Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tikus gua flores

Tikus gua flores adalah tikus punah yang pernah hidup di Pulau Flores, Indonesia. Berdasarkan penilaian MacPhee dan Flemming, spesies ini dinyatakan kepunahannya pada tahun 1996, tetapi dipercayai telah punah sebelum tahun 1500 M. Spesimen ini diketahui hanya dari beberapa fragmen subfosilnya saja. Ia adalah satu-satunya anggota dari genus Spelaeomys.

Wikipedia article
Diperbarui 5 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tikus gua flores
Rentang waktu: Baru
Status konservasi

Punah  (IUCN 2.3)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Mammalia
Infrakelas:
Eutheria
Ordo:
Rodentia
Famili:
Muridae
Subfamili:
Murinae
Genus:
Spelaeomys

Hooijer, 1957
Spesies:
S. florensis
Nama binomial
Spelaeomys florensis
Hooijer, 1957
Artikel takson sembarang

Tikus gua flores (Spelaeomys florensis) adalah tikus punah yang pernah hidup di Pulau Flores, Indonesia. Berdasarkan penilaian MacPhee dan Flemming, spesies ini dinyatakan kepunahannya pada tahun 1996, tetapi dipercayai telah punah sebelum tahun 1500 M. Spesimen ini diketahui hanya dari beberapa fragmen subfosilnya saja. Ia adalah satu-satunya anggota dari genus Spelaeomys.[1]

Analisis Musser (1981c) menunjukkan bahwa spesies tidak berhubungan dekat dengan spesies tikus-tikusan endemik Nusa Tenggara lainnya, seperti Hooijeromys, Komodomys, Papagomys, atau Paulamys. Ia berhipotesa bahwa Spelaeomys adalah bagian dari genera lampau setempat yang hidup di Papua, dan mungkin juga mencakup Australia dan Timor. Pola geraham oklusal dan konfigurasi fragment tengkoraknya (yang dipelajari oleh Musser) adalah bentuk raksasa yang menyerupai spesies-spesies Pogonomys dan Chiruromys di Papua, meskipun diperlukan data tambahan untuk menggolongkannya dalam kelompok tersebut. Alternatif hipotesanya adalah sebagai anggota dari Pithecheir yang tersebar di Paparan Sunda dan Sulawesi. Dua genera, yaitu Lenothrix (Sunda) dan Lenomys (Sulawesi), juga memiliki pola geraham oklusal yang menyerupai Spelaeomys.[2]

Spesies ini ditemukan dalam penggalian di Liang Toge, sebuah gua di dekat Warukia di Flores Barat. Penggalian dilakukan oleh H.R. van Heekeren pada tahun 1954.[3][4]

Referensi

  1. ↑ D. A. Hooijer (23 December 1957). Three New Giant Prehistoric Rats From Flores Lesser Sunda Islands. Zoologische Mededelingen XXXV, No. 21
  2. ↑ Don E. Wilson, DeeAnn M. Reeder, ed. (2005). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference. Vol. 1. JHU Press. hlm. 1499. ISBN 978-0-8018-8221-0, 0801882214.
  3. ↑ Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (2008). Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Prasejarah di Indonesia. Vol. 1. PT Balai Pustaka. hlm. 144. ISBN 978-979-407-407-7, 9794074071.[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ van Heekeren, H.R. (1972). The Stone Age of Indonesia. Vol. 61-62 dari Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (Edisi 2). Nijhoff. hlm. 142.
Pengidentifikasi takson
Spelaeomys florensis
  • Wikidata: Q527933
  • Wikispecies: Spelaeomys florensis
  • ADW: Spelaeomys
  • CoL: 4YHCN
  • EoL: 1179418
  • GBIF: 2437734
  • IRMNG: 10226037
  • ITIS: 585570
  • MSW: 13001811
  • Observation.org: 87716
  • Open Tree of Life: 3610219

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Homo floresiensis

spesies hominid yang telah punah

Daftar mamalia di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Tikus pohon raksasa verhoeven

tahun 1956. Ekskavasi dilakukan di Liang Toge, sebuah gua di dekat desa lama Ola Bula, Nagekeo, Flores. Saat ini fosil tersimpan di NCB Naturalis, dahulu

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026