Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiUnjuk rasa Kalimantan Timur 2026
Artikel Wikipedia

Unjuk rasa Kalimantan Timur 2026

Pada tanggal 21 April 2026, terjadi unjuk rasa berskala besar terhadap Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud digelar oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur di Kota Samarinda. Dua lokasi menjadi pusat protes: depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Wikipedia article
Diperbarui 22 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Unjuk rasa Kalimantan Timur 2026
Bagian dari pasca Unjuk rasa di Indonesia 2025
Tanggal21 April 2026
LokasiSamarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Sebab
  • Kontroversi yang melibatkan Rudy Mas'ud
  • Penolakan terhadap nepotisme
TujuanLihat #Tuntutan
Pihak terlibat

Kalimantan Timur Para pengunjuk rasa:

  • Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur
Kalimantan Timur Pemerintah Kalimantan Timur
Tokoh utama
Kalimantan Timur Erly Sopiansyah
Koordinator lapangan aliansi

Kalimantan Timur Rudy Mas'ud
Gubernur Kalimantan Timur

Kalimantan Timur Seno Aji
Wakil Gubernur Kalimantan Timur
Jumlah
2.000[1]–7.000[2]
Jumlah korban
46 korban luka[3]

Pada tanggal 21 April 2026, terjadi unjuk rasa berskala besar terhadap Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud digelar oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur di Kota Samarinda.[4] Dua lokasi menjadi pusat protes: depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.[5]

Latar belakang

Lihat pula: Pemilihan umum Gubernur Kalimantan Timur 2024
Rudy Mas'ud
Seno Aji
Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, pemenang pemilihan 2024

Rudy Mas'ud merupakan bagian dari keluarga politik Mas'ud, yang mencakup saudaranya, wali kota Balikpapan Rahmad Mas'ud (2021–), bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud (2018–2022), serta istrinya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sarifah Suraidah (2024–). Sebelum terjun ke dunia politik, mereka terlibat dalam bisnis perdagangan bahan bakar minyak dan pelayaran melalui PT Barokah Bersaudara Perkasa dan PT Barokah Gemilang Perkasa. Karier politik Rudy dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPR dari Golkar pada 2019, dan kemudian diangkat sebagai ketua cabang Kalimantan Timur, serta Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pertahanan Golkar.[6] Bersama pasangannya Seno Aji, ia menjadi Gubernur Kalimantan Timur setelah memenangkan 55,66% suara dalam pemilihan 2024, mengalahkan lawannya Isran Noor dan Hadi Mulyadi.[7]

Sejak 2025, Rudy Mas'ud berupaya menggunakan anggaran publik dalam jumlah besar dengan cara yang dinilai bertentangan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang menyerukan penghematan anggaran. Pada November 2025, pemerintahannya mencoba mengadakan kendaraan dinas berupa Range Rover 3.0 Autobiography LWB senilai Rp8.499.936.000 melalui proses lelang dengan CV Afisera Samarinda, namun kendaraan tersebut tetap berada di gedung Badan Penghubung Kalimantan Timur di Jakarta.[8] Pada 26 Februari tahun berikutnya, ia menyatakan kepada wartawan bahwa pengadaan tersebut diperlukan untuk menjaga martabat provinsi sebagai lokasi ibu kota masa depan Indonesia (yaitu di Sepaku).[9] Namun, pada 2 Maret, ia secara resmi membatalkan rencana pengadaan tersebut setelah munculnya kritik publik.[10] Setelah kejadian tersebut, perusahaan terkait diwajibkan mengembalikan dana ke kas daerah dalam waktu 14 hari.[8]

Tuntutan

Para pengunjuk rasa di Kalimantan Timur menyampaikan tiga tuntutan utama:[11]

  1. audit terhadap kebijakan pengadaan kontroversial oleh Rudy Mas'ud;
  2. penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKNcode: id is deprecated ) di seluruh Kalimantan Timur; dan
  3. mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur untuk menjalankan fungsi pengawasannya secara optimal dan independen.

