Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabupaten Timor Tengah Utara

Kabupaten Timor Tengah Utara atau disingkat TTU adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten berada di Kota Kefamenanu. Luas wilayahnya adalah 2.669,70 km² dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2024 sebanyak 274.104 jiwa dan kepadatan penduduk 100 jiwa/km². Kabupaten TTU berbatasan dengan eksklave Timor Leste di Oecusse-Ambeno. TTU memiliki gunung tertinggi di Pulau Timor bagian barat yaitu Gunung Mutis.

kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Diperbarui 16 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Timor Tengah Utara
Kabupaten in Nusa Tenggara TimurTemplat:SHORTDESC:Kabupaten in Nusa Tenggara Timur
Kabupaten Timor Tengah Utara
Biinmafo[1]
Kabupaten
Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Wini
Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Wini
Lambang resmi Kabupaten Timor Tengah Utara
Lambang
Motto: 
Salu Miomafo Kuluan Maubes
Peta
Kabupaten Timor Tengah Utara di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Timor Tengah Utara
Kabupaten Timor Tengah Utara
Peta
Tampilkan peta Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Timor Tengah Utara di Indonesia
Kabupaten Timor Tengah Utara
Kabupaten Timor Tengah Utara
Kabupaten Timor Tengah Utara (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 9°26′48″S 124°28′41″E / 9.4467°S 124.4781°E / -9.4467; 124.4781
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal berdiri9 Agustus 1958
Dasar hukumUU No. 69/1958
Ibu kotaKota Kefamenanu
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 24
  • Kelurahan: 11
  • Desa: 182
Pemerintahan
 • BupatiYosep Falentinus Delasalle Kebo
 • Wakil BupatiKamillus Elu
 • Ketua DPRDKristoforus Efi
Luas
 • Total2.669,7 km2 (1,030,8 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2024)[2]
 • Total274.104
 • Kepadatan100/km2 (270/sq mi)
Demografi
 • Agama
    • 98,09% Kekristenan
      • 89,66% Katolik
      • 8,43% Protestan
  • 1,86% Islam
  • 0,05% Hindu[2]
 • BahasaIndonesia (resmi)
Uab Metô
 • IPMKenaikan 66,56 (2023)
 sedang [3]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode BPS
5305 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0388
Pelat kendaraanDH xxxx D*
Kode Kemendagri53.03 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 654.919.866.000,- (2024)[4]
DAKRp 243.433.826.000,- (2024)[5]
Situs webwww.ttukab.go.id

Kabupaten Timor Tengah Utara atau disingkat TTU adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten berada di Kota Kefamenanu. Luas wilayahnya adalah 2.669,70 km² dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2024 sebanyak 274.104 jiwa dan kepadatan penduduk 100 jiwa/km².[2] Kabupaten TTU berbatasan dengan eksklave Timor Leste di Oecusse-Ambeno. TTU memiliki gunung tertinggi di Pulau Timor bagian barat yaitu Gunung Mutis.[6]

Nama kabupaten ini adalah terjemahan dari wilayah administrasi Belanda yaitu Noord Midden Timor yang merupakan gabungan tiga swapraja atau kerajaan di wilayah ini yang terdiri dari Biboki, Insana, dan Miomaffo sehingga juga disebut dengan "Biinmafo".

Sejarah

Masa Pendudukan Belanda 1915-1942

Kabupaten TTU yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang nomor 69 tahun 1958 (Lembaran Negara tahun 1958 no.122) mula-mula disebut Onderafdeeling Noord Midden Timor semasa pemerintahan Hindia Belanda. Berdasarkan pada BS/Gubernemen nomor 9–10 tahun 1915 Onderafdeeling Noord Midden Timor meliputi gabungan tiga wilayah kerajaan/swapraja yaitu swaraja Miomaffo, Insana dan Biboki. Pusat penyelenggaraan pemerintahan Onderafdeeling Noord Miden Timor berkedudukan di Noeltoko yakni antara tahun 1915–1921. Pada tahun 1921, Controleur Pedemors (Pemimpin Oderafdeling) memindahkan pusat penyelenggaraan pemerintahan dari Noeltoko ke Kefamenanu.

Sesuai ketentuan Pemerintahan Hindia Belanda tentang aturan pemerintahan kerajaan yang diberlakukan bagi semua swapraja yang ada di Timor, setiap onderafdeling dipimpin oleh controleur berkebangsaan Belanda dibantu seorang petugas pangreh praja orang Indonesia. Struktur kekuasaan yang dibentuk pemerintahan Hindia Belanda tersebut dipadukan dengan sisa-sisa struktur pemerintahan asli sehingga mulai dari struktur kekuasaan yang paling tinggi sampai terendah berturut-turut sebagai berikut; Controleur kemudian kepala Swapraja, membawahi fetor, kemudian temungkung, membawahi wakil temungkung dan wakil temungkung membawahi rakyat. Berdasarkan struktur pemerintahan kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda tersebut maka Onderafdeeling Noord Miden Timor membawa 3 kepala swapraja, 18 kefetoran dan 176 temungkung, yakni;

