Tulisan roh, juga disebut psikografi, adalah kemampuan psikis yang diklaim memungkinkan seseorang menghasilkan tulisan tanpa kesadaran penuh. Praktiknya dilakukan dengan memegang alat tulis dan membiarkan roh yang diyakini hadir menggerakkan tangan penulis. Alat yang digunakan bisa berupa pena atau pensil biasa, atau instrumen khusus seperti tatakan atau papan ouija.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Tulisan roh, juga disebut psikografi, adalah kemampuan psikis yang diklaim memungkinkan seseorang menghasilkan tulisan tanpa kesadaran penuh. Praktiknya dilakukan dengan memegang alat tulis dan membiarkan roh yang diyakini hadir menggerakkan tangan penulis. Alat yang digunakan bisa berupa pena atau pensil biasa, atau instrumen khusus seperti tatakan atau papan ouija.
Tradisi keagamaan dan spiritual telah memasukkan praktik tulisan roh, termasuk Fuji dalam Agama rakyat Tiongkok serta bahasa Enochian yang terkait dengan sihir Enochian. Pada era modern, tulisan roh dikaitkan dengan spiritualisme dan okultisme, dengan tokoh terkenal seperti W. B. Yeats dan Arthur Conan Doyle sebagai praktisinya. Klaim mengenai tulisan roh dianggap tidak dapat diverifikasi, sementara beberapa contoh yang terdokumentasi diyakini merupakan hasil dari fenomena ideomotor.[1][2][3][4]
| Bagian dari seri tentang |
| Paranormal |
|---|
Tulisan roh, yang kemudian dikenal sebagai Fuji (扶乩/扶箕), memiliki tradisi panjang di Tiongkok. Sejak masa Dinasti Song, medium dipercaya menerima pesan dari berbagai dewa dan roh melalui praktik ini. Pada abad ke-19, pesan yang diperoleh lewat tulisan roh menjadi dasar berdirinya sejumlah agama keselamatan Tiongkok.[5] Penyebaran teknik budaya Tiongkok, seperti percetakan dan seni lukis, turut memperkenalkan pengaruh “tulisan roh”. Praktik ini juga dijalankan oleh para biksu Zen Ōbaku di Jepang, yang dikatakan berkomunikasi dengan seorang bijak Taois kuno yang dianggap sebagai pencipta sistem kung fu.[6]
Pada abad ke-13, para Kabbalis Spanyol juga melakukan tulisan roh, yang mungkin menjadi metode lahirnya Zohar.[7] Joseph Karo (1488–1575) bahkan disebut pernah menerima komunikasi dari pembimbing malaikatnya melalui tulisan roh, yang mendikte hukum Kiddush levana.[8]
Contoh awal lain di Barat adalah bahasa Enochian abad ke-16, yang diklaim didiktekan kepada John Dee dan Edward Kelley oleh malaikat Enochian, serta menjadi bagian penting dalam praktik sihir Enochian.[9] Bahasa ini digambarkan sangat rinci dan kompleks dalam tata bahasa serta aturannya.[10] Dee juga mengklaim bahwa ajaran Enochian mencakup informasi mengenai eliksir kehidupan yang tersembunyi di reruntuhan Glastonbury Abbey.[10]
Sejumlah akademisi menafsirkan proses penulisan Kitab Mormon oleh Joseph Smith sebagai bentuk tulisan roh.[11]
Parapsikolog William Fletcher Barrett menulis bahwa "pesan roh dapat terjadi baik dengan penulis yang secara pasif memegang pensil di atas kertas, atau melalui tatakan, maupun dengan papan 'ouija'." [12]
Dalam spiritualisme, diyakini bahwa roh mengambil alih tangan seorang cenayang untuk menuliskan pesan, surat, bahkan keseluruhan buku.[13]
Tulisan roh dapat terjadi baik dalam keadaan tidak sadar maupun saat sadar penuh. [14] Beberapa peneliti psikis seperti Thomson Jay Hudson berpendapat bahwa tulisan roh tidak melibatkan roh sama sekali, melainkan dapat dijelaskan melalui peran pikiran bawah sadar.[15]
Peneliti paranormal Harry Price membongkar klaim tulisan roh di Borley Rectory, yang ternyata hanyalah coretan di dinding oleh seorang ibu rumah tangga yang berusaha menutupi perselingkuhannya.[4]
Salah satu contoh terkenal yang diduga sebagai tulisan roh adalah hoaks Brattleboro. Ketika Charles Dickens meninggal pada tahun 1870, ia meninggalkan novel The Mystery of Edwin Drood dalam keadaan belum selesai. Menurut tukang cetak keliling T. P. James, hal ini membuat roh Dickens sangat marah hingga ia menyalurkan sisa cerita novel tersebut melalui tangan James. Proses ini dikatakan dimulai pada malam Natal 1872 dan berlangsung dalam sesi tiga kali seminggu hingga novel itu selesai.[16]