Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tidur dengan gerak mata cepat

Tidur REM (tidur dengan gerak mata cepat) (bahasa Inggris: rapid eye movement sleepcode: en is deprecated ) adalah kondisi normal dari tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata. Tidur REM diklasifikasikan dalam dua kategori: tonik dan phasic. Hal ini diidentifikasi dan didefinisikan oleh Nathaniel Kleitman dan muridnya Eugene Aserinsky pada tahun 1953. Kriteria dari tidur REM antara lain gerakan mata yang cepat, otot melemas dan gelombang EEG yang cepat dan bertegangan rendah; fitur ini mudah dilihat dalam sebuah polisomnogram, suatu studi tentang tidur yang biasanya dilakukan untuk pasien yang diduga mengidap gangguan tidur.

Wikipedia article
Diperbarui 21 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tidur dengan gerak mata cepat
Polisomnograf merekam tidur REM. EEG ditandai oleh kotak merah. Gerakan mata ditandai oleh garis merah.

Tidur REM (tidur dengan gerak mata cepat) (bahasa Inggris: rapid eye movement sleepcode: en is deprecated ) adalah kondisi normal dari tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata. Tidur REM diklasifikasikan dalam dua kategori: tonik dan phasic.[1] Hal ini diidentifikasi dan didefinisikan oleh Nathaniel Kleitman dan muridnya Eugene Aserinsky pada tahun 1953. Kriteria dari tidur REM antara lain gerakan mata yang cepat, otot melemas dan gelombang EEG yang cepat dan bertegangan rendah; fitur ini mudah dilihat dalam sebuah polisomnogram,[2] suatu studi tentang tidur yang biasanya dilakukan untuk pasien yang diduga mengidap gangguan tidur.[3]

Deskripsi

Fase tidur REM juga dikenal sebagai tidur paradoks atau kadang-kadang sebagai tidur desinkronisasi, atau tidur bermimpi,[4] karena memiliki kesamaan fisiologis dengan kondisi terjaga, termasuk gelombang otak yang cepat, tidak tersinkronisasi dan bertegangan rendah. Aktivitas listrik dan kimia yang mengatur fase ini berasal dari batang otak, dengan tanda utamanya berupa tingginya kadar neurotransmiter asetilkolina, disertai dengan hampir tidak adanya neurotransmiter monoamin histamin, serotonin dan norepinefrin. Ingatan selama tidur REM tidak tersimpan ke dalam memori jangka panjang karena tidak adanya norepinefrin.[4]

Tidur REM secara fisiologis berbeda dengan fase tidur lainnya, yang secara umum disebut sebagai tidur non-REM (tidur NREM, NREMS, tidur sinkron). Tidur REM dan non-REM terjadi secara bergantian dalam sekali siklus tidur, yang berlangsung sekitar 90 menit pada manusia dewasa. Seiring berjalannya siklus tidur, proporsi tidur REM semakin meningkat. Pergantian fase ke tidur REM disertai perubahan fisik yang jelas, dimulai dengan letupan aktivitas listrik yang disebut "gelombang ponto-genikulo-oksipital" (gelombang PGO) yang berasal dari batang otak. Fase REM terjadi sekitar 4 kali dalam tidur selama 7 jam.[5] Saat organisme dalam fase tidur REM, pengaturan keseimbangan internal pusat tubuh untuk sementara dihentikan, sehingga memungkinkan terjadinya fluktuasi besar dalam pernapasan, termoregulasi (pengaturan suhu tubuh), dan sirkulasi darah yang tidak terjadi pada kondisi tidur maupun terjaga lainnya. Pada fase ini, tubuh secara tiba-tiba kehilangan tonus otot, suatu keadaan yang dikenal sebagai atonia REM.[6]

Pada tahun 1953, Nathaniel Kleitman bersama muridnya, Eugene Aserinsky, mengidentifikasi fase gerakan mata cepat dan mengaitkannya dengan mimpi. Fase tidur REM kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh para peneliti lain, di antaranya William Dement dan Michel Jouvet. Banyak penelitian dilakukan dengan membangunkan subjek setiap kali mereka mulai memasuki fase REM, sehingga menimbulkan kondisi yang dikenal sebagai deprivasi REM. Saat subjek kembali diperbolehkan tidur normal, mereka biasanya mengalami peningkatan REM ringan sebagai bentuk pemulihan. Metode injeksi zat kimia, bedah saraf, elektroensefalografi, tomografi emisi positron, serta laporan mimpi dari individu setelah terbangun telah digunakan untuk mempelajari fase tidur ini.[7]

Referensi

  1. ↑ Kryger M, Roth T, Dement W (2000). Principles & Practices of Sleep Medicine. WB Saunders Company. hlm. 1, 572. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ↑ "[Polysomnography]". Diakses tanggal 2 November 2011.
  3. ↑ Koval'zon, VM (2011 Jul-Aug). "[Central mechanisms of sleep-wakefulness cycle]". Fiziologiia cheloveka. 37 (4): 124–34. PMID 21950094.
  4. 1 2 Hall, John E. (2010-07-19). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology E-Book (dalam bahasa Inggris). Elsevier Health Sciences. ISBN 978-1-4377-2674-9.
  5. ↑ Mallick, Birendra N.; Pandi-Perumal, S. R.; McCarley, Robert W.; Morrison, Adrian R. (2011-07-14). Rapid Eye Movement Sleep: Regulation and Function (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-1-139-50378-5.
  6. ↑ Vetrivelan, Ramalingam; Bandaru, Sathyajit Sai (2023-12). "Neural Control of REM Sleep and Motor Atonia: Current Perspectives". Current Neurology and Neuroscience Reports. 23 (12): 907–923. doi:10.1007/s11910-023-01322-x. ISSN 1534-6293. PMC 11891935. PMID 38060134.
  7. ↑ Deboer, T. (2007-05). "Technologies of sleep research". Cellular and molecular life sciences: CMLS. 64 (10): 1227–1235. doi:10.1007/s00018-007-6533-0. ISSN 1420-682X. PMC 2771137. PMID 17364139.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026