  • Swapraja Miomaffo (Kepala Swapraja : G. A. Kono) memiliki 8 kefetoran masing-masing kefetoran Tunbaba, Manamas, Bikomi, Noemuti, Nilulat, Noeltoko, Naktimun dan Aplal.
  • Swapraja Insana (Kepala Swapraja : L. A. N. Taolin) memiliki 5 kefetoran masing-masing kefetoran Oelolok, Ainan, Maubesi, Subun dan Fafinesu.
  • Swapraja Biboki (Kepala Swapraja L. T. Manlea) memiliki 5 kefetoran masing-masing kefetoran Ustetu, Oetasi, Bukifan, Taitoh dan Harneno.

Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, struktur organisasi pemerintahan yang ditetapkan Belanda tidak diubah namun yang berubah adalah nama daerah pemerintahan dan jabatannya. Oderafdeling diubah menjadi Bunken yang dipimpin oleh Bunken Kanrikan. Sedangkan struktur pemerintahan asli di bawah Bunken Kanrikan mulai dari kepala swapraja sampai wakil temungkung tetap dipertahankan. Setelah Jepang menyerah dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya Raja-Raja (Kepala Swapraja) seluruh keresidenan Timor dalam Konferensi Malino tanggal 18 Juli 1946 mendukung penggabungan keresidenan Timor, Flores, Sumba dan daerah taklukannya dengan Bali, Lombok dan pulau-pulau selatan daya menjadi suatu daerah otonom dalam lingkup Pemerintahan Republik Indonesia, yang kemudian dikenal dengan wilayah Provinsi Sunda Kecil.[butuh rujukan]

Masa Kemerdekaan (1945-sekarang)

Pada tanggal 21 Oktober 1946, Raja-Raja (Kepala Swapraja) seluruh keresidenan Timor mengadakan sidang di Kota Kefamenanu guna membentuk Timor Eiland Federatie (gabunga kerajaan afdelling Timor). Dalam sidang tersebut, H.A.Koroh (Raja Amarasi) dan A.Nisnoni (Raja Kupang) terpilih masing-masing sebagai ketua dan ketua muda Timor Eiland Federatie. Raja-raja Timor Tengah Utara yang hadir dalam sidang tersebut adalah Sobe Senak dari Kerajaan Swapraja Miomaffo, L.Taolin dari Kerajaan Insana dan L. Manlea dari Kerajaan Biboki Utara.[7]

Masih dalam forum yang sama berhasil dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Timor Eiland Federatie yang susunan keanggotaannya berdasarkan asal kerajaan/swapraja. Swapraja Miomaffo mendudukan P. Koning, swapraja Insana mendudukan Th. Van de Tilart dan swapraja Biboki mendudukan H. Van Wissing. Dalam tahun 1949 terjadi reorganisasi Timor Eiland Federatie menjadi daerah Timor dan kepulauannya yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Timor dan Kepulauannya nomor 10/DR tanggal 29 April 1949. sesuai reorganisasi tersebut dipilih kembali anggota-anggota DPRD Timor dan kepulauannya mewakili wilayah kerajaan yakni Tan Soe Fat (mewakili kerajaan Miomaffo), L. Taneo (Insana) dan L. Atie (Biboki).[butuh rujukan]

Sidang DPRD Timor dan kepulauannya di Kupang tanggal 10-12 Mei 1950 dan juga disetujui secara aklamasi dewan raja-raja Timor dan kepulauannya yang menghasilkan resolusi mendesak kepada Pemerintah Republik Indonesia Serikat dan Negara Indonesia Timur supaya secepat mungkin Negara Indonesia Timur dibubarkan dan dileburkan ke dalam Republik Indonesia serta menganjurkan agar daerah Timor dan pulau-pulaunya dijadikan bagian dari Republik Indonesia.

B. Pembentukan Kabupaten Dati II Timor Tengah Utara Berdasarkan Undang-Undang nomor 64 tahun 1958 (lembaran Negara no. 115 tahun 1958) Provinsi Sunda Kecil dipecah menjadi daerah Swatantra tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kemudian berdasarkan Undang-undang nomor 69/1958 tentang pembentukan daerah-daerah tingkat II, maka daerah swatantra tingkat I Nusa Tenggara Timur dibagi menjadi 12 daerah swatantra tingkat II termasuk daerah tingkat II Timor Tengah Utara.

