Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Uluere, Bantaeng

Uluere adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Indonesia.

kecamatan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan
Diperbarui 24 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kecamatan in Sulawesi SelatanTemplat:SHORTDESC:Kecamatan in Sulawesi Selatan
Uluere
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenBantaeng
Pemerintahan
 • Camat-
Populasi
 • Total- jiwa
Kode Kemendagri73.03.06 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS7303011 Suntingan nilai di Wikidata
Luas- km²
Kepadatan- jiwa/km²
Desa/kelurahan-
Peta
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 5°26′45.18791″S 119°54′46.83146″E / 5.4458855306°S 119.9130087389°E / -5.4458855306; 119.9130087389

Uluere adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Wilayah administratif

Uluere merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Indonesia.[1] Luas wilayah Kecamatan Uluere adalah 67,29 km2.[2]

Desa Bonto Daeng

Wilayah Desa Bonto Daeng merupakan pegunungan dengan ketinggian rata-rata 800 meter di atas permukaan laut. Luas wilayahnya adalah 10,31 km2. Lahan di Desa Bonto Daeng dimanfaatkan sebagai permukiman, persawahan dan perkebunan. Titik koordinat Desa Bonto Daeng ialah 05 ̊26' 46'' Lintang Selatan dan 119 ̊ 54' 47'' Bujur Timur. Kemiringan lereng di Desa Bonto Daeng antara 0–15º.[3]

Desa Bonto Daeng berbatasan dengan desa-desa lain di Kecamatan Uluere. Di sebelah utara, Desa Bonto Daeng berbatasan dengan Desa Bonto Tallasa. Lalu di sebelah selatan, Desa Bonto Daeng berbatasan dengan Desa Bonto Marannu. Kemudian di sebelah timur, Desa Bonto Daeng berbatasan dengan Desa Bonto Tangnga. Sedangkan di sebelah barat, Desa Bonto Daeng berbatasan dengan Desa Bonto Rannu.[4]

Desa Bonto Lojong

Di Desa Bonto Lojong terdapat sebuah hulu sungai yaitu hulu sungai Bajang. Sebagian besar aliran sungai Bajang mengalir ke Kabupaten Bulukumba. Penduduk di Kabupaten Bulukumba memanfaatkan air dari sungai Bajang untuk irigasi.[5]

Demografi

Pada tahun 2018, jumlah penduduk di Kecamatan Uluere sebanyak 11.419 jiwa.[6]

Tata guna lahan

Kawasan agrowisata

Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah menetapkan Kecamatan Uluere sebagai kawasan agrowisata. Lahan seluas 60 hektare di Kecamatan Uluere dijadikan sebagai lokasi perkebunan apel dan stroberi.[7] Lahan sisa yang masih kosong di antara apel dan stroberi digunakan untuk menanam wortel, bawang merah dan kentang.[8]

Di Kecamatan Uluere juga telah ada kawasan penanaman bunga yang dinamakan Kawasan Loka. Jenis bunga yang dibudidayakan ialah bunga serunai. Kawasan Loka menjadi bagian dari kawasan agrowisata Kecamatan Uluere yang memiliki pasar khusus untuk penjualan bunga.[9] Kawasan Loka terletak di Desa Bonto Marannu. Pengembangan agrowisata di kawasan ini menerapkan sistem hortikultura dan ditanami pula dengan tanaman jeruk.[10]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Ismail, La Ode, ed. (2018). Keluarga Tiri Desa Pa'bentengang (PDF). Gowa: Pusaka Almaida. hlm. 82. ISBN 978-602-5813-92-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Nas, J., dan Zulfikar, A., ed. (2018). E-Voting di Bantaeng: Mengubah Mindset Masyarakat. Penerbit De La Macca. ISBN 978-602-263-143-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Anwar 2018, hlm. 27.
  4. ↑ Anwar 2018, hlm. 26-27.
  5. ↑ Supratman dan Sahide, M. A. K. (2013). Sakti, Danang K. (ed.). Hutan Desa dan Pembangunan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa di Kabupaten Bantaeng. Jakarta: Direktorat Bina Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan. hlm. 45. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Darto, Darto, ed. (2019). Model Kepemimpinan Kewirausahaan Daerah. Samarinda: Lembaga Administrasi Negara. hlm. 32. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Yanna, A. A., dkk. (2018). Knowledge Sharing: Praktik-Praktik Cerdas (PDF). Direktorat Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan. hlm. 90. ISBN 978-623-90225-3-2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Langgara, A. Novita (2020). Rasyid, Ridwan F. (ed.). 5 Tahun Bersama Prof Nurdin Abdullah: Sebuah Otobiografi Singkat. Rayhan Intermedia. hlm. 82–83. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Fahruddin. Biografi Nurdin Abdullah. Jakarta Selatan: Noura Books. hlm. 121. ISBN 978-602-385-362-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Biografi/Profil Bupati dan Wali kota Seluruh Indonesia (Edisi II). Jakarta: Askrida. 2005. hlm. 15. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

  • Anwar, Muh., ed. (2018). Senja Kabut dan Cerita yang Telah Usai di Bonto Daeng (PDF). Gowa: Pusaka Almaida. ISBN 978-602-5813-98-6. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • l
  • b
  • s
Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan
Desa
  • Bonto Daeng
  • Bonto Lojong
  • Bonto Marannu
  • Bonto Rannu
  • Bonto Tallasa
  • Bonto Tangnga
  • l
  • b
  • s
Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan
  • Bupati: Fathul Fauzy Nurdin
  • Wakil Bupati: Sahabuddin
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • Bantaeng
  • Bissappu
  • Eremerasa
  • Gantarangkeke
  • Pa'jukukang
  • Sinoa
  • Tompobulu
  • Uluere
Lambang Kabupaten Bantaeng
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bantaeng


Ikon rintisan

Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Wilayah administratif
  2. Desa Bonto Daeng
  3. Desa Bonto Lojong
  4. Demografi
  5. Tata guna lahan
  6. Kawasan agrowisata
  7. Referensi
  8. Catatan kaki
  9. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bantaeng

Daftar nama-nama Kecamatan,Desa dan Kelurahan di Kota Bantaeng

Kabupaten Bantaeng

kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan

Daftar kecamatan dan kelurahan di Sulawesi Selatan

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026