Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTologu
Artikel Wikipedia

Tologu

Tologu adalah sebuah pedang tradisonal khas suku Nias di Kabupaten Nias Selatan. Bagian tologu terbagi menjadi bilah pedang, gagang pedang, sarung pedang dan rago. Panjang bilah pedang tologu hanya 55–60 cm dengan gagang pedang sepanjang genggaman satu tangan. Rago pada tologu terbuat dari rotan yang dilengkapi gigi beberapa jenis hewan. Pemakaian tologu dengan motif lasara dengan sosok yang mengerikan sebagai ornamennya merupakan simbol kemegahan bagi bangsawan dari suku Nias.

Wikipedia article
Diperbarui 3 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tologu
Tampilan fisik dari bilah pedang tologu yang berada dalam sarung pedang dan hanya menampakkan gagang pedangnya saja bersama dengan rago.

Tologu adalah sebuah pedang tradisonal khas suku Nias di Kabupaten Nias Selatan.[1][2] Bagian tologu terbagi menjadi bilah pedang, gagang pedang, sarung pedang dan rago. Panjang bilah pedang tologu hanya 55–60 cm dengan gagang pedang sepanjang genggaman satu tangan. Rago pada tologu terbuat dari rotan yang dilengkapi gigi beberapa jenis hewan.[1] Pemakaian tologu dengan motif lasara dengan sosok yang mengerikan sebagai ornamennya merupakan simbol kemegahan bagi bangsawan dari suku Nias.[2][3]

Bagian-bagian

Tologu terdiri dari empat bagian yaitu bilah pedang, gagang pedang, sarung pedang dan hiasan berbentuk bola yang disebut rago.[1] Bentuk belah pedang tologu mirip pedang tradisional Tiongkok yaitu dao. Bilah pedang tologu hanya sepanjang 55–60 cm dengan gagang pedang yang hanya cukup untuk digenggam dengan satu tangan. Pada ujung gagang pedang tologu terdapat ornamen berbentuk kepala lasara yang berfungsi sebagai pelindung tangan. Pada teknik pedang tertentu, ornamen tersebut juga digunakan untuk memukul lawan.[1] Sementara itu, hiasan rago berbentuk bola dibuat dari rotan yang ditambahi dengan gigi buaya, gigi harimau, taring babi hutan atau gigi hiu.[4]

Pemakaian

Tologu merupakan pedang yang hanya memiliki satu sisi yang tajam yang berkebalikan dengan pedang dao.[1] Pemakaiannya menggunakan satu tangan saja dan dapat digunakan oleh perempuan. Tologu sangat baik digunakan untuk menebas dan menangkis karena ringan dan mudah diayunkan.[1] Gagang tologu yang menggunakan motif lasara menandakan bahwa pemiliknya adalah seorang penguasa yang terkemuka dari suku Nias. Motif lasara ini menampilkan kepala dengan mulut menganga yang menampakkan sepasang taring yang panjang. Tampilan tersebut menampakkan sebuah sosok yang mengerikan.[3] Bagi bangsawan dari suku Nias di wilayah Kabupaten Nias Selatan, pemakaian pedang tologu merupakan suatu simbol kemegahan. Selain itu, pemasangan rago pada pedang tologu diyakini sebagai pemberi kekuatan dan kekebalan bagi penggunanya.[2]

Lihat pula

  • Kebudayaan Nias
  • Kebudayaan Mentawai

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Putra, D. K., Fau, L. G., dan Astuti, W. W. (2020). "Mengenal Perlengkapan Perang sebagai Warisan Budaya dari Nias Selatan" (PDF). Buletin Haba. 24 (94). Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh: 37. ISSN 1410-3877. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. 1 2 3 Svensson, B., dan Fowler, S. (2017). "Pedang "Tolögu"" (PDF). Museum Pusaka Nias. Yayasan Pusaka Nias. Diakses tanggal 14 Juni 2025. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. 1 2 Koestoro, L. P., dan Wiradnyana, K. (2007). Tradisi Megalitik di Pulau Nias. Medan: Balai Arkeologi Medan. hlm. 58. ISBN 979-98772-1-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Iqbal, Muhammad (Januari 2013). Dintu (ed.). Keliling Sumatera Luar Dalam: Catatan Backpacker yang Nyambi jadi Jurnalis. Jakarta: Penerbit PT. Grasindo. hlm. 13. ISBN 978-979-081-911-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Bagian-bagian
  2. Pemakaian
  3. Lihat pula
  4. Referensi

Artikel Terkait

Mangai binu

Tradisi berburu kepala di Nias

Kebudayaan Nias

tradisional Nias yang dimainkan ketika berburu burung dan mengusir hewan. Tologu Kebudayaan Mentawai Gustanto, dkk. 2005, hlm. 7-8. Gustanto, dkk. 2005,

Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026