Tumbung atau disebut juga Kecambah kelapa, adalah kotiledon kelapa yang berbentuk bulat, dengan tekstur seperti spons dan dapat dimakan. Tumbung memiliki tekstur renyah berair dengan sedikit rasa manis. Di negara-negara penghasil kelapa, Tumbung kelapa dimakan langsung atau bagian dari berbagai hidangan. Tumbung tidak diproduksi secara komersial. Tumbung juga dikenal dengan berbagai nama seperti mutiara kelapa, embrio kelapa, permen kelapa, apel kelapa, kotiledon kelapa, atau hanya disebut coconembryo atau coconapples.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Tumbung atau disebut juga Kecambah kelapa, adalah kotiledon kelapa yang berbentuk bulat, dengan tekstur seperti spons dan dapat dimakan. Tumbung memiliki tekstur renyah berair dengan sedikit rasa manis. Di negara-negara penghasil kelapa, Tumbung kelapa dimakan langsung atau bagian dari berbagai hidangan. Tumbung tidak diproduksi secara komersial. Tumbung juga dikenal dengan berbagai nama seperti mutiara kelapa, embrio kelapa, permen kelapa, apel kelapa, kotiledon kelapa, atau hanya disebut coconembryo atau coconapples.[1][2][3]
Tumbung memiliki beragam nama di negara-negara tempat kelapa merupakan tanaman asli atau dibudidayakan. Mereka juga dikenal sebagai varacode: fj is deprecated dalam bahasa Fiji; tumbong ng niyogcode: fil is deprecated , buwá ng niyogcode: fil is deprecated atau tubo ng niyogcode: fil is deprecated dalam bahasa Filipina; ihocode: haw is deprecated atau lolocode: haw is deprecated dalam bahasa Hawaii; morund di Konkani; tumbong kelapacode: ms is deprecated dalam bahasa Malaysia; pongu dalam bahasa Malayalam; niu tupucode: niu is deprecated dalam bahasa Niuean; o
Tumbung dapat ditemukan di dalam buah kelapa matang yang bertunas. Ukurannya bisa bervariasi dari sebesar kelereng hingga memenuhi seluruh rongga di dalam endosperma biji kelapa. Tumbung tumbuh hingga ukuran maksimal sekitar 20 hingga 24 minggu setelah pertunasan. Secara teknis, Tumbung disebut haustoria, karena merupakan struktur kotiledon yang menyerap nutrisi dan air dari endosperma padat dan cair, dalam hal ini, sebagai makanan untuk embrio yang sedang tumbuh.[10][11]
Tumbung sebaiknya dimakan selagi masih segar dan kecil, karena tunas yang lebih tua dan besar cenderung menjadi tengik dan memiliki rasa sabun yang tidak enak.[12]
Tumbung kelapa mengandung 66% karbohidrat, dengan 64% di antaranya adalah gula larut. Tumbung mengandung serat makanan dan mineral dalam jumlah yang cukup banyak (terutama kalium, mangan, kalsium, fosfor, dan magnesium).[13]