Kabupaten Dati II Timor Tengah Utara dibentuk meliputi 3 wilayah bekas kerajaan/swapraja, 18 kefetoran dan 176 ketemungkungan. Secara de yure Kabupaten TTU ada sejak diundangkannya UU no. 69 tahun 1958 tanggal 9 Agustus 1958, tetapi secara de facto baru dimulai pada bulan November 1958 bersamaan dengan pelantikan pejabat sementara Kepala Daerah Tingkat II TTU yang dijabat oleh D. C. Saudale. Setahun kemudian tepatnya tanggal 1 Maret 1959 dilantik pula pejabat sementara sekretaris daerah yang dijabat oleh G. M. Parera. Antara tahun 1958 – 1960 anggaran belanja dari ketiga swapraja tersebut belum dicabut, dan baru pada 1 Januari 1961 disatukan dalam Anggaran Belanja Daerah Tk. II Timor Tengah Utara berdasarkan surat keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur nomor 81/Des.65/2/23 tanggal 15 Desember 1960. Dengan diberlakukannya keputusan Gubernur tersebut, maka secara diam-diam penghapusan daerah swapraja Miomaffo, Insana dan Biboki telah dilakukan secara de facto, sedangkan de yure baru pada saat diundangkannya Undang-Undang no 18 tahun 1965 tanggal 1 September 1965.

Selanjutnya sesuai peraturan daerah Kabupaten TTU nomor 11 tahun 2000 dilakukan peningkatan status tiga kecamatan perwakilan menjadi kecamatan definitif yakni perwakilan kecamatan Miomaffo Timur menjadi kecamatan Noemuti, perwakilan kecamatan Insana menjadi kecamatan Insana Utara dan perwakilan kecamatan Biboki Utara menjadi Kecamatan Biboki Anleu. Dengan demikian sampai dengan tahun 2003 terdapat 9 kecamatan serta 126 desa dan 33 kelurahan atau 159 desa/kelurahan. Pada penghujung tahun 2004 terjadi lagi pemekaran desa sesuai amanat Surat Keputusan Bupati TTU no 44 tahun 2004 dibentuklah tiga desa di kecamatan Insana dan satu desa lainnya di Kecamatan Insana Utara. Dengan demikian sampai dengan akhir tahun 2004 secara administratif Kabupaten TTU terdiri dari 9 wilayah kecamatan serta 126 desa dan 33 kelurahan atau 159 desa/kelurahan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten TTU Nomor 08 Tahun 2007, maka jumlah kecamatan di wilayah Kabupaten TTU sampai dengan saat ini adalah 24 kecamatan atau bertambah sebanyak 15 kecamatan baru yang dimekarkan dari 9 kecamatan sebelumnya, dengan desa/ kelurahan sebanyak 174 buah atau bertambah sebanyak 11 desa/ kelurahan.

Dari Kecamatan Miomaffo Barat mekar 3 kecamatan baru, yaitu: Kecamatan Miomaffo Miomaffo Tengah, Musi, dan Mutis; Kecamatan Miomaffo Timur bertambah 5 kecamatan baru yaitu: Kecamatan Bikomi Selatan, Bikomi Tengah, Bikomi Nilulat, Bikomi Utara, dan Naibenu; Kecamatan Noemuti bertambah 1 kecamatan baru yaitu Kecamatan Noemuti Timur; Kecamatan Insana mekar 2 kecamatan baru, yaitu: Kecamatan Insana Barat dan Insana Tengah; Kecamatan Insana Utara bertambah 1 kecamatan baru yaitu Kecamatan Insana Fafinesu; Kecamatan Biboki Selatan bertambah 2 kecamatan yaitu Kecamatan Biboki Tanpah dan Biboki Moenleu; dan Kecamatan Biboki Utara bertambah 1 kecamatan baru yaitu Kecamatan Biboki Feotleu. (Disarikan dari buku Gerakan Cinta Hari Esok Kabupaten Dati II TTU memasuki abad 21 dan sumber-sumber lainnya).

Sesuai Keputusan Gubernur KDH Tk. I NTT tanggal 1 November 1971 nomor 41 tahun 1971 maka Bupati KDH Tk. II TTU mengeluarkan Surat Keputusan tanggal 26 Oktober 1972 tentang pengangkatan para kepala desa, panitera desa, pamong desa dan pesuruh desa se Kabupaten TTU yang masa jabatannya baru berakhir pada tahun 1977. Pada tahun 1978 jumlah desa 112 buah sama seperti periode 1969-1971 tetapi tersebar dalam 5 wilayah kecamatan, 3 perwakilan kecamatan dan 1 Kopeta Kota Kefamenanu. Kemudian menindaklanjuti surat edaran Menteri Dalam Negeri tanggal 8 September 1976 nomor Pem.2/3/35 tentang pembentukan dan pemekaran desa maka berturut-turut tahun 1993 jumlah desa kelurahan menjadi 115 buah dan tahun 1997 telah menjadi 118 buah desa/kelurahan. Seiring dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan kinerja pelayanan publik yang prima dari institusi pemerintah, maka sesuai surat Keputusan Gubernur NTT nomor 20/1999 tanggal 29 Mei 1999, jumlah desa kelurahan sebanyak 127 pada tahun 1998 dimekarkan lagi menjadi 159 buah pada tahun 1999. Dan saat ini jumlah Desa dan Kelurahan sebanyak 175 dengan Kecamatannya menjadi 24 Kecamatan sejak Tahun 2008.

