Tjerita Si Tjonat, Sato Kepala Penjamoen di Djaman Dahoeloe Kala adalah novel tahun 1900 yang ditulis oleh jurnalis F.D.J. Pangemanann. Salah satu cerita bandit dari Hindia Belanda kontemporer ini mengisahkan kebangkitan dan kejatuhan Tjonat, sejak pembunuhan pertamanya pada usia 13 tahun sampai eksekusinya sekitar 25 tahun kemudian. Menurut cendekiawan Malaysia Abdul Wahab Ali, gaya novelnya menunjukkan periode transisi antara sastra oral dan tertulis. Tjerita Si Tjonat telah beberapa kali diadaptasi ke pertunjukan panggung dan pada 1929 versi filmnya dibuat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sampul, edisi pertama | |
| Pengarang | F.D.J. Pangemanann |
|---|---|
| Negara | Hindia Belanda |
| Bahasa | Melayu Rendah |
| Genre | Bandit |
| Penerbit | Tjoe Toei Yang |
| Halaman | 126 |
| OCLC | 35197577 |
Tjerita Si Tjonat, Sato Kepala Penjamoen di Djaman Dahoeloe Kala[a] (juga dikenal sebagai Tjerita Si Tjonat; EYD Cerita Si Conat) adalah novel tahun 1900 yang ditulis oleh jurnalis F.D.J. Pangemanann. Salah satu cerita bandit dari Hindia Belanda kontemporer ini mengisahkan kebangkitan dan kejatuhan Tjonat, sejak pembunuhan pertamanya pada usia 13 tahun sampai eksekusinya sekitar 25 tahun kemudian. Menurut cendekiawan Malaysia Abdul Wahab Ali, gaya novelnya menunjukkan periode transisi antara sastra oral dan tertulis. Tjerita Si Tjonat telah beberapa kali diadaptasi ke pertunjukan panggung dan pada 1929 versi filmnya dibuat.