Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSastra lisan
Artikel Wikipedia

Sastra lisan

Sastra lisan atau sastra rakyat adalah karya sastra dalam bentuk ujaran (lisan) yang sejak awal disebarkan dari mulut ke mulut, tidak tercipta mula-mula dalam bentuk tulisan, meskipun kini banyak sastra lisan telah tercatat dalam tulisan. Sastra lisan membentuk komponen budaya yang lebih mendasar, tetapi memiliki sifat-sifat sastra pada umumnya. Cendekiawan Uganda Pio Zirimu memperkenalkan kata orature untuk menghindari oksimoron, tetapi sastra lisan masih sering digunakan di lingkup akademik dan masyarakat. Satra lisan bagian dari tradisi lisan, dan dikembangkan dalam budaya lisan berupa pesan, kesaksian, cerita, diwarsikan secara lisan dari satu generasi ke generasi lainnya.

karya sastra dalam bentuk ujaran (lisan) yang sejak awal disebarkan dari mulut ke mulut, tidak tercipta mula-mula dalam bentuk tulisan, meskipun kini banyak sastra lisan telah tercatat dalam tulisan.
Diperbarui 7 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sastra lisan
Sastra
Sastra lisan
  • Folklor
    • Dongeng
    • Lagu
    • Legenda
    • Mitos
    • Peribahasa
    • Wiracarita
  • Penampilan
    • Buku audio
    • Lirik lagu
    • Permainan panggung
  • Pidato
Genre tertulis utama
  • Drama
    • Pementasan
    • Komedi
    • Tragedi
    • Tragikomedi
  • Puisi
    • Epik
    • Lirik
  • Prosa
    • Cerita pendek
    • Novel/Roman
    • Novela
Fiksi
  • Bacaan anak
  • Cinta
  • Kejahatan
  • Sejarah
  • Spekulatif
    • Fantasi
    • Ilmiah
  • Satir
Nonfiksi
  • Akademik
    • Filsafat
    • Sejarah
  • Epistola
  • Kehidupan
    • Autobiografi
    • Biografi
    • Buku harian
    • Memoar
  • Kewartawanan
  • Perjalanan
  • Surat
Sejarah dan daftar
  • Sejarah
    • Kontemporer
  • Garis besar
  • Glosarium istilah
  • Aliran
  • Buku
  • Penulis
  • Penghargaan
Diskusi
  • Kritik
  • Teori
  • Sosiologi
  • Majalah
 Portal Sastra
  • l
  • b
  • s

Sastra lisan atau sastra rakyat adalah karya sastra dalam bentuk ujaran (lisan) yang sejak awal disebarkan dari mulut ke mulut, tidak tercipta mula-mula dalam bentuk tulisan, meskipun kini banyak sastra lisan telah tercatat dalam tulisan. Sastra lisan membentuk komponen budaya yang lebih mendasar, tetapi memiliki sifat-sifat sastra pada umumnya. Cendekiawan Uganda Pio Zirimu memperkenalkan kata orature untuk menghindari oksimoron, tetapi sastra lisan (oral literature) masih sering digunakan di lingkup akademik dan masyarakat.[butuh rujukan] Satra lisan bagian dari tradisi lisan, dan dikembangkan dalam budaya lisan berupa pesan, kesaksian, cerita, diwarsikan secara lisan dari satu generasi ke generasi lainnya. [1]

Masyarakat yang belum mengenal huruf tidak memiliki sastra tertulis, tetapi mungkin memiliki tradisi lisan yang kaya dan beragam—seperti wiracarita, cerita rakyat, peribahasa, pantun dan lagu rakyat—yang secara efektif membentuk sastra lisan. Sekalipun semuanya telah dihimpun dan dicetak dalam bentuk buku oleh para ahli cerita rakyat dan paremiografer, hasilnya masih disebut "sastra lisan".