Menjelang unjuk rasa

Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur — yang awalnya terdiri dari 4.075 peserta dari 44 organisasi massa, organisasi non-pemerintah, dan serikat buruh — [12] menetapkan 21 April sebagai tanggal pelaksanaan aksi. Menurut koordinator lapangan Erly Sopiansyah, aksi tersebut diselenggarakan bertepatan dengan Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap peran perempuan dalam ekonomi rumah tangga. Ia juga menolak tuduhan adanya dukungan dari lawan politik Rudy.[4]

Di Samarinda, aliansi mulai mendirikan tenda posko untuk memfasilitasi logistik aksi 21 April, awalnya di Jalan M. Yamin, Jalan Milono, dan di sekitar kantor Gubernur Kalimantan Timur. Donasi yang terkumpul meliputi makanan ringan, minuman, nasi bungkus, hingga uang tunai.[13] Selanjutnya, posko-posko tersebut meluas hingga ke Paser dan Penajam Paser Utara.[14] Koordinator posko ke-3, Ivan, menyatakan bahwa mereka telah menerima hampir 150 dus air mineral.[15]

Korps Bribomb dari Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, yang terdiri atas 6 satuan setingkat kompi pasukan huru-hara, 2 tim evakuasi, serta 1 satuan setingkat peleton tim drone dan anti-drone, dipersiapkan untuk pengamanan aksi, dan sejumlah kendaraan taktis dikerahkan.[16] Wartawan dilarang meliput situasi di kantor Gubernur Kalimantan Timur.[17] Untuk mengantisipasi korban luka selama aksi, Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mendirikan posko di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Komando Resor Militer 091, Taman Samarendah, serta gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan. Rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, Palang Merah Indonesia, dan relawan lainnya turut dilibatkan.[18]

Unjuk rasa

Kantor DPRD

Ribuan pengunjuk rasa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur mulai berjalan dari titik kumpul mereka di Masjid Islamic Center Samarinda di Jalan Slamet Riyadi menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur pada pukul 10.30.[19] Setibanya di lokasi, orasi pertama dibuka oleh Forum Peduli Penyandang Disabilitas dan Atlet Disabilitas dengan tuntutan terkait bantuan sosial yang direncanakan (yang sempat dihentikan saat awal masa kekuasaan Rudy) serta isu ketenagakerjaan,[20] kemudian dilanjutkan oleh masyarakat Dayak Paser yang berasal dari Penajam Paser Utara. Sejumlah mahasiswa memanjat dan merobek baliho yang menampilkan ketua DPRD dan anggota lainnya, lalu menggantinya dengan spanduk berisi tiga tuntutan.[21]

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menemui massa dan mendengarkan tuntutan mereka, sementara Ketua DPRD Hasanuddin Mas'ud tidak berada di Samarinda. DPRD kemudian menyatakan dalam dokumen yang ditandatangani bahwa mereka akan menindaklanjuti tuntutan tersebut serta mendorong dilakukannya proses audit terhadap kebijakan pemerintah.[22] Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin, juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pengunjuk rasa dan mengakui bahwa fungsi penganggaran serta pengawasan tidak berjalan dengan baik.[23] Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Maulana, ditemukan tidak sadarkan diri setelah bentrokan di pintu masuk dan kemudian dievakuasi oleh tim medis dari Polda Kalimantan Timur dan Polresta Samarinda.[24]

Kantor Gubernur

Sementara itu, pengunjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur berhasil menembus pagar kawat berduri, lalu berusaha mendorong sisi pagar utama gedung. Sebagian dari mereka berhasil masuk ke halaman depan kantor. Panglima lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, Faturrahman, menenangkan massa dan meminta mereka menunggu kedatangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji.[25] Tim medis dari Ikatan Solidaritas Keluarga Jawa Kalimantan (SIJAKA) bersiaga di lokasi dan telah menangani lima pengunjuk rasa yang mengalami sesak napas atau kelelahan.[26]Seorang provokator ditemukan membawa flare dan bom asap, lalu ditangkap.[27] Pedagang kaki lima di lokasi juga mengalami peningkatan pendapatan selama unjuk rasa berlangsung.[28]