Pada tanggal 9 Januari 2018 Presiden Joko Widodo meresmikan proyek infrastruktur Bendungan Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, serta dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara dan PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka.[8]

Geografis

Luas wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara ±2.669,70 km² atau sekitar 5,6 % dari luas daratan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis wilayah kabupaten ini terletak antara 9°01'06"–9°39'41" Lintang Selatan dan antara 124°05'36"–124°51'14" Bujur Timur.[9]

Batas Wilayah

Wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara berbatasan dengan:

UtaraSelat Ombai
TimurKabupaten Belu dan Kabupaten Malaka
SelatanKabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Malaka
BaratKabupaten Kupang dan Kabupaten Ambeno, Timor Leste

Topografi

Dipandang dari aspek topografis, sebanyak 177,60 km² (6,63%) memiliki ketinggian kurang dari 100 meter di atas permukaan laut; sementara 1.449,45 km² (56,17%) berketinggian 100 meter sampai 500 meter di atas permukaan laut dan sisanya 993,19 km² (37,20%) adalah daerah dengan ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan data topografi, wilayah ini berada pada kemiringan kurang dari 400 dengan luas 2,065,19 km2 atau 77,4 % dari luas wilayah Timor Tengah Utara; sedangkan sisanya 604,51 km² atau 22,6 % mempunyai kemiringan lebih dari 400, wilayah dengan kemiringan kurang dari 400 sebagian besar berada pada ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut yakni seluas 1676,51 km² atau 62,8 %. Dari 174 desa/kelurahan, terdapat 9 desa yang dikategorikan ke dalam desa pantai yakni desa Oepuah (Biboki Selatan), Humusu C, dan Oesoko (Insana Utara) serta Nonotbatan, Maukabatan, Tuamese, Oemanu, Motadik, dan Ponu (Biboki Anleu), sedangkan sisa 165 desa lainnya yang tersebar di 24 wilayah kecamatan yang ada merupakan desa/daerah bukan pantai.

Dilihat dari aspek rona fisik tanah, wilayah dengan kemiringan kurang dari 40% meliputi areal seluas 2.065,19 km2 atau 77,4 % dari luas wilayah Timor Tengah Utara, sedangkan sisanya 604,51 km2 atau 22,6 % mempunyai kemiringan lebih dari 40 %. Wilayah dengan kemiringan kurang dari 40% sebagian besar berada pada ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut yakni 1676,51 km2 atau 62,8%.[6]

Hidrologi

Daerah yang kaya dengan sumber mata air terletak di sebelah utara Kabupaten Timor Tengah Utara yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Ambenu (wilayah negara Timor Leste). Sumber-sumber air tersebut terletak di dataran yang agak tinggi. Hal ini memang menguntungkan, karena air dari letak ketinggian tersebut dapat dialirkan ke daerah-daerah yang lebih rendah. Namun sayangnya debit air dari sumber-sumber tersebut tidak cukup besar, sehingga sumber air tersebut hanya dimanfaatkan oleh daerah di sekitarnya yang jangkauannya tidak terlalu luas.

Selain sumber-sumber mata air tersebut, ternyata Kabupaten Timor Tengah Utara juga banyak ditemukan aliran sungai yang mengalirkan air sepanjang tahun, meskipun pada musim kemarau debitnya menurun drastis. Sungai-sungai tersebut antara lain Noeltoko, Nabesi, Taisola, Noel Muti, Haekto, Naen, Maubesi, Mena/Kaubele, Ponu, dan beberapa anak sungai lainnya.

Daerah yang memiliki produksi air tanah sedang, secara sporadis berada di sekitar pantai utara dan bagian tengah Kabupaten Timor Tengah Utara. Di bagian utara kabupaten Timor Tengah Utara juga terdapat potensi air tanah dalam. Sedangkan air dangkal pada umumnya terdapat di daerah pelapukan. Daerah yang memiliki air tanah produktif dalam penyebaran luas terdapat di bagian selatan dan sedikit di bagian timur wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara dekat perbatasan dengan Kabupaten Belu. Di bawah permukaan tanah dengan debit lebih dari 5 liter/detik. Selain itu, bagian selatan dan sedikit di bagian timur wilayah kabupaten Timor Tengah Utara terdapat daerah yang memiliki potensi air tanah pada celahan dan rekahan dengan debit yang kecil.[6]

