Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTjoo Tik Tjoen
Artikel Wikipedia

Tjoo Tik Tjoen

Tjoo Tik Tjoen adalah politisi dan guru Tionghoa Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPR dari tahun 1956 hingga 1964 dari PKI.

Wikipedia article
Diperbarui 26 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tjoo Tik Tjoen
Tjoo Tik Tjoen
曹德崇
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
26 Maret 1956 – 22 Juli 1959
PresidenSoekarno
Daerah pemilihanJawa Timur
Masa jabatan
22 Juli 1959 – 20 Mei 1964
PresidenSoekarno
Pengganti
Abdulla Baraba
Sebelum
Daerah pemilihanTidak ada
Informasi pribadi
Lahir(1921-04-15)15 April 1921
Surabaya, Hindia Belanda
MeninggalTidak diketahui
Partai politik  PKI
Anak9
AlmamaterUniversitas Tongji
ProfesiPolitisi
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Tjoo Tik Tjoen (15 April 1921 - tidak diketahui) adalah politisi dan guru Tionghoa Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPR dari tahun 1956 hingga 1964 dari PKI.

Kehidupan awal dan pendidikan

Tjoen lahir di Surabaya pada tanggal 15 April 1921. Ia berkuliah selama setahun di Universitas Tongji.[1]

Karier

Karier pendidikan dan bisnis

Dari bulan Februari 1941 hingga Agustus 1941, Tjoen menjabat sebagai Kepala Sekolah Rakyat THHK di Lawang. Kemudian, ia menjadi guru di Sekolah Menengah Sin Hwa di Surabaya dari bulan Januari hingga Desember 1946.[1]

Tjoen pindah ke Ampenan pada bulan Januari 1947 dan bekerja sebagai guru di sekolah menegah THHK hingga bulan Juni. Seusai itu, ia kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai wakil direktur NV Pyramid dari bulan Juni 1948 hingga Maret 1956.[1]

Karier politik

Tjoen mulai berkiprah di dunia politik pada tahun 1945 dengan menjabat sebagai ketua perkumpulan Tionghoa Ta Chung She. Jabatan tersebut ia emban hingga tahun 1946. Selama masa Revolusi Nasional, ia aktif menetang Pao An Tui dan Konferensi Pangkal Pinang. Pada bulan Oktober 1948, Belanda menangkap Tjoen dan memenjarakan dia di Kamp Tawanan Lowokwaru di Malang. Ia baru dibebaskan dari penjara pada bulan Januari 1950.[1]

Seusai keluar dari penjara, Tjoen bergabung dengan organisasi Tenaga Pembangunan Nasional Surabaya dan menjabat sebgai bendaharanya pada bulan Februari 1950. Ia kemudian ditangkap pada bulan Agustus 1951 karena paham kirinya dan baru dibebaskan pada bulan Februari 1952.[1] Tjoen bergabung dengan Baperki pada tahun yang tidak diketahui dan diangkat sebagai sekretaris Baperki cabang Surabaya pada bulan April 1954.[2]

Pada Pemilu 1955, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari PKI meskipun ia belum menjadi anggota resmi partai. Ia terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur. Seusai terpilih, ia resmi bergabung ke PKI pada bulan Maret 1956.[3] Ketika DPR hasil pemilu 1955 dibubarkan, Tjoen menjadi anggota DPR-Gotong Royong. Ia bergabung ke Komisi D bidang produksi dan menjabat sebagai wakil ketuanya.[4] Tjoen berhenti sebagai anggota DPR pada tanggal 20 Mei 1964 berdasarkan surat keputusan PKI pada tanggal 17 Juli 1963 dan digantikan oleh Abdulla Baraba.[5][6]

Sebagai anggota DPR, ia bersama dengan Siauw Giok Tjhan, Sutomo, Imam Soetardjo, Hartojo Prawirosudarmo, dan Soeprapto mengajukan hak interpelasi mengenai penunjukkan perwakilan golongan minoritas di parlemen pada bulan Oktober 1956.[7] Hal ini ia lakukan karena ia menemukan bahwa orang-orang yang mewakili golongan minoritas tidak didukung oleh komunitas Muslim Tionghoa dan Indo dan mereka didukung oleh Masjumi, NU, dan Parkindo.[8] Dalam diskusi rancangan anggaran 1956, dia mengkritik rancangan anggaran yang ia anggap lebih konsumtif dan menyarankan agar menasionalisasikan perusahaan asing untuk meningkatkan pendapatan. Dia juga meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang sistem premi karena menciptakan lahan untuk korupsi dan mengurangi pendapatan negara.[9] Selain itu juga, ia menentang usulan dari Assaat yang meminta kepada pemerintah untuk mengadopsi kebijakan ekonomi yang menguntungkan pengusaha pribumi. Bagi dia, kebijakan itu tidak masuk akal dan berbau diskriminasi ras.[10]

Seusai mengundurkan sebagai anggota DPR, ia tetap aktif di PKI. Dia menjadi ketua delegasi PKI dalam kunjungan ke Tiongkok pada bulan Oktober 1964 untuk menghadiri acara peringatan 15 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.[11]

Penangkapan

Seusai Peristiwa G30S, Tjoen ditangkap pada 24 Desember 1965 dan ditahan di barak militer di Jakarta. Kemudian, ia dijebloskan ke penjara di luar Jakarta. Pada tahun 1971, ia dipindahkan ke Pulau Buru.[12]

