Sastra lisan atau sastra rakyat adalah karya sastra dalam bentuk ujaran (lisan) yang sejak awal disebarkan dari mulut ke mulut, tidak tercipta mula-mula dalam bentuk tulisan, meskipun kini banyak sastra lisan telah tercatat dalam tulisan. Sastra lisan membentuk komponen budaya yang lebih mendasar, tetapi memiliki sifat-sifat sastra pada umumnya. Cendekiawan Uganda Pio Zirimu memperkenalkan kata orature untuk menghindari oksimoron, tetapi sastra lisan masih sering digunakan di lingkup akademik dan masyarakat. Satra lisan bagian dari tradisi lisan, dan dikembangkan dalam budaya lisan berupa pesan, kesaksian, cerita, diwarsikan secara lisan dari satu generasi ke generasi lainnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sastra |
|---|
| Sastra lisan |
| Genre tertulis utama |
| Fiksi |
| Nonfiksi |
| Sejarah dan daftar |
| Diskusi |
|
|
Sastra lisan atau sastra rakyat adalah karya sastra dalam bentuk ujaran (lisan) yang sejak awal disebarkan dari mulut ke mulut, tidak tercipta mula-mula dalam bentuk tulisan, meskipun kini banyak sastra lisan telah tercatat dalam tulisan. Sastra lisan membentuk komponen budaya yang lebih mendasar, tetapi memiliki sifat-sifat sastra pada umumnya. Cendekiawan Uganda Pio Zirimu memperkenalkan kata orature untuk menghindari oksimoron, tetapi sastra lisan (oral literature) masih sering digunakan di lingkup akademik dan masyarakat.[butuh rujukan] Satra lisan bagian dari tradisi lisan, dan dikembangkan dalam budaya lisan berupa pesan, kesaksian, cerita, diwarsikan secara lisan dari satu generasi ke generasi lainnya. [1]
Masyarakat yang belum mengenal huruf tidak memiliki sastra tertulis, tetapi mungkin memiliki tradisi lisan yang kaya dan beragam—seperti wiracarita, cerita rakyat, peribahasa, pantun dan lagu rakyat—yang secara efektif membentuk sastra lisan. Sekalipun semuanya telah dihimpun dan dicetak dalam bentuk buku oleh para ahli cerita rakyat dan paremiografer, hasilnya masih disebut "sastra lisan".
Masyarakat yang mengenal huruf kemungkinan masih melanjutkan tradisi lisan, biasanya di dalam keluarga (seperti pengantar tidur) atau struktur sosial informal. Penyampaian legenda urban dapat dianggap sebagai contoh sastra lisan, sebagaimana lelucon dan puisi lisan, termasuk lomba puisi yang ditayangkan di Def Poetry. Puisi pertunjukan adalah genre puisi yang menggantikan bentuk tertulisnya [2]
Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk sastra lisan, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.[3] Ciri-ciri tersebut menurut James Danandjaja (seorang ahli cerita rakyat).[4]