Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Teori kucing (Deng Xiaoping)

Teori kucing buatan Deng Xiaoping adalah sebuah filsafat ekonomi yang menyiatakan, "tidak masalah jika seekor kucing itu hitam atau putih, jika ia menangkap tikus, ia adalah kucing yang baik ". Deng berpendapat bahwa ekonomi terrencana atau ekonomi pasar hanyalah alat untuk membagikan sumber daya dan tidak dilakukan dengan lembaga-lembaga politik. Dalam kata lain, sosialisme dapat memiliki ekonomi pasar, dan kapitalisme dapat memiliki ekonomi terrencana. Teori kucing menerima pengakuan luas dalam masyarakat Tiongkok setelah perjalanan keliling selatan Deng Xiaoping pada 1992 dan menjadi ideologi reformasi dan pembukaan Tiongkok.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Teori kucing buatan Deng Xiaoping (Hanzi sederhana: 猫论; Hanzi tradisional: 貓論) adalah sebuah filsafat ekonomi yang menyiatakan, "tidak masalah jika seekor kucing itu hitam atau putih, jika ia menangkap tikus, ia adalah kucing yang baik (不管黑猫白猫,能捉到老鼠就是好猫code: zh is deprecated )".[1][2][3] Deng berpendapat bahwa ekonomi terrencana atau ekonomi pasar hanyalah alat untuk membagikan sumber daya dan tidak dilakukan dengan lembaga-lembaga politik. Dalam kata lain, sosialisme dapat memiliki ekonomi pasar, dan kapitalisme dapat memiliki ekonomi terrencana.[4] Teori kucing menerima pengakuan luas dalam masyarakat Tiongkok setelah perjalanan keliling selatan Deng Xiaoping pada 1992 dan menjadi ideologi reformasi dan pembukaan Tiongkok.[5][6][7]

Sejarah

Proposal awal

Deng Xiaoping pada Beijing (1963)

Pada 1962, Deng Xiaoping, wakil perdana menteri Tiongkok saat itu, mengutip peribahasa Tiongkok, "tidak masalah jika seekor kucing itu hitam atau kucing sepanjang ia menangkap tikus" sebagai dorongan untuk kebijakan reformasi ekonomi "sanzi yibao (三自一包code: zh is deprecated , 'Tiga kemandirian, satu kontrak', merujuk kepada rencana rumah tangga, pasar bebas pedesaan, swa-pendanaan dan kuota pengeluaran tetap)".[8][9] Reformasi ekonomi diinisiasi setelah musibah Lompatan Jauh Kedepan, yang berujung pada Bencana Kelaparan Besar Tiongkok.[10] Pada 7 Juli 1962, Deng kemudian menyatakannya dalam sebuah artikel "Cara Memulihkan Produksi Pertanian (怎样恢复农业生产code: zh is deprecated )":

Kamerad Liu Bocheng seringkali mengutip sebuah peribahasa dari Sichuan, "kucing kuning atau kucing hitam, sepanjang ia menangkap tikus, ia adalah kucing yang baik". Itu artinya, alasan kenapa kita dapat mengalahkan Chiang Kai-shek yang tak mengikuti aturan lama atau susunan lama, namun beradaptasi pada skenario spesifik. Sama halnya dalam rangka untuk memulihkan produksi pertanian saat ini, kita perlu beradaptasi untuk situasi berbeda alih-alih mengikuti satu susunan tetap dalam hubungan produksi. Kita perlu memakai metode apapun yuang dapat meningkatkan keantusiasan rakyat.[8][11]

Namun, pada Revolusi Kebudayaan (1966–1976), teori kucing menjadi salah satu "kejahatan" Deng, dan ia disingkirkan dua kali oleh Mao Zedong.[5][11][12]

Cikal bakal peribahasa itu sendiri berasal dari buku Strange Tales from a Chinese Studio, yang ditulis oleh Pu Songling pada masa dinasti Qing.[13]

Kebangkitan dan perkembangan

Teori kucing bangkit setelah Deng Xiaoping menjadi pemimpin tertinggi Tiongkok pada Desember 1978, saat ia dan sekutunya meluncurkan "reformasi dan pembukaan" Tiongkok.[8][11][14] Setelah unjuk rasa Lapangan Tiananmen pada 1989, program reformasi dan pembukaan memasuki periode stagnasi, dan perhatian timbul dalam Partai Komunis Tiongkok bahwa reformasi lanjutan dapat membuat Tiongkok menjadi negara kapitalis.[15][16] Menanggapi hal tersebut, saat mengunjungi Shanghai pada 1991, Deng berkata bahwa "reformasi dan pembukaan meliputi pengembalian atas hal-hal kapitalis berguna."[2] Kemudian, setelah perjalanan keliling selatan Deng Xiaoping pada 1992, program reformasi dan pembukaan berlanjut, dan teori kucing menjadi banyak dikenal di Tiongkok dan diterima sebagai filsafat reformasi ekonomi, namun "kucing kuning" dalam versi populer dari peribahasa tersebut menjadi "kucing putih".[5][6][11][17]

