. ↑ Army Judiciary Education Center (1966) p. 3
  2. ↑ Hughes 2002, hlm. 205.
  3. ↑ Ardiansyah Noer (1 Oktober 2024). "Petualangan Batalyon 454 Banteng Raider Ketika Peristiwa Gerakan 30 September 1965". Viva.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-10-09. Diakses tanggal 2025-10-19.
  4. ↑ https://www.tempo.co/politik/g30s-1965-terungkap-kedekatan-soeharto-dan-letkol-untung-1416291
  5. ↑ Imam Suripto (1 Oktober 2017). "Di Tegal, Bahkan Bus Mudjur Tak Mampu Menghadang Kemalangan Untung". Detik News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-02-19. Diakses tanggal 2025-10-19.
  6. ↑ Hughes 2002, hlm. 30.
  7. ↑ Crouch 2007, hlm. 159, 205, 242.

Daftar pustaka

  • Crouch, Harold (2007). The Army and Politics in Indonesia. Jakarta: Equinox Publishing. ISBN 979-3780-50-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Hughes, John (2002). The End of Sukarno: A Coup That Misfired: A Purge That Ran Wild. Archipelago Press. ISBN 981-4068-65-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • G 30 S: Gerakan 30 September di hadapan Mahmillub di Djakarta (perkara Untung). Jakarta: Pusat Pendidikan Kehakiman Angkatan Darat. 1966. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • (Indonesia) [Rapor Merah Bung Karno], Kompas, 18 November 2005
  • (Indonesia) Biografi Kecil Letkol Untung Diarsipkan 2007-10-16 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Siapa Memanfaatkan Letkol. Untung? Penulis: Endik Koeswoyo. Penerbit: Media Presindo 2007
  • l
  • b
  • s
Pergolakan politik Indonesia 1965
Pihak terlibat
  • Blok Barat
    • Dokumen Gilchrist
  • Dewan Jenderal
  • Dewan Revolusi Indonesia
    • Resimen Tjakrabirawa
    • Untung Syamsuri
  • Partai Komunis Indonesia
    • Angkatan Kelima
    • D.N. Aidit
  • Presiden Indonesia
    • Soekarno
  • Tentara Nasional Indonesia
    • A.H. Nasution
    • Soeharto
Peristiwa utama
  • Gerakan 30 September
  • Tritura
  • Surat Perintah Sebelas Maret
Peristiwa lanjutan
  • Pembantaian di Indonesia 1965–1966
  • Orde Baru
Artikel terkait
  • Cornell Paper
  • Daftar tokoh yang meninggal dalam pembersihan antikomunis Indonesia
  • Nawaksara
  • Hari Kesaktian Pancasila
Media populer
  • Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI
  • Jagal
  • 40 Years of Silence: Sebuah Tragedi Indonesia
  • Senyap
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • WorldCat
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Masa kecil
  2. Karier militer
  3. Hubungan dengan Soeharto
  4. Akhir hayat
  5. Referensi
  6. Daftar pustaka
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Gerakan 30 September

kudeta tahun 1965 di Indonesia

30 September

tanggal dalam sistem kalender

Unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia Agustus–September 2025

Unjuk rasa di Indonesia pada Agustus-September 2025

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026