Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tikus pohon raksasa verhoeven

Tikus pohon raksasa Verhoeven atau betu kecil adalah tikus betu yang sudah punah dari upafamili Murinae yang pernah hidup di Flores, Indonesia. Ia dinyatakan punah pada tahun 1996, dan dianggap telah punah sebelum tahun 1500 M. Spesies ini dikenali hanya dari beberapa fragment subfosilnya saja. Walaupun demikian, beberapa ahli menduga ada kemungkinan spesies ini masih hidup karena belum dilakukan penelitian menyeluruh di Flores.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tikus pohon raksasa verhoeven
Tikus pohon raksasa verhoeven
Holotipe Papagomys theodorverhoeveni (atas) dan Papagomys armandvillei (bawah), dengan empat karakter diagnostik yang ditandai
Status konservasi

Punah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Mammalia
Infrakelas:
Eutheria
Ordo:
Rodentia
Famili:
Muridae
Subfamili:
Murinae
Genus:
Papagomys
Spesies:
P. theodorverhoeveni
Nama binomial
Papagomys theodorverhoeveni
Musser, 1981
Artikel takson sembarang

Tikus pohon raksasa Verhoeven atau betu kecil[2] (Papagomys theodorverhoeveni) adalah tikus betu yang sudah punah dari upafamili Murinae yang pernah hidup di Flores, Indonesia.[3] Ia dinyatakan punah pada tahun 1996, dan dianggap telah punah sebelum tahun 1500 M.[3] Spesies ini dikenali hanya dari beberapa fragment subfosilnya saja.[3] Walaupun demikian, beberapa ahli menduga ada kemungkinan spesies ini masih hidup karena belum dilakukan penelitian menyeluruh di Flores.[4]

Fosil hewan ini pertama kali diklasifikasikan oleh Dirk Hooijer (1957b), dan diklasifikasi ulang oleh Guy Musser (1981).[5] Nama ilmiahnya merujuk pada Theodor Verhoeven, seorang pendeta dan paleontolog Belanda yang menemukannya pada tahun 1956.[5] Ekskavasi dilakukan di Liang Toge, sebuah gua di dekat desa lama Ola Bula, Nagekeo, Flores.[5]

Saat ini fosil tersimpan di NCB Naturalis, dahulu Rijksmuseum van Natuurlijke Historie, di Belanda.[5]

Referensi

  1. ↑ Aplin, K., Helgen, K., Musser, G., Lunde, D., Amori, G. & Ruedas, L. (2008). "Papagomys armandvillei". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2011.1. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 14 July 2011. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ↑ Checklist of the mammals of Indonesia : Scientific, English, Indonesian name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation, third edition (PDF) (dalam bahasa Inggris). Bogor: LIPI. 2019. Diakses tanggal 2026-02-18.
  3. 1 2 3 Musser, G. G.; Carleton, M. D. (2005). "Superfamily Muroidea". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M (ed.). Mammal Species of the World (Edisi 3rd). Johns Hopkins University Press. hlm. 1430. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  4. ↑ Don E. Wilson, DeeAnn M. Reeder, ed. (2005). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference. Vol. 1. JHU Press. hlm. 1430. ISBN 978-0-8018-8221-0, 0801882214.
  5. 1 2 3 4 van der Geer, Alexandra; Lyras, George; de Vos, John; Dermitzakis, Michael (2011). Evolution of Island Mammals: Adaptation and Extinction of Placental Mammals on Islands. John Wiley & Sons. hlm. 192. ISBN 978-1-4443-9128-2, 1444391283.

Bacaan lanjutan

  • "Verhoeven's giant rat of Flores (Papagomys theodorverhoeveni, Muridae) extinct after all?". Contributions to Zoology. 77 (1): 25–31. 2008.
Pengidentifikasi takson
Papagomys theodorverhoeveni
  • Wikidata: Q222734
  • Wikispecies: Papagomys theodorverhoeveni
  • CoL: 4CJ4Y
  • EoL: 1179299
  • GBIF: 2438412
  • IRMNG: 10225695
  • ITIS: 585451
  • MSW: 13001635
  • Open Tree of Life: 3610770

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Tikus pohon

Sulawesi, tikus pohon dijadikan bahan makanan oleh penduduk. Tikus pohon raksasa Verhoeven Mencit (Mus sp.). Tikus rumah (Rattus rattus). Tikus got (Rattus

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026