Memasuki pukul 18.40, massa mulai melempar benda tumpul seperti botol kaca, batu besar, dan potongan kayu ke arah aparat keamanan. Akibatnya, seorang polisi mengalami luka akibat lemparan batu, dan serangan ini diduga dilakukan oleh provokator yang menyusup.[29]Setelah itu, polisi membubarkan massa secara paksa menggunakan mobil water cannon.[30] Rudy meninggalkan gedung kantor pada pukul 21.10 dengan pengawalan, mengabaikan pengunjuk rasa maupun wartawan, setelah pemerintah memutuskan untuk tidak menerima audiensi massa.[31]

Reaksi

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyatakan bahwa layanan publik tetap berjalan selama unjuk rasa.[32] Kepala Perwakilan Ombudsman Kalimantan Timur, Mulyadin, meminta kepolisian untuk secara ketat mengikuti prosedur operasional standar (SOP) serta mengingatkan agar tidak bertindak represif, melainkan menggunakan pendekatan humanis dan persuasif.[33]

Lihat juga

  • Unjuk rasa Pati 2025

Referensi

  1. ↑ "Demo 21 April 2026 di Samarinda Berakhir Ricuh, Gubernur Kaltim Pilih Bungkam". regional.kompas.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  2. ↑ "Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa". bontangpost.id. Diakses tanggal 2026-04-21.
  3. ↑ "Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis". Amnesty. 22 April 2026. Diakses tanggal 22 April 2026.
  4. 1 2 "Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim Bersiap Demo Gubernur Besar-besaran, Ogah Dicap Tunggangan Lawan Politik". kaltimkita.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  5. ↑ "Seruan Demo Besar Penghujung April 2026 di Samarinda, Polisi Belum Terima Pemberitahuan Resmi". kaltimkita.com. Diakses tanggal 2026-04-15.
  6. ↑ "Jejaring Politik Rudy Mas'ud di Kaltim: Keluarga, Golkar hingga Pusat Kekuasaan". seputarcibubur.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2026-04-20.
  7. ↑ "Hasil pemilihan gubernur Kalimantan Timur 2024" (PDF). sirekappilkada-obj-formd.kpu.go.id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-05-31. Diakses tanggal 2026-04-20.
  8. 1 2 "Gubernur Kaltim Batalkan Pembelian Mobil Dinas Baru". niaga.asia. Diakses tanggal 2026-04-20.
  9. ↑ "Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Rp 8,5 M: Masa Ala Kadarnya? Ini Marwah Kaltim". kumparan.com. Diakses tanggal 2026-04-20.
  10. ↑ "Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8,5 M Batal!". detik.com. Diakses tanggal 2026-04-20.
  11. ↑ "Info Demo Kaltim 21 April: Tuntutan Terkait Gubernur Rudy Mas'ud". tirto.id. Diakses tanggal 2026-04-21.
  12. ↑ "Gelombang Protes Membesar: Dikabarkan 4.075 Massa Sudah Mendaftar Aksi 21 April di Samarinda". katakaltim.com. Diakses tanggal 2026-04-15.
  13. ↑ "Jelang Demo 21 April, Bantuan Logistik di Samarinda Terus Mengalir, DPRD Imbau Massa Tetap Kondusif". sapos.co.id. Diakses tanggal 2026-04-21.
  14. ↑ "Jelang Aksi 21 April, Posko Demo Bertambah di Samarinda, PPU dan Paser". detik.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  15. ↑ "Jelang Demo Besar, Kantor Gubernur Kaltim Dipagari Kawat Berduri". beritasatu.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  16. ↑ "Jelang Demo Besar di Samarinda, Brimob Kaltim Siapkan PHH Hingga Sistem Anti-Drone". niaga.asia. Diakses tanggal 2026-04-22.
