Teungku Said Abdullah adalah seorang tokoh perlawanan dari dataran tinggi Gayo pada fase akhir Perang Aceh, terutama pada awal abad ke-20 saat Ekspedisi Gayo-Alas-Batak pada 1904 melawan G.C.E. van Daalen. Aman Nyerang digambarkan sebagai pemimpin gerilya yang aktivitasnya menyulitkan pemerintahan kolonial Belanda di wilayah pedalaman Gayo–Alas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Teungku Said Abdullah (dikenal dengan julukan Aman Nyerang) adalah seorang tokoh perlawanan dari dataran tinggi Gayo (Aceh Tengah dan sekitarnya) pada fase akhir Perang Aceh, terutama pada awal abad ke-20 saat Ekspedisi Gayo-Alas-Batak pada 1904 melawan G.C.E. van Daalen. Aman Nyerang digambarkan sebagai pemimpin gerilya yang aktivitasnya menyulitkan pemerintahan kolonial Belanda di wilayah pedalaman Gayo–Alas.[1][2][3][4][5][6][7][8][9]