Geologi

Dari kandungan tanah atau potensi tanah, kabupaten Timor Tengah Utara memiliki 3 jenis tanah yang membentuk muka bumi di wilayah ini, yaitu litosal, tanah kompleks, dan grumosal. Tanah litosal meliputi areal seluas 1.666,96 km² atau 62,4%; tanah kompleks seluas 479,48 km² atau 18,0 % dan tanah grumosal 522,26 km2 atau 19,6 % dari luas wilayah Timor Tengah Utara. Komposisi kedalaman efektif tanah Kabupaten Timor Tengah Utara memperlihatkan tanah dengan kedalaman efektif kurang dari 30 cm seluas 35.316 Ha (13,2%); kedalaman 30–60 cm seluas 73.201 Ha (27,4 %); kedalaman 60–90 cm seluas 16.354 Ha (6,1 %) dan kedalaman efektif di atas 90 cm dengan luas 142.099 Ha (53,2%). Kemampuan dan daya tahan tanah yang rawan erosi seluas 105.226 Ha (39,4 %), dan sisanya 161.744 Ha (60,6 %) merupakan tanah dengan struktur yang relatif stabil. Secara parsial tanah labil yang rawan erosi terdapat pada tiga wilayah kecamatan yakni Miomaffo barat 37.921 Ha, Biboki Selatan 28.538 Ha, dan Biboki Utara 28.538 Ha.[6]

Iklim

Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki iklim sabana tropis (Aw). Hal ini ditandai dengan durasi musim penghujan yang sangat singkat di wilayah ini serta durasi musim kemarau yang sangat panjang (>7 bulan). Oleh karena wilayahnya yang berada di ketinggian ±600 mdpl, rata-rata suhu tahunan di kabupaten ini berkisar antara 22 °C–26 °C. Musim penghujan biasanya terjadi sejak bulan Desember hingga bulan Maret dengan rata-rata curah hujan per bulan di atas 150 mm per bulan dan musim kemarau biasanya berlangsung sejak pekan pertama bulan April hingga bulan Oktober dengan rata-rata curah hujan di bawah 100 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah kabupaten ini berkisar antara 900–1600 milimeter per tahun dengan jumlah hari hujan di bawah 140 hari hujan per tahun, sehingga wilayahnya cukup gersang.

Data iklim Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 27
(81)
26.7
(80.1)
27.1
(80.8)
27.6
(81.7)
27.4
(81.3)
26.9
(80.4)
27.1
(80.8)
28.4
(83.1)
30.2
(86.4)
31.2
(88.2)
31.1
(88)
28.5
(83.3)
28.27
(82.93)
Rata-rata harian °C (°F) 23.8
(74.8)
23.6
(74.5)
23.6
(74.5)
23.7
(74.7)
23.3
(73.9)
22.5
(72.5)
22.2
(72)
22.6
(72.7)
24
(75)
25.2
(77.4)
25.7
(78.3)
24.6
(76.3)
23.73
(74.72)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.6
(70.9)
21.3
(70.3)
20.9
(69.6)
20.5
(68.9)
19.3
(66.7)
18.6
(65.5)
18
(64)
18.7
(65.7)
20
(68)
20.3
(68.5)
21.3
(70.3)
21.8
(71.2)
20.19
(68.3)
Curah hujan mm (inci) 362
(14.25)
322
(12.68)
268
(10.55)
176
(6.93)
145
(5.71)
91
(3.58)
57
(2.24)
16
(0.63)
19
(0.75)
57
(2.24)
160
(6.3)
309
(12.17)
1.982
(78,03)
Rata-rata hari hujan 15 14 13 9 8 6 4 1 1 3 7 14 95
% kelembapan 78 79 76 73 69 67 66 65 64 65 68 75 70.4
Rata-rata sinar matahari bulanan 184 197 223 258 271 296 302 308 304 278 235 219 3.075
Sumber #1: Weatherbase[10] & BMKG[11]
Sumber #2: Climate-Data.org[12]

Pemerintahan

Bupati

Artikel utama: Daftar Bupati Timor Tengah Utara
Kantor bupati Timor Tengah Utara (2013)

Bupati yang menjabat saat ini di Timor Tengah Utara ialah Yosep Falentinus Delasalle Kebo, didampingi wakil bupati, Kamillus Elu. Mereka merupakan pemenang pada pemilihan umum bupati Timor Tengah Utara 2024.[13]

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Wakil Bupati
11
Yosep Falentinus Delasalle Kebo
20 Februari 2025
Petahana
14
Kamillus Elu

Dewan Perwakilan

Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[14] 2019–2024[15] 2024–2029
PKB 3 Steady 3 Kenaikan 4
Gerindra 3 Steady 3 Kenaikan 4
PDI-P 8 Penurunan 2 Kenaikan 4
Golkar 4 Steady 4 Kenaikan 5
NasDem 3 Kenaikan 8 Penurunan 5
PKS 1 Steady 1 Penurunan 0
Hanura 1 Kenaikan 3 Penurunan 1
PAN 3 Penurunan 1 Kenaikan 2
Demokrat 2 Steady 2 Steady 2
PSI (baru) 0 Kenaikan 1
Perindo (baru) 2 Steady 2
Berkarya (baru) 1
PKPI 2 Penurunan 0
Jumlah Anggota 30 Steady 30 Steady 30
Jumlah Partai 10 Kenaikan 11 Penurunan 10