  17. ↑ "Wartawan Dilarang Liput Suasana Kantor Gubernur Kaltim Jelang Demo Siang Ini". korankaltim.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  18. ↑ "Posko Kesehatan Disiagakan di Sejumlah Titik Aksi, Dinkes Kaltim Turunkan Tim Lengkap". sapos.co.id. Diakses tanggal 2026-04-21.
  19. ↑ "Massa Aliansi Masyarakat Kaltim Sudah Bergerak Menuju Gedung DPRD Kaltim". korankaltim.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  20. ↑ "Forum Disabilitas Kaltim Ikut Aksi Pertama Kali, Ini Tuntutannya ke Pemprov Kaltim". headlinekaltim.co. Diakses tanggal 2026-04-21.
  21. ↑ "Aksi 21 April di DPRD Kaltim Dimulai, Mahasiswa Pasang Spanduk 3 Tuntutan". detik.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  22. ↑ "Wakil Ketua DPRD Kaltim Temui Massa, Hasanuddin Mas'ud di Luar Kota". beritakaltim.co. Diakses tanggal 2026-04-21.
  23. ↑ "DPRD Kaltim Temui Pendemo, Minta Maaf dan Akui Fungsi Pengawasan Tak Berjalan Baik". regional.kompas.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  24. ↑ "Mahasiswa Tak Sadarkan Diri Saat Aksi di DPRD, Tim Medis Gabungan Sigap Lakukan Penanganan". tribratanews.kaltim.polri.go.id. Diakses tanggal 2026-04-21.
  25. ↑ "Pagar Kawat Berduri Kantor Gubernur Kaltim Jebol, Massa Aksi 21 April Tetap Tertib". berauterkini.co.id. Diakses tanggal 2026-04-21.
  26. ↑ "Garda Terdepan Demo 21 April di Samarinda, Tim Medis SIJAKA Siaga Tangani Peserta Aksi yang Tumbang". kaltim.tribunnews.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  27. ↑ "Diduga Provokator, Pria Bawa Flare-Bom Asap Ditangkap Massa Demo Kaltim". www.detik.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  28. ↑ "Demo di Kantor Gubernur Kaltim, PKL Panen Rezeki". kaltim.akurasi.id. Diakses tanggal 2026-04-21.
  29. ↑ "BREAKING NEWS: Demo di Kantor Gubernur Kaltim Pecah, Satu Anggota Polisi Terkapar Terkena Lemparan Batu". mediakaltim.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  30. ↑ "Demo di Kantor Gubernur Kaltim Berakhir Ricuh, Polisi Bubarkan Paksa Massa". kumparan.com. Diakses tanggal 2026-04-21.
  31. ↑ "Demo Ricuh, Gubernur Kaltim Keluar Kantor Dikawal Lalu Abaikan Massa dan Wartawan". regional.kompas.com. Diakses tanggal 2026-04-22.
  32. ↑ "Demo 21 April di Samarinda, Gubernur Kaltim Pastikan Layanan Publik Tetap Jalan". pranala.co. Diakses tanggal 2026-04-21.
  33. ↑ "Demo 21 April Kaltim: Ombudsman Ingatkan Polisi Tak Represif, Pejabat Harus Responsif". eksposkaltim.com. Diakses tanggal 2026-04-21.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Tuntutan
  3. Menjelang unjuk rasa
  4. Unjuk rasa
  5. Kantor DPRD
  6. Kantor Gubernur
  7. Reaksi
  8. Lihat juga
  9. Referensi

Artikel Terkait

Unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia Agustus–September 2025

Unjuk rasa di Indonesia pada Agustus-September 2025

Unjuk rasa di Indonesia 2025

serangkaian demonstrasi kontra eksekutif dan legislatif

Adies Kadir

politikus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026