Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tugu Perdamaian Nosarara Nosabatutu

Tugu Perdamaian "Nosarara Nosabatutu" adalah tugu yang terletak di kawasan perbukitan Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Palu. Dibangun pada rentang tahun 1998-2000 sebagai simbol persatuan dan perdamaian masyarakat Sulawesi Tengah pasca konflik komunal yang terjadi di Poso, tugu ini resmi menjadi kawasan wisata pada tanggal 11 Maret 2014.

monumen di Indonesia
Diperbarui 23 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tugu Perdamaian Nosarara Nosabatutu
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Tugu Perdamaian Nosarara Nosabatutu" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Tugu Perdamaian Nosarara Nosabatutu

Tugu Perdamaian "Nosarara Nosabatutu" adalah tugu yang terletak di kawasan perbukitan Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Palu. Dibangun pada rentang tahun 1998-2000 sebagai simbol persatuan dan perdamaian masyarakat Sulawesi Tengah pasca konflik komunal yang terjadi di Poso, tugu ini resmi menjadi kawasan wisata pada tanggal 11 Maret 2014.

Monumen Nosarara Nosabatutu merupakan bangunan berlantai tiga seluas 800 meter persegi.Tugu Perdamaian berdiri kokoh di atas monumen ini. "Nosarara Nosabatutu" sendiri berasal dari Bahasa Kaili yang berarti "Kita Bersaudara, Kita Bersatu". Semboyan ini merupakan pemersatu bagi keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah yang terdiri dari berbagai suku dan agama.[1]

Gong Perdamaian

Tampak depan Gong Perdamaian

Selain itu, di kawasan wisata ini juga terdapat Gong Perdamaian Nusantara, atau Gong Perdamaian Nosarara Nosabatutu. Gong ini berwarna kuning, berdiameter 2 meter, dan memiliki berat 180 kilogram. Menggambarkan peta Indonesia di bagian tengah serta simbol perdamaian dan persaudaraan 5 agama di Indonesia, yakni Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu pada bagian lingkaran kedua.[2] Lingkaran ketiga merupakan lambang 33 provinsi di Indonesia serta lingkaran paling luar mencantumkan 444 lambang dan nama kabupaten/kota di Indonesia. Gong Perdamaian ini diresmikan pada 11 Maret 2013. Selain menjadi simbol persatuan dan perdamaian masyarakat Sulawesi Tenggara,[3] lokasinya di Bukit Tondo juga memiliki fungsi lain yakni sebagai tempat evakuasi saat terjadi tsunami di Palu.[butuh rujukan]

Dalam penjelasan dituliskan bahwa Gong Perdamaian merupakan upaya pencegahan terulang kembali konflik kekerasan sosial seperti di Poso. Oleh karena itu, selain simbol gong untuk menjaga perdamaian, di Bukit Tondo juga dibangun graha tempat berkumpul dan bermusyawarah apabila ada masalah yang harus diselesaikan.

Referensi

  1. ↑ Septiwiharti, Dwi; Maharani, Septiana Dwiputri; Mustansyir, Rizal (2019-12-31). "The Concepts of Nosarara Nosabatutu in the Kaili Community : Inspiration for Religious Harmony in Indonesia". Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya. 4 (2): 222–231. doi:10.15575/jw.v4i2.6622. ISSN 2502-3489.
  2. ↑ "Gong Perdamaian Nusantara Palu". www.djkn.kemenkeu.go.id. Diakses tanggal 2022-12-28.
  3. ↑ "Mengunjungi Tugu Perdamaian "Nosarara Nosabatutu" di Palu yang Instagramable". kumparan. Diakses tanggal 2020-03-01.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Gong Perdamaian
  2. Referensi

Artikel Terkait

Monumen Nasional

monumen di Indonesia

Monumen Kapsul Waktu Merauke

5 hektar (ha) dan menjadi ikon baru di Indonesia Timur. Monumen Kapsul Waktu berisikan impian anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan nantinya

Monumen Selamat Datang

monumen di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026