Universitas di Jepang adalah sistem pendidikan yang dikelola dengan birokrasi mandiri yang mengutamakan kegiiatan penelitian dan terdiri dari komponen pendidikan berupa mahasiswa, asisten peneliti, dosen dan profesor. Pendirian universitas di Jepang dimulai sejak tahun 1875 M dengan Universitas Doshisha di Kyoto sebagai universitas yang tertua. Sebagian besar perkuliahan untuk jenjang pendidikan sarjana pada universitas-universitas di Jepang menggunakan bahasa Jepang. Bagi mahasiswa asing, umumnya dipersyaratkan memiliki sertifikat Japanese Language Proficiency Test dengan tingkat kesulitan N2 agar dapat berkuliah di Jepang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Universitas di Jepang adalah sistem pendidikan yang dikelola dengan birokrasi mandiri yang mengutamakan kegiiatan penelitian dan terdiri dari komponen pendidikan berupa mahasiswa, asisten peneliti, dosen dan profesor.[1] Pendirian universitas di Jepang dimulai sejak tahun 1875 M dengan Universitas Doshisha di Kyoto sebagai universitas yang tertua.[2][3] Sebagian besar perkuliahan untuk jenjang pendidikan sarjana pada universitas-universitas di Jepang menggunakan bahasa Jepang. Bagi mahasiswa asing, umumnya dipersyaratkan memiliki sertifikat Japanese Language Proficiency Test dengan tingkat kesulitan N2 agar dapat berkuliah di Jepang.[4]
Universitas yang tertua di Jepang bernama Universitas Doshisha yang terletak di Kyoto. Pada awalnya, Universitas Doshisha merupakan sebuah sekolah bernama Sekolah Doshisha yang didirikan pada tahun 1843 M oleh seorang jemaat dari kalangan umat Kristiani berkebangsaan Jepang bernama Neesima. Sekolah Doshisha kemudian dikembangkan menjadi sebuah universitas.[2] Pada tahun 1875, Sekolah Doshisha resmi berstatus sebagai universita dengan kepemilikan swasta dan menjadi universitas tertua di Jepang.[3]
Universitas di Jepang memiliki hierarki dalam sistem pendidikan yang dikelola secara terpisah pada masing-masing universitas dengan penelitian sebagai kegiatan utamanya. Setiap universitas terdiri dari komponen pendidikan yang meliputi mahasiswa, asisten peneliti, dosen dan profesor. Setiap universitas di Jepang memiliki tradisi terhadap filosofi kebiasaan dan model birokrasi yang masing-masing dipatuhi oleh komponen pendidikan di dalamnya.[1]
Sebagian besar perkuliahan untuk jenjang pendidikan sarjana pada universitas-universitas di Jepang menggunakan bahasa Jepang. Buku pelajaran yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran pada universitas-universitas di Jepang sebagian besar ditulis dalam bahasa Jepang. Sebagian besar universitas di Jepang mempersyaratkan kepemilikan sertifikat Japanese Language Proficiency Test (JLPT) dengan tingkat kesulitan N2 bagi mahasiswa asing. Namun beberapa universitas di Jepang telah mengadakan kelas internasional dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Namun universitas di Jepang dengan kelas internasional tetap mempersyaratkan kepemilikan JLPT dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah yaitu N3 atau N4 karena sebagian kecil dari mata kuliah tetap diajarkan menggunakan bahasa Jepang.[4]