Kehidupan pribadi

Tjoen menikah dan memiliki 9 anak.[13]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Parlaungan 1956, hlm. 309.
  2. ↑ Parlaungan 1956, hlm. 310.
  3. ↑ Suryadinata, Leo (2015). Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (4th edition). Singapore: ISEAS – Yusof Ishak Institute. hlm. 354.
  4. ↑ Departemen Penerangan RI, Departemen Penerangan RI (1961). Keputusan-Keputusan MPRS. Jakarta: Pradnjaparamita. hlm. 39.
  5. ↑ Sekretariat DPR-GR, Sekretariat DPR-GR (1970). Seperempat abad Dewan Perwakilan Rakjat Republik Indonesia. Jakarta: DPR-GR. hlm. 672.
  6. ↑ Pemerintah Pusat, Pemerintah Pusat. "Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 86 Tahun 1964 Pemberhentian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong" (PDF). peraturan.bpk.go.id. Badan Pemeriksa Keuangan. Diakses tanggal 26 September 2025.
  7. ↑ "},"title":{"wt":"Interpellatie over bezetting\nminoriteitszetels"},"url":{"wt":"https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=Tjoo+Tik+Tjoen&coll=ddd&sortfield=date&page=2&identifier=ddd:010478499:mpeg21:a0030&resultsidentifier=ddd:010478499:mpeg21:a0030&rowid=2"},"work":{"wt":"De nieuwsgier"},"location":{"wt":""},"date":{"wt":"12 Oktober 1956"}},"i":0}}]}' id="mwqw"/>"Interpellatie over bezetting minoriteitszetels". De nieuwsgier. 12 Oktober 1956.
  8. ↑ "},"title":{"wt":"Toelichting Op Resolutie Benoeming Rainoriteiten"},"url":{"wt":"https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=Tjoo+Tik+Tjoen&coll=ddd&sortfield=date&page=2&identifier=MMKB19:000292105:mpeg21:a00017&resultsidentifier=MMKB19:000292105:mpeg21:a00017&rowid=4"},"work":{"wt":"Indische courant voor Nederland"},"location":{"wt":"[[Amsterdam]]"},"date":{"wt":"29 Oktober 1956"}},"i":0}}]}' id="mwtw"/>"Toelichting Op Resolutie Benoeming Rainoriteiten". Indische courant voor Nederland. Amsterdam. 29 Oktober 1956.
  9. ↑ "},"title":{"wt":"Siauw dient motie in voor herziening benoeming minoriteits vertegenwoordigers"},"url":{"wt":"https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=Tjoo+Tik+Tjoen&coll=ddd&sortfield=date&page=2&identifier=ddd:010896313:mpeg21:a0052&resultsidentifier=ddd:010896313:mpeg21:a0052&rowid=5"},"work":{"wt":"de Preangerbode"},"location":{"wt":""},"date":{"wt":"22 November 1956"}},"i":0}}]}' id="mwwA"/>"Siauw dient motie in voor herziening benoeming minoriteits vertegenwoordigers". de Preangerbode. 22 November 1956.
  10. ↑ Somers, Mary.F (1964). Peranakan Chinese Politics in Indonesia. Ithaca, New York: Southeast Asia Program. Dept. of Asian Studies, Cornell University. hlm. 26.
  11. ↑ Peking Review (9 Oktober 1964). "Chairman Mao and Other Leaders Receive Dist:inguished Guests" (PDF). Peking Review. Beijing: Foreign Language Press.
  12. ↑ Amnesty Internasional (Juli 1976). Prisoners on Buru: Some case studies (PDF) (Report). Sekretariat Internasional Amnesty Internasional.
  13. ↑ Amnesty Internasional (23 September 1977). Political Prisoners in Indonesia Parliamentarians (PDF) (Report). Sekretariat Internasional Amnesty Internasional.

Bibliografi

  • Parlaungan (1956). Hasil Rakjat Memilih Tokoh-tokoh Parlemen (Hasil Pemilihan Umum Pertama - 1955) di Republik Indonesia (PDF). Jakarta: C.V. Gita. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan pendidikan
  2. Karier
  3. Karier pendidikan dan bisnis
  4. Karier politik
  5. Penangkapan
  6. Kehidupan pribadi
  7. Referensi
  8. Bibliografi

Artikel Terkait

Daftar anggota Dewan Perwakilan Rakyat 1956–1959

Teuku Mohamad Thaher Thajeb Sumatera Utara 27 Tjugito Djawa Timur 28 Tjoo Tik Tjoen Djawa Timur 29 Samadi Utarjo Djawa Tengah 30 R. Abdulhajat Djawa Tengah

Daftar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong 1960–1965

Suwarto 90 Ny. Charlotte Salawati Daud 91 Abdullah Baraba Menggantikan Tjoo Tik Tjoen sejak 20 Mei 1964. 92 Kasim 93 Sukatno 94 Zalkadir Zalkadir menggantikan

Jawa Timur (daerah pemilihan)

Soeprapto Sudisman Sudojo Sukatno Hoeseni Supeno Hadisiswojo Tjugito Tjoo Tik Tjoen Abdul Wachid Soejoso Masyumi Anwar Harjono Moh. Anwar Zain Ny. Hafni

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026