Kecamatan

Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Timor Tengah Utara

Kabupaten Timor Tengah Utara terdiri dari 24 kecamatan, 33 kelurahan, dan 160 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 263.149 jiwa dengan luas wilayah 2.669,70 km² dan sebaran penduduk 98 jiwa/km².[16][17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Timor Tengah Utara, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
53.03.01 Miomaffo Timur 29 Desa
  • Amol
  • Bokon
  • Fatusene
  • Femnasi
  • Jak
  • Kaenbaun
  • Taekas
  • Tunoe
  • Tuntun
Kelurahan
  • Bitefa
  • Oesena
53.03.02 Miomaffo Barat 211 Desa
  • Fatuneno
  • Fatunisuan
  • Fatutasu
  • Haulasi
  • Lemon
  • Manusasi
  • Noepesu
  • Noetoko
  • Saenam
  • Suanae
  • Satab
Kelurahan
  • Eban
  • Sallu
53.03.03 Biboki Selatan 26 Desa
  • Oenaem
  • Pantae
  • Sainiup
  • Tautpah
  • Tokbesi
  • Tunbaen
Kelurahan
  • Supun
  • Up Faon
53.03.04 Noemuti 57 Desa
  • Banfanu
  • Bijeli
  • Nibaaf
  • Noebaun
  • Oeperigi
  • Popnam
  • Seo
Kelurahan
  • Fatumuti
  • Kiuola
  • Oenak
  • Nifuboke
  • Noemuti
53.03.05 Kota Kefamenanu 9- Kelurahan
  • Aplasi
  • Bansone
  • Benpasi
  • Kefamenanu Selatan
  • Kefamenanu Tengah
  • Kefamenanu Utara
  • Maubeli
  • Sasi
  • Tubuhue
53.03.06 Biboki Utara 28 Desa
  • Biloe
  • Hauteas
  • Hauteas Barat
  • Lokomea
  • Sapaen
  • Taunbaen
  • Taunbaen Timur
  • Tualena
Kelurahan
  • Boronubaen
  • Boronubaen Timur
53.03.07 Biboki Anleu 18 Desa
  • Kotafoun
  • Motadik
  • Maukabatan
  • Nifutasi
  • Nonotbatan
  • Oemanu
  • Sifaniha
  • Tuamese
Kelurahan
  • Ponu
53.03.08 Insana 512 Desa
  • Botof
  • Keun
  • Fatu'Ana
  • Loeram
  • Manunain B
  • Nansean
  • Nansean Timur
  • Oenbit
  • Sekon
  • Susulaku
  • Susulaku B
  • Tapenpah
Kelurahan
  • Ainiut
  • Bitauni
  • Fatoin
  • Manunain A
  • Nunmafo
53.03.09 Insana Utara 14 Desa
  • Fatumtasa
  • Humusu Oekolo
  • Humusu Sainiup
  • Oesoko
Kelurahan
  • Humusu C
53.03.10 Noemuti Timur 4 Desa
  • Haekto
  • Kuaken
  • Manikin
  • Naob
53.03.11 Miomaffo Tengah 6 Desa
  • Akomi
  • Bijaepasu
  • Neonasi
  • Nian
  • Tuabatan
  • Tuabatan Barat
53.03.12 Musi 6 Desa
  • Ainan
  • Batnes
  • Bisafe
  • Oelneke
  • Oeolo
  • Oetulu
53.03.13 Mutis 4 Desa
  • Naekake A
  • Naekake B
  • Noelelo
  • Tasinifu
53.03.14 Bikomi Selatan 28 Desa
  • Kiusili
  • Maurisu
  • Maurisu Selatan
  • Maurisu Tengah
  • Maurisu Utara
  • Naiola
  • Naiola Timur
  • Oetalus
Kelurahan
  • Oelami
  • Tublopo
53.03.15 Bikomi Tengah 9 Desa
  • Buk
  • Kuenak
  • Nimasi
  • Oelbonak
  • Oenenu
  • Oenenu Selatan
  • Oenenu Utara
  • Oenino
  • Sono
53.03.16 Bikomi Nilulat 6 Desa
  • Haumeni Ana
  • Inbate
  • Nainaban
  • Nilulat
  • Sunkaen
  • Tubu
53.03.17 Bikomi Utara 9 Desa
  • Baas
  • Banain A
  • Banain B
  • Banain C
  • Faenake
  • Haumeni
  • Napan
  • Sainoni
  • Tes
53.03.18 Naibenu 4 Desa
  • Bakitolas
  • Benus
  • Manamas
  • Sunsea
53.03.19 Insana Fafinesu 6 Desa
  • Baunuan
  • Fafinesu
  • Fafinesu A
  • Fafinesu B
  • Fafinesu C
  • Oenain
53.03.20 Insana Barat 111 Desa
  • Atmen
  • Bannae
  • Lapeom
  • Letneo
  • Letneo Selatan
  • Nifunenas
  • Oabikase
  • Subun
  • Subun Bestobe
  • Subun Tualele
  • Usapinonot
Kelurahan
  • Atmen
53.03.21 Insana Tengah 16 Desa
  • Lanaus
  • Letmafo
  • Letmafo Timur
  • Oehalo
  • Sone
  • Tainsala
Kelurahan
  • Maubesi
53.03.22 Biboki Tan Pah 4 Desa
  • Oekopa
  • Oerinbesi
  • Teba
  • Teba Timur
53.03.23 Biboki Moenleu 7 Desa
  • Kaubele
  • Luniup
  • Matabesi
  • Oepuah
  • Oepuah Selatan
  • Oepuah Utara
  • Tunbes
53.03.24 Biboki Feotleu 5 Desa
  • Birunatun
  • Kuluan
  • Makun
  • Manumean
  • Naku
TOTAL33160

