Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ular-cecak biasa

Ular-cecak biasa atau yang juga disebut ular genteng, adalah spesies ular serigala. Ular ini disebut "ular cecak" karena ular ini sering ditemukan sedang memangsa cecak yang berkeliaran di sekitar rumah. Nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah Oriental wolfsnake, sedangkan nama spesifiknya, capucinus yang artinya "kapucino" atau "cokelat kemerahan", mengacu pada warna tubuhnya yang dominan cokelat kemerahan.

Wikipedia article
Diperbarui 19 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ular-cecak biasa
Ular-cecak biasa
Lycodon capucinus Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN192064 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasReptilia
OrdoSquamata
FamiliColubridae
GenusLycodon
SpesiesLycodon capucinus Suntingan nilai di Wikidata
Daudin, 1803
Tata nama
Sinonim taksonLycodon hebe Daudin, 1803
Lycodon aulicus capucinus
Artikel takson sembarang

Ular-cecak biasa (Lycodon capucinus) atau yang juga disebut ular genteng, adalah spesies ular serigala. Ular ini disebut "ular cecak" karena ular ini sering ditemukan sedang memangsa cecak yang berkeliaran di sekitar rumah. Nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah Oriental wolfsnake, sedangkan nama spesifiknya, capucinus yang artinya "kapucino" atau "cokelat kemerahan", mengacu pada warna tubuhnya yang dominan cokelat kemerahan.[1][2][3][4]

Pengenalan

Ular cecak (Lycodon capucinus)
dari Darmaga, Bogor
Berenang di kamar mandi

Panjang tubuh ular cecak mencapai 76 cm dan kepalanya berbentuk agak gepeng. Tubuh bagian atas berwarna cokelat kemerahan atau kehitaman, dengan bercak-bercak berwarna putih. Bagian atas kepala berwarna kecokelatan dengan motif berwarna keputihan pada leher belakang (tengkuk). Bagian bawah tubuhnya berwarna keputihan.[5]

Penyebaran

Ular cecak tersebar luas di Asia tenggara, mulai dari Myanmar, Laos, Tiongkok tenggara (Yunan, Fujian, Guangdong, Hong Kong), Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia (Semenanjung, Serawak dan Sabah), Indonesia (Sumatera, Bangka-Belitung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Buton), Timor Leste, dan Filipina (Bantayan, Cebu, Cuyo, Leyte, Luzon, Masbate, Mindanao, Mindoro, Negros, Palawan, Panay, Samar).[6][7]

Ekologi dan perilaku

Ular cecak dapat dijumpai di daerah hutan hingga pemukiman penduduk. Ular ini juga sering ditemukan berkeliaran di atas genteng atau atap rumah, di mana ular ini memburu cecak sebagai makanan utamanya. Selain cecak, ular ini juga memangsa kadal lain dan juga katak/kodok.[5]

Ular cecak berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan antara 3 sampai 11 butir.[5]

Rujukan

  1. ↑ David, P and G. Vogel. 1996. The Snakes of Sumatra. An annotated checklist and key with natural history. Edition Chimaira. Frankfurt. pp. 95-96. ISBN 3-930612-08-9
  2. ↑ Tweedie, M.W.F. 1983. The Snakes of Malaya. The Singapore National Printers. Singapore. p.69.
  3. ↑ Daniel, J.C. 1992. The Book of Indian Reptiles. Bombay Nat. His. Soc. and Oxford Univ. Press. Bombay. pp. 89–90. ISBN 0-19-562168-9
  4. ↑ Taylor, E.H. and R.E. Elbel. 1958. Contribution to the herpetology of Thailand. Univ. Kansas Sci. Bull. 38 (2):1033–1189.
  5. 1 2 3 Ular Asli Indonesia: Ular Genteng (Lycodon capucinus)
  6. ↑ (Inggris) Lycodon capucinus pada The Reptile Database
  7. ↑ Stuebing, R.B. & R.F. Inger. 1999. A Field Guide to The Snakes of Borneo. Natural History Publications (Borneo). Kota Kinabalu. p. 99-100. ISBN 983-812-031-6

  • Daltry, J.C. & Wüster, W. 2002 A new species of Wolf Snake (Serpentes: Colubrida, Lycodon) from the Cardamom Mountains, Southwestern Cambodia. Herpetologica 58 (4): 498-504
  • Das, I. 1999 Biogeography of the amphibians and reptiles of the Andaman and Nicobar Islands, India. In: Ota, H. (ed) Tropical Island herpetofauna.., Elsevier, pp. 43–77
  • Daudin, F. M. 1803 Histoire Naturelle Generale et Particuliere des Reptiles. Vol. 6. F. Dufart, Paris.
  • Fritts, T.H. 1993 The Common Wolf Snake, Lycodon aulicus capucinus, a Recent Colonist of Christmas Island in the Indian Ocean Wildlife Res 20 (2): 261-266
  • Kuch, U. and J. A. McGuire 2004 Range extensions of Lycodon capucinus Boie, 1827 in eastern Indonesia. Herpetozoa 17 (3/4): 191-193

  • Animal Diversity Web: Lycodon capucinus
  • Lycodon capucinus @ Reptile Database
  • Common House Snake pada EcologyAsia
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lycodon capucinus.
Pengidentifikasi takson
Lycodon capucinus
  • Wikidata: Q62654
  • Wikispecies: Lycodon capucinus
  • ADW: Lycodon_capucinus
  • AFD: Lycodon_capucinus
  • CoL: 3WKZY
  • GBIF: 5222820
  • iNaturalist: 104885
  • IRMNG: 10996392
  • ITIS: 1082012
  • IUCN: 192064
  • NCBI: 46274
  • Observation.org: 101068
  • Open Tree of Life: 195299
  • RD: capucinus

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pengenalan
  2. Penyebaran
  3. Ekologi dan perilaku
  4. Rujukan

Artikel Terkait

Ular cecak

Genus ular

Ular tambang

Makanan utama ular tambang adalah jenis-jenis kadal, cecak, tokek, dan katak/kodok kecil. Ular tambang berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah

Ular gadung

dijumpai di pekarangan rumah. Makanan utama ular ini adalah cecak pohon, kadal pohon, dan katak pohon. Ular ini kadang-kadang juga memangsa anak burung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026