Referensi

  1. ↑ Jian, Chen (November 2019). "From Mao to Deng: China's Changing Relations with the United States". Wilson Center. Diakses tanggal 2024-10-26.
  2. 1 2 Zhao, Suisheng (1993). "Deng Xiaoping's Southern Tour: Elite Politics in Post-Tiananmen China". Asian Survey. 33 (8): 739–756. doi:10.2307/2645086. ISSN 0004-4687. JSTOR 2645086. Deng, however, sponsored the 'cat theory,' namely, that 'a cat, whether it is white or black, is good as long as it is able to catch mice.'
  3. ↑ Zhang, Xiaodan; Yan, Wenjia (June 2022). "Forty-Years of the Modernization of Chinese Socialist Legality: Strategy, Lacuna, and Outlook". German Law Journal. 23 (5): 691–712. doi:10.1017/glj.2022.43.
  4. ↑ "邓小平:社会主义为什么不可以搞市场经济,这个不能说是资本主义" [Deng Xiaoping: why can't socialism have market economy? This is not capitalism]. People's Net (dalam bahasa Tionghoa). 2020-01-17. Diakses tanggal 2024-10-26.
  5. 1 2 3 "The great pragmatist: Deng Xiaoping". The Guardian. 2008-12-18. Diakses tanggal 2020-05-01.
  6. 1 2 Bao, Tong (June 3, 2015). "How Deng Xiaoping Helped Create a Corrupt China". The New York Times.
  7. ↑ Ruwitch, John (August 9, 2007). "China now tries to tame Deng's black and white cats". Reuters.
  8. 1 2 3 "邓小平同志"黑猫白猫论"背后的故事" [Behind-the-scene stories of comrade Deng Xiaoping's cat theory]. People's Net (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-02. Diakses tanggal 2020-05-01.
  9. ↑ Xu, Renjun. "邓子恢和六十年代的包产到户试验". Yanhuang Chunqiu (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-28.
  10. ↑ MacFarquhar, Roderick (October 1997). "7 The Seven Thousand Cadres Conference". The Origins of the Cultural Revolution: Volume 3: The Coming of the Cataclysm 1961–1966. Columbia University Press. ISBN 9780231110839.
  11. 1 2 3 4 "邓小平白猫黑猫论开启30年飞速发展" [Deng Xiaoping's cat theory gave rise to 30 years' fast development]. Sina Corporation (dalam bahasa Tionghoa). Economic Daily. 2008-12-12. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-06-16. Diakses tanggal 2024-10-26.
  12. ↑ "邓小平:我是刘少奇之后'第二号'" [Deng Xiaoping: I was the "No.2" after Liu Shaoqi]. Phoenix New Media (dalam bahasa Tionghoa). 2007-03-14. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-13. Diakses tanggal 2024-10-26.
  13. ↑ "邓小平爱读《聊斋志异》 "猫论"源于蒲松龄点评". Phoenix New Media. China News Agency. 2009-07-13. Diakses tanggal 2024-10-26.
  14. ↑ Church, George J. (1986-01-06). "China: Old Wounds Deng Xiaoping". Time. Diakses tanggal 2024-10-26.
  15. ↑ "The inside story of the propaganda fightback for Deng's reforms". South China Morning Post. 2018-11-14. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-11-13. Diakses tanggal 2020-05-01.
  16. ↑ Barron, Laignee (2019-06-04). "How the Tiananmen Square Massacre Changed China Forever". TIME. Diakses tanggal 2024-10-26.
  17. ↑ "Prof. HUANG Yiping: History and Direction of China's Economic Policies". Peking University. 2021-11-29.

Templat:Deng Xiaoping

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Proposal awal
  3. Kebangkitan dan perkembangan
  4. Referensi

Artikel Terkait

Georgisme

meskipun eksperimen ilmiah tidak dapat dilakukan dalam ekonomi politik, teori ini dapat diuji dengan membandingkan masyarakat yang berbeda dengan kondisi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026