Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKebudayaan Nias
Artikel Wikipedia

Kebudayaan Nias

Kebudayaan Nias adalah kebudayaan khas yang berkembang di Pulau Nias oleh suku Nias. Pembentukan kebudayaan Nias merupakan akibat isolasi sosial penduduk di Pulau Nias dari pulau-pulau lain di Indonesia, terutama Pulau Sumatera. Suku Nias meyakini bahwa mereka adalah manusia sempurna yang berbeda dengan manusia lainnya, sehingga menghasilkan karakteristik kebudayaan Nias yang tertutup dari masyarakat lainnya dan memiliki hukum adat yang ketat. Keunikan kebudayaan Nias ialah penerapan sistem patrilineal dalam kemargaan yang jumlahnya mencapai 120 marga. Selain itu, keunikan lain dari kebudayaan Nias ialah musik tradisional Nias yang hanya dikembangkan di Pulau Nias.

Wikipedia article
Diperbarui 22 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kebudayaan Nias adalah kebudayaan khas yang berkembang di Pulau Nias oleh suku Nias.[1] Pembentukan kebudayaan Nias merupakan akibat isolasi sosial penduduk di Pulau Nias dari pulau-pulau lain di Indonesia, terutama Pulau Sumatera. Suku Nias meyakini bahwa mereka adalah manusia sempurna yang berbeda dengan manusia lainnya, sehingga menghasilkan karakteristik kebudayaan Nias yang tertutup dari masyarakat lainnya dan memiliki hukum adat yang ketat.[2] Keunikan kebudayaan Nias ialah penerapan sistem patrilineal dalam kemargaan yang jumlahnya mencapai 120 marga (lihat daftar marga Nias).[3][4] Selain itu, keunikan lain dari kebudayaan Nias ialah musik tradisional Nias yang hanya dikembangkan di Pulau Nias.[5]

Pembentukan

Kebudayaan Nias merupakan kebudayaan khas suku Nias yang terbentuk akibat isolasi sosial penduduk asli Pulau Nias terhadap pulau-pulau lain di wilayah Indonesia. Isolasi sosial tersebut terjadi karena lokasi Pulau Nias yang terpencil dengan laut dalam sebagai pemisah utamanya dari Pulau Sumatera. Leluhur suku Nias pada zaman kuno diperkirakan berasal dari Daratan Utama Asia di wilayah bagian selatan Tiongkok. Mereka tiba di Pulau Nias tanpa singgah ke pulau lain. Perkiraan ini teramati dari warna kulit orang dari suku Nias yang lebih kuning dibandingkan dengan suku-suku lain di Indonesia disertai dengan mata sipit dan rambut lurus. Bersama dengan kedatangan leluhur suku Nias ke Pulau Nias, kebudayaan kuno yang dianut juga ikut dilestarikan secara terisolasi dari kebudayaan lain.[1]

Kepercayaan lokal dan hukum adat

Suku Nias meyakini bahwa manusia pertama turun dari surga dan menetap di Pulau Nias. Bersamaan dengan turunnya manusia pertama, ia membawa kebudayaan yang berlaku bagi suku Nias sebagai hukum adat. Keyakinan ini membuat suku Nias meyakini bahwa sukunya merupakan suku unggulan karena memiliki sifat kesempurnaan manusia. Di sisi lain, mereka meyakini bahwa manusia lain tidak memiliki sifat kesempurnaan manusia. Karena keyakinan ini, suku Nias berpandangan bahwa pergaulan kepada suku lain tidak diperlukan. Pandangan ini yang kemudian menimbulkan karakteristik ketertutupan pada masyarakat Nias dan pengetatan terhadap kesucian adat suku Nias.[2]

Keunikan

Kemargaan

Dalam kebudayaan Nias berlaku sistem kemargaan yang menggunakan sistem patrilineal.[3][4] Penyematan marga pada anak didasarkan dari jalur keturunan ayah. Setiap anak laki-laki maupun anak perempuan dari suku Nias harus menggunakan nama marga ayahnya sebagai nama marganya.[4] Jumlah marga yang terdapat di suku Nias tercatat sebanyak 120 marga.[3]

Musik tradisional

Salah satu keunikan yang menjadi warisan budaya dari para leluhur suku Nias ialah musik tradisional Nias. Musik menjadi bagian dari kehidupan keseharian suku Nias selain berkebun, mendirikan rumah, menjaga hewan peliharaan dan berpesta. Peran musik tradisional Nias sebagai hiburan bagi suku Nias. Musik tradisional Nias menjadi musik yang unik karena hanya dikenal dan dikembangkan di Pulau Nias.[5]

Musik tradisional Nias utamanya digunakan oleh suku Nias untuk keperluan keagamaan dan upacara adat, khususnya owasa dan fangowalu. Ada juga musik tradisional Nias yang dimainkan hanya untuk hiburan, ekspresi diri dan komunikasi. Salah satu musik tradisional Nias yang disebut moli-moli hanya dimainkan untuk memberi nasihat. Ada pula musik tradisional Nias yang dimainkan ketika berburu burung dan mengusir hewan.[6]

Lihat pula

  • Tologu
  • Kebudayaan Mentawai

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Gustanto, dkk. 2005, hlm. 7-8.
  2. 1 2 Gustanto, dkk. 2005, hlm. 12.
  3. 1 2 3 Basha 2018, hlm. 14.
  4. 1 2 3 Basha 2018, hlm. 15.
  5. 1 2 Laia 2019, hlm. 1.
  6. ↑ Laia 2019, hlm. 2.

Daftar pustaka

  • Basha, Raedu (September 2018). Ya’ahowu: Catatan Etnografis tentang Nias (PDF). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. ISBN 978-602-437-548-5. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Gustanto, dkk. (2005). Mulia, Hendra (ed.). Adat dan Budaya Suku Bangsa Nias Sumatera Utara (PDF). Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional. ISBN 979-9164-51-6. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Laia, Faozisökhi (2019). Alat Musik Tradisional Nias (PDF). Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh. ISBN 978-602-9457-88-9. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembentukan
  2. Kepercayaan lokal dan hukum adat
  3. Keunikan
  4. Kemargaan
  5. Musik tradisional
  6. Lihat pula
  7. Referensi
  8. Catatan kaki
  9. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Suku Nias

kelompok etnis pribumi dari Pulau Nias

Daftar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia

jabatan dalam kabinet Indonesia

Fahombo

olahraga tradisional di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026