Penduduk

Penduduk Kabupaten Timor Tengah Utara pada akhir 2023 tercatat sebanyak 272.100 jiwa.[2] Jumlah penduduk terbanyak berada di kota Kefamenanu yang mencapai 48.672 jiwa dan paling sedikit di kecamatan Biboki Feotleu yakni 4.254 jiwa.[6] Kepadatan penduduk di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah 97 jiwa/ km2 . Kecamatan terpadat yaitu Kota Kefamenanu yakni 646 jiwa/km2, dan yang lebih sedikit berada di Kecamatan Biboki Feotleu yaitu 34 jiwa/ km2 .

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2023, agama yang dianut penduduk Timor Tengah Utara mayoritas adalah Kekristenan yakni 98,11%, di mana Katolik 89,77% dan Protestan 8,34%. Sebanyak 1,84% memeluk Islam, yang banyak berada di ibukota kabupaten kota Kefamenanu. Kemudian sebagian kecil memeluk agama Hindu 0,05% dan yang beragama Buddha kurang dari 0,01%.[2]

Pariwisata

Pariwisata yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah berupa wisata alam dan budaya serta wisata religi. Berikut sejumlah wisata yang terkenal:

  1. Air terjun Pah Koto di Tasinifu, Kecamatan Mutis
  2. Air terjun Bonemnaisio di Tuntun, Kecamatan Miomaffo Timur
  3. Pantai Wini di Humusu C, Kecamatan Insana Utara[18]
  4. Pantai Tanjung Bastian di Humusu C, Kecamatan Insana Utara
  5. Cagar Alam Gunung Mutis di Kecamatan Mutis
  6. Wisata Desa Adat Tamkesi di Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan
  7. Wisata Au Eden di Desa Saenam, Kecamatan Miomaffo Barat

Referensi

  1. ↑ Kewa Ama, Kornelis (2020-10-13). "Ratapan Kemiskinan "Biinmafo"". kompas.id. KOMPAS. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-11. Diakses tanggal 2023-08-08.
  2. 1 2 3 4 5 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 9 November 2024.
  3. ↑ "Indeks Pembangunan Manusia, 2022-2023". www.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 3 November 2024.
  4. ↑ "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 9 November 2024.
  5. ↑ "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Nusa Tenggara Timur". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 34. Diakses tanggal 9 November 2024.
  6. 1 2 3 4 5 "Kabupaten Timor Tengah Utara Dalam Angka 2021" (pdf). www.timortengahutarakab.bps.go.id. 16 April 2021. hlm. 7, 38, 94. Diakses tanggal 16 April 2021.
  7. ↑ Djeki, BA., J.J. (Mei 1984). Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945 s/d 1949) Daerah Nusa Tenggara Timur (PDF). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Daerah Nusa Tenggara Timur 1979/1980. hlm. 55. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Resmikan Bendungan Raknamo Di Kupang NTT - PresidenRI.go.id - 9 Januari 2018
  9. ↑ "Profil Kabupaten Timor Tengah Utara" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-04-22. Diakses tanggal 2020-09-12.
  10. ↑ "Kefamenanu, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 11 Agustus 2020.
  11. ↑ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 80 & 145. Diakses tanggal 11 September 2024.
  12. ↑ "KEFAMENANU, INDONESIA". Climate-Data.org. Diakses tanggal 11 Agustus 2020.
  13. ↑ https://rri.co.id/index.php/pilkada-2024/1169413/pleno-kpu-selesai-paslon-4-memenangkan-pilkada-ttu
  14. ↑ Perolehan Kursi DPRD TTU 2014-2019
  15. ↑ Perolehan Kursi DPRD TTU 2019-2024
  16. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  17. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  18. ↑ "Wisata NTT, Pantai Wini di Kabupaten TTU". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-08. Diakses tanggal 2018-07-08.