Masyarakat yang mengenal huruf kemungkinan masih melanjutkan tradisi lisan, biasanya di dalam keluarga (seperti pengantar tidur) atau struktur sosial informal. Penyampaian legenda urban dapat dianggap sebagai contoh sastra lisan, sebagaimana lelucon dan puisi lisan, termasuk lomba puisi yang ditayangkan di Def Poetry. Puisi pertunjukan adalah genre puisi yang menggantikan bentuk tertulisnya [2]

Cerita rakyat

Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk sastra lisan, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.[3] Ciri-ciri tersebut menurut James Danandjaja (seorang ahli cerita rakyat).[4]

  1. Penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan secara lisan, yaitu melalui tutur kata dari mulut ke mulut atau dari satu generasi ke generasi selanjutnya.[3]
  2. Bersifat tradisional, yaitu disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar.[3]
  3. Berkembang dalam versi yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan penyebarannya secara lisan sehingga cerita rakyat mudah mengalami perubahan. Akan tetapi, bentuk dasarnya tetap bertahan.[3]
  4. Bersifat anonim, artinya pembuatnya atau yang mengucapkan cerita rakyat tidak diketahui lagi orangnya.[3]
  5. Biasanya mempunyai bentuk berpola. Kata-kata pembukanya, misalnya menurut sahibil hikayat (menurut yang empunya cerita) atau dalam bahasa Jawa misalnya dimulai dengan kalimat anuju sawijing dina (pada suatu hari).[3]
  6. Mempunyai manfaat dalam kehidupan kolektif. Cerita rakyat misalnya berguna sebagai alat pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan cerminan keinginan terpendam.[3]
  7. Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum. Ciri ini terutama berlaku bagi cerita rakyat lisan dan sebagian lisan.[3]
  8. Menjadi milik bersama dari masyarakat tertentu.[3]
  9. Pada umumnya bersifat lugu atau polos sehingga sering kali kelihatannya kasar atau terlalu sopan. Hal itu disebabkan banyak cerita rakyat merupakan cerminan emosi manusia yang jujur.[3]

Lihat pula

  • Bercerita
  • Folklor
  • Kelisanan
  • Puisi lisan
  • Sejarah lisan
  • Tradisi lisan

Daftar pustaka

  • Finnegan, Ruth. (2012) Oral Literature in Africa. Cambridge: Open Book Publishers. CC BY edition
  • Ong, Walter. (1982) Orality and Literacy: the technologizing of the word. New York: Methuen Press.
  • Tsaaior, James Tar. 2010. Webbed words, masked meanings: Proverbiality and narrative/discursive strategies in D.T. Niane's Sundiata: and epic of old Mali. Proverbium 27: 319-338.
  • Vansina, Jan. (1978) Oral Tradition, Oral History: Achievements and Perspectives, in B.Bernardi, C.Poni and A.Triulzi (Eds.) Fonti Orali, Oral Sources, Sources Orales. Milan: Franco Angeli, pp. 59–74.
  • Vansina, Jan. (1961) Oral Tradition. A Study in Historical Methodology. Chicago and London: Aldine and Routledge & Kegan Paul.

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Sawa, Oktafianus Sangsun; Owon, Robertus Adi Sarjono; Lautama, Muhammad (2023-02-06). "Analisis Fungsi dan Isi Syair Adat pada Upacara Pernikahan: Kajian Budaya Lokal di Sikka, Nusa Tenggara Timur". Jurnal Genesis Indonesia (dalam bahasa American English). 2 (01): 35–44. doi:10.56741/jgi.v2i01.149. ISSN 2962-5750.
  2. ↑ Three-minute poetry? It’s all the rage, March 07, 2011 / December 16, 2009, publisher The Times, UK
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Pengertian, Jenis-jenis dan Fungsi Cerita Rakyat – Sridianti.com". www.sridianti.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-28. Diakses tanggal 2019-02-28.
  4. ↑ "Pengertian dan Fungsi Cerita Rakyat – Sridianti.com". www.sridianti.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-07. Diakses tanggal 2019-02-28.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • İslâm Ansiklopedisi
  • Internet Encyclopedia of Ukraine
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Cerita rakyat
  2. Lihat pula
  3. Daftar pustaka
  4. Pranala luar
  5. Referensi

Artikel Terkait

Kekristenan pada periode Pranikea

ini adalah materi dari berbagai karya sastra berlainan yang ditulis dalam rentang waktu pertengahan abad ke-2 hingga abad ke-4, yang kemudian dihimpun

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026