Tikus pohon raksasa Verhoeven atau betu kecil adalah tikus betu yang sudah punah dari upafamili Murinae yang pernah hidup di Flores, Indonesia. Ia dinyatakan punah pada tahun 1996, dan dianggap telah punah sebelum tahun 1500 M. Spesies ini dikenali hanya dari beberapa fragment subfosilnya saja. Walaupun demikian, beberapa ahli menduga ada kemungkinan spesies ini masih hidup karena belum dilakukan penelitian menyeluruh di Flores.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Tikus pohon raksasa verhoeven | |
|---|---|
| Holotipe Papagomys theodorverhoeveni (atas) dan Papagomys armandvillei (bawah), dengan empat karakter diagnostik yang ditandai | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Infrakelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | P. theodorverhoeveni |
| Nama binomial | |
| Papagomys theodorverhoeveni Musser, 1981 | |
Tikus pohon raksasa Verhoeven atau betu kecil[2] (Papagomys theodorverhoeveni) adalah tikus betu yang sudah punah dari upafamili Murinae yang pernah hidup di Flores, Indonesia.[3] Ia dinyatakan punah pada tahun 1996, dan dianggap telah punah sebelum tahun 1500 M.[3] Spesies ini dikenali hanya dari beberapa fragment subfosilnya saja.[3] Walaupun demikian, beberapa ahli menduga ada kemungkinan spesies ini masih hidup karena belum dilakukan penelitian menyeluruh di Flores.[4]
Fosil hewan ini pertama kali diklasifikasikan oleh Dirk Hooijer (1957b), dan diklasifikasi ulang oleh Guy Musser (1981).[5] Nama ilmiahnya merujuk pada Theodor Verhoeven, seorang pendeta dan paleontolog Belanda yang menemukannya pada tahun 1956.[5] Ekskavasi dilakukan di Liang Toge, sebuah gua di dekat desa lama Ola Bula, Nagekeo, Flores.[5]
Saat ini fosil tersimpan di NCB Naturalis, dahulu Rijksmuseum van Natuurlijke Historie, di Belanda.[5]