Pranala luar

  • Sejarah Kabupaten Timor Tengah Utara
  • l
  • b
  • s
Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur
  • Bupati: Yosep Falentinus Delasalle Kebo
  • Wakil Bupati: Kamillus Elu
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • Biboki Anleu
  • Biboki Feotleu
  • Biboki Moenleu
  • Biboki Selatan
  • Biboki Tan Pah
  • Biboki Utara
  • Bikomi Nilulat
  • Bikomi Selatan
  • Bikomi Tengah
  • Bikomi Utara
  • Insana
  • Insana Barat
  • Insana Fafinesu
  • Insana Tengah
  • Insana Utara
  • Kota Kefamenanu
  • Miomaffo Tengah
  • Miomaffo Barat
  • Miomaffo Timur
  • Musi
  • Mutis
  • Naibenu
  • Noemuti
  • Noemuti Timur
Lambang Kabupaten Timor Tengah Utara
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Timor Tengah Utara
  • l
  • b
  • s
Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Pusat pemerintahan: Kupang
  • Gubernur: Emanuel Melkiades Laka Lena
  • Wakil Gubernur: Johanis Asadoma
Kabupaten
  • Alor
  • Belu
  • Ende
  • Flores Timur
  • Kupang
  • Lembata
  • Malaka
  • Manggarai
  • Manggarai Barat
  • Manggarai Timur
  • Nagekeo
  • Ngada
  • Rote Ndao
  • Sabu Raijua
  • Sikka
  • Sumba Barat
  • Sumba Barat Daya
  • Sumba Tengah
  • Sumba Timur
  • Timor Tengah Selatan
  • Timor Tengah Utara
Lambang Nusa Tenggara Timur
Kota
  • Kupang
Topik
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kepala dan wakil kepala daerah
  • l
  • b
  • s
Wilayah di Indonesia yang mayoritas beragama Kristen
Provinsi
  • Nusa Tenggara Timur
  • Papua
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Sulawesi Utara
Kabupaten
  • Alor
  • Asmat
  • Belu
  • Bengkayang
  • Biak Numfor
  • Boven Digoel
  • Dairi
  • Deiyai
  • Dogiyai
  • Ende
  • Flores Timur
  • Gunung Mas
  • Halmahera Barat
  • Halmahera Utara
  • Humbang Hasundutan
  • Intan Jaya
  • Jayapura
  • Jayawijaya
  • Kaimana
  • Karo
  • Keerom
  • Kepulauan Aru
  • Kepulauan Mentawai
  • Kepulauan Sangihe
  • Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
  • Kepulauan Talaud
  • Kepulauan Yapen
  • Kupang
  • Kutai Barat
  • Landak
  • Lanny Jaya
  • Lembata
  • Mahakam Ulu
  • Malaka
  • Malinau
  • Maluku Barat Daya
  • Maluku Tenggara
  • Maluku Tenggara Barat
  • Mamasa
  • Mamberamo Raya
  • Mamberamo Tengah
  • Manggarai
  • Manggarai Barat
  • Manggarai Timur
  • Manokwari
  • Manokwari Selatan
  • Mappi
  • Maybrat
  • Melawi
  • Merauke
  • Mimika
  • Minahasa
  • Minahasa Selatan
  • Minahasa Tenggara
  • Minahasa Utara
  • Nabire
  • Nagekeo
  • Nduga
  • Ngada
  • Nias
  • Nias Barat
  • Nias Selatan
  • Nias Utara
  • Pakpak Bharat
  • Paniai
  • Pegunungan Arfak
  • Pegunungan Bintang
  • Poso
  • Puncak
  • Puncak Jaya
  • Raja Ampat
  • Rote Ndao
  • Sabu Raijua
  • Samosir
  • Sanggau
  • Sarmi
  • Sekadau
  • Sikka
  • Simalungun
  • Sintang
  • Sorong Selatan
  • Sumba Barat
  • Sumba Barat Daya
  • Sumba Tengah
  • Sumba Timur
  • Supiori
  • Tambrauw
  • Tana Toraja
  • Tapanuli Tengah
  • Tapanuli Utara
  • Teluk Bintuni
  • Teluk Wondama
  • Timor Tengah Selatan
  • Timor Tengah Utara
  • Toba
  • Tolikara
  • Toraja Utara
  • Waropen
  • Yahukimo
  • Yalimo
Kota
  • Ambon
  • Bitung
  • Gunung Sitoli
  • Jayapura
  • Kupang
  • Manado
  • Pematangsiantar
  • Sorong
  • Tomohon
Lihat pula: Kekristenan di Indonesia
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Masa Pendudukan Belanda 1915-1942
  3. Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)
  4. Masa Kemerdekaan (1945-sekarang)
  5. Geografis
  6. Batas Wilayah
  7. Topografi
  8. Hidrologi
  9. Geologi
  10. Iklim
  11. Pemerintahan
  12. Bupati
  13. Dewan Perwakilan
  14. Kecamatan
  15. Penduduk
  16. Pariwisata

Artikel Terkait

Nusa Tenggara Timur

provinsi di Kepulauan Nusa Tenggara, Indonesia

Daftar kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur

artikel daftar Wikimedia

Nusa Tenggara Barat

provinsi di Kepulauan Nusa